alexametrics
23.7 C
Bojonegoro
Thursday, August 18, 2022

Geledah Inspektorat, Cari Kerugian Negara

- Advertisement -

BOJONEGORO – Ketegangan tiba-tiba menghiasi wajah para pegawai Inspektorat Bojonegoro kemarin (27/11). Sejumlah petugas kejaksaan negeri (kejari) mendadak datang dan menggeledah semua ruangan di kantor di Jalan Pahlawan persisnya di selatan Alun-Alun Bojonegoro itu.

Penggeledahan ini tindak lanjut penyidikan dugaan penyelewengan kegiatan pengawasan internal inspektorat periode 2015 sampai 2017. Salah satu kegiatan ini terdapat perjalanan dinas dan anggaran biaya audit internal.

Pantauan di gedung inspektorat, petugas kejari datang sekitar pukul 09.00. Bergegas petugas masuk ke sejumlah ruangan. Petugas kejari memeriksa beberapa dokumen dan arsip. Baik berkas dokumen di meja, lemari, dan laci meja. 

Dokumen di laptop dan komputer juga tidak luput dari pemeriksaan. Hasil penyitaan, petugas mengumpulkan dan memasukkan dokumen-dokumen itu ke dalam kardus. Tidak lama kemudian, petugas juga menyegel sejumlah ruangan.  

Penggeledahan berlangsung cukup lama secara tertutup. Sekitar 4 jam. Awak media tidak bisa meliput penggeledahan di dalam ruangan. Awak media hanya bisa mengambil gambar dari dinding kaca berlantai dua itu. Sejumlah pegawai inspektorat tampak tegang. Kepala Inspektorat Syamsul Hadi juga demikian.  

Baca Juga :  Berbagi di Bulan Suci Ramadan
- Advertisement -

Kepala Kejari Bojonegoro I Gede Sriada mengatakan, penggeledahan ini untuk melengkapi alat bukti penyidikan. “Prosesnya hingga sekarang tahap penyidikan guna melengkapi alat bukti di persidangan dan belum tetapkan tersangka,” katanya.

Selanjutnya, tim jaksa penyidik pidana khusus (pidsus) akan meneliti dokumen-dokumen telah disita. Lalu, dokumen-dokumen akan dihitung Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI untuk mengetahui jumlah kerugian negara. 

“Nanti setelah dihitung berapa jumlah kerugian negara bersama BPK RI, kami baru bisa tetapkan tersangkanya,” jelasnya. Salah satu item yang disorot oleh Kejari Bojonegoro ialah surat perintah perjalanan dinas (SPPD) dalam kota maupun luar kota.

Kasi Pidsus Kejari Agus Budiarto menambahkan, memang berita yang sudah berkembang ialah penyelewengan anggaran perjalanan dinas. Namun, secara garis besar, kasus yang sedang disidik melingkupi berbagai item dalam anggaran kegiatan pengawasan internal (audit internal) inspektorat. 

Pasca menggeledah, imbuh dia, segera mungkin akan mengkaji semua dokumen-dokumen yang juga akan dijadikan alat bukti tersebut. “Proses penyidikan terus berjalan, namun secara khusus dokumen kami kaji tersebut untuk menetapkan jumlah kerugian negara,” tegasnya.

Baca Juga :  Serapan APBD Bojonegoro Perlu Digenjot, Baru 21,78 Persen

Selain dokumen sejumlah ruangan juga disita. Namun, Agus tidak menyebutkan ruangan ada saja yang disegel. Namun, di antaranya ada ruangan inspektur (kepala inspektorat). Dia menjelaskan, kejari sudah beberapa kali melakukan pemanggilan pada sejumlah saksi perkara ini. 

Penggeledahan kemarin untuk mencari beberapa bukti tambahan dalam perkara ini. Dokumen apa saja yang disita? Agus tidak memberitahukan. “Dokumennya nantilah. Belum saatnya,” jelasnya. 

Informasi dihimpun Jawa Pos Radar Bojonegoro, biaya audit internal inspektorat di sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD) dilakukan melebihi waktu. Hal itu membuat anggaran menjadi sangat banyak. Namun, hingga berita ini ditulis pihak inspektorat belum memberikan keterangan.

Kepala Inspektorat Syamsul Hadi juga tidak mau memberikan keterangan resmi kepada awak media yang ada di lokasi. Padahal, Syamsul juga ada di kantor saat penggeledahan berlangsung.

BOJONEGORO – Ketegangan tiba-tiba menghiasi wajah para pegawai Inspektorat Bojonegoro kemarin (27/11). Sejumlah petugas kejaksaan negeri (kejari) mendadak datang dan menggeledah semua ruangan di kantor di Jalan Pahlawan persisnya di selatan Alun-Alun Bojonegoro itu.

Penggeledahan ini tindak lanjut penyidikan dugaan penyelewengan kegiatan pengawasan internal inspektorat periode 2015 sampai 2017. Salah satu kegiatan ini terdapat perjalanan dinas dan anggaran biaya audit internal.

Pantauan di gedung inspektorat, petugas kejari datang sekitar pukul 09.00. Bergegas petugas masuk ke sejumlah ruangan. Petugas kejari memeriksa beberapa dokumen dan arsip. Baik berkas dokumen di meja, lemari, dan laci meja. 

Dokumen di laptop dan komputer juga tidak luput dari pemeriksaan. Hasil penyitaan, petugas mengumpulkan dan memasukkan dokumen-dokumen itu ke dalam kardus. Tidak lama kemudian, petugas juga menyegel sejumlah ruangan.  

Penggeledahan berlangsung cukup lama secara tertutup. Sekitar 4 jam. Awak media tidak bisa meliput penggeledahan di dalam ruangan. Awak media hanya bisa mengambil gambar dari dinding kaca berlantai dua itu. Sejumlah pegawai inspektorat tampak tegang. Kepala Inspektorat Syamsul Hadi juga demikian.  

Baca Juga :  Relasi Bojonegoro-Tuban dengan Belanda
- Advertisement -

Kepala Kejari Bojonegoro I Gede Sriada mengatakan, penggeledahan ini untuk melengkapi alat bukti penyidikan. “Prosesnya hingga sekarang tahap penyidikan guna melengkapi alat bukti di persidangan dan belum tetapkan tersangka,” katanya.

Selanjutnya, tim jaksa penyidik pidana khusus (pidsus) akan meneliti dokumen-dokumen telah disita. Lalu, dokumen-dokumen akan dihitung Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI untuk mengetahui jumlah kerugian negara. 

“Nanti setelah dihitung berapa jumlah kerugian negara bersama BPK RI, kami baru bisa tetapkan tersangkanya,” jelasnya. Salah satu item yang disorot oleh Kejari Bojonegoro ialah surat perintah perjalanan dinas (SPPD) dalam kota maupun luar kota.

Kasi Pidsus Kejari Agus Budiarto menambahkan, memang berita yang sudah berkembang ialah penyelewengan anggaran perjalanan dinas. Namun, secara garis besar, kasus yang sedang disidik melingkupi berbagai item dalam anggaran kegiatan pengawasan internal (audit internal) inspektorat. 

Pasca menggeledah, imbuh dia, segera mungkin akan mengkaji semua dokumen-dokumen yang juga akan dijadikan alat bukti tersebut. “Proses penyidikan terus berjalan, namun secara khusus dokumen kami kaji tersebut untuk menetapkan jumlah kerugian negara,” tegasnya.

Baca Juga :  Lindungi Tokoh Agama, Ini Komitmen Polres Bojonegoro  

Selain dokumen sejumlah ruangan juga disita. Namun, Agus tidak menyebutkan ruangan ada saja yang disegel. Namun, di antaranya ada ruangan inspektur (kepala inspektorat). Dia menjelaskan, kejari sudah beberapa kali melakukan pemanggilan pada sejumlah saksi perkara ini. 

Penggeledahan kemarin untuk mencari beberapa bukti tambahan dalam perkara ini. Dokumen apa saja yang disita? Agus tidak memberitahukan. “Dokumennya nantilah. Belum saatnya,” jelasnya. 

Informasi dihimpun Jawa Pos Radar Bojonegoro, biaya audit internal inspektorat di sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD) dilakukan melebihi waktu. Hal itu membuat anggaran menjadi sangat banyak. Namun, hingga berita ini ditulis pihak inspektorat belum memberikan keterangan.

Kepala Inspektorat Syamsul Hadi juga tidak mau memberikan keterangan resmi kepada awak media yang ada di lokasi. Padahal, Syamsul juga ada di kantor saat penggeledahan berlangsung.

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/