alexametrics
26 C
Bojonegoro
Wednesday, May 25, 2022

Jelang Akhir Tahun, Polisi Amankan 53 Preman dalam Sepuluh Hari

TUBAN – Ramainya kunjungan wisatawan di sejumlah tempat wisata di Tuban mendongkrak kejahatan premanisme. Dalam sepuluh terakhir (16-26 Desember), Satreskrim Polres Tuban berhasil meringkus 53 preman yang terlibat dalam 46 tindak pidana. Mereka diamankan setelah tertangkap memalak sejumlah pengunjung.

Kapolres Tuban AKBP Sutrisno HR mengatakan, para preman tersebut mayoritas warga Tuban usia produktif.

Usia termuda 16 tahun dan tertua 20 tahun. ‘’Rata-rata mereka (preman, Red) masih pencarian jati diri, karena salah arah akhirnya meresahkan,’’ ujar Sutrisno.

Perwira kelahiran Makassar itu mengatakan, mereka yang masih di bawah umur didata dan dibina, sebelum dikembalikan kepada orang tuanya.

Sementara yang dewasa, dikatakan Sutrisno, bakal dijerat tindak pidana ringan (tipiring).

Baca Juga :  Didik Mukrianto Sosialisasi Empat Pilar MPR RI

‘’Kalau masih bisa dibina ya akan kami bina, kalau tidak bisa (dibina) ya dibinasakan,’’ tegas dia.

Mantan Kasatintelkam Polrestabes Surabaya itu mengatakan, mereka yang melakukan pemalakan rata-rata butuh uang untuk merayakan tahun baru.

Tak sedikit dari mereka memalak untuk membeli minuman keras.

Sejumlah titik rawan pemalakan preman dipetakan polisi di Jalan RE Martadinata, alun-alun, dan GOR Rangga Jaya Anoraga Tuban.

Serta, area tempat wisata Pantai Boom, Pantai Cemara, dan Mangrove Center. 

Perwira berpangkat melati dua di pundak itu mengatakan, potensi preman menjelang pergantian tahun baru meningkat.

Karena itu, dia menginstruksikan kepada seluruh jajarannya untuk patroli 24 jam di titik-titik keramaian.

Baca Juga :  Orang Tak Dikenal Larikan Motor dan Bocah 12 Tahun

Sementara kepada wisatawan yang menjadi korban pemalakan diminta segera melapor untuk segera ditindaklanjuti.

‘’Untuk preman yang meresahkan masyarakat, kami pantau 24 jam,’’ tegas dia.

TUBAN – Ramainya kunjungan wisatawan di sejumlah tempat wisata di Tuban mendongkrak kejahatan premanisme. Dalam sepuluh terakhir (16-26 Desember), Satreskrim Polres Tuban berhasil meringkus 53 preman yang terlibat dalam 46 tindak pidana. Mereka diamankan setelah tertangkap memalak sejumlah pengunjung.

Kapolres Tuban AKBP Sutrisno HR mengatakan, para preman tersebut mayoritas warga Tuban usia produktif.

Usia termuda 16 tahun dan tertua 20 tahun. ‘’Rata-rata mereka (preman, Red) masih pencarian jati diri, karena salah arah akhirnya meresahkan,’’ ujar Sutrisno.

Perwira kelahiran Makassar itu mengatakan, mereka yang masih di bawah umur didata dan dibina, sebelum dikembalikan kepada orang tuanya.

Sementara yang dewasa, dikatakan Sutrisno, bakal dijerat tindak pidana ringan (tipiring).

Baca Juga :  Wajibkan Mata Kuliah Kewirausahaan

‘’Kalau masih bisa dibina ya akan kami bina, kalau tidak bisa (dibina) ya dibinasakan,’’ tegas dia.

Mantan Kasatintelkam Polrestabes Surabaya itu mengatakan, mereka yang melakukan pemalakan rata-rata butuh uang untuk merayakan tahun baru.

Tak sedikit dari mereka memalak untuk membeli minuman keras.

Sejumlah titik rawan pemalakan preman dipetakan polisi di Jalan RE Martadinata, alun-alun, dan GOR Rangga Jaya Anoraga Tuban.

Serta, area tempat wisata Pantai Boom, Pantai Cemara, dan Mangrove Center. 

Perwira berpangkat melati dua di pundak itu mengatakan, potensi preman menjelang pergantian tahun baru meningkat.

Karena itu, dia menginstruksikan kepada seluruh jajarannya untuk patroli 24 jam di titik-titik keramaian.

Baca Juga :  Meresahkan, Geng Preman Pantura Dilumpuhkan

Sementara kepada wisatawan yang menjadi korban pemalakan diminta segera melapor untuk segera ditindaklanjuti.

‘’Untuk preman yang meresahkan masyarakat, kami pantau 24 jam,’’ tegas dia.

Artikel Terkait

Most Read

Tes PPPK Kedua Diikuti 2.088 Peserta

Gadis ini Rasakan Manfaat Dance

Berburu Spot Foto

Artikel Terbaru


/