alexametrics
24.7 C
Bojonegoro
Tuesday, May 24, 2022

Pelajar Tewas Dihantam Bus, Ini Penyebabnya

BOJONEGORO – Seorang pelajar kelas XII MAN Model Bojonegoro Ahmad Anwarudin Haqiqi, 17, meregang nyawa akibat sepeda motor yang dikendarainya dihantam oleh bus jurusan Bojonegoro-Surabaya, Putra Mas. Kecelakaan tersebut terjadi di Jalan Raya jurusan Bojonegoro-Babat turut Desa Medalem Kecamatan Sumberrejo sekitar pukul 06.00 Senin (27/11). 

Berdasarkan keterangan para saksi-saksi di tempat kejadian perkara (TKP), Kanit Lakalantas Satlantas Polres Bojonegoro Ipda Mukari menerangkan, kronologi kecelakaan tersebut bermula saat kendaraan bus Putra Mas nopol S 7535 UA yang dikemudikan oleh Istamaji, 54, warga Desa Ngumpakdalem, Kecamatan Dander, berjalan dari arah barat ke timur dengan kecepatan cukup kencang. 

Ketika sampai di TKP, pada saat yang bersamaan, dari arah timur ke barat melaju sepeda motor R15 Nopol S 2017 GS yang dikendarai Ahmad Anwarudin Haqiqi mendahului kendaraan lain, Pajero, yang berjalan searah di depannya hingga melebihi as jalan.

Baca Juga :  Tempatkan Petugas di Traffic Light

’’Karena jarak sudah dekat dan pengendara sepeda moto R15 ceroboh saat mendahului dan kurang memperhatikan arus lalu lintas di depannya, akhirnya terjadi laka lantas,” jelasnya.

Akibat dari kejadian laka lantas tersebut, pengendara sepeda motor R15 meninggal dunia di TKP dan dievakuasi ke RSUD Bojonegoro serta kendaraan yang terlibat diamankan laka lantas. 

Mukari pun menambahkan saat di TKP tak ada saksi yang melihat secara seksama kronologi kecelakaan tersebut.

Para saksi secara sepihak berasumsi penyebab kecelakaan tersebut dikarenakan pengendara bus yang ngeblong.

’’Saksi-saksi di TKP sebagian besar menuduh pengendara bus ngeblong, namun kami pun tentu melakukan identifikasi dan olah TKP,” ujarnya. 

Setelah dilakukan identifikasi, Mukari mengungkapkan, bekas rem bus tersebut tidak menunjukkan telah melanggar dan melebihi as jalan.

Baca Juga :  Miliki Rumah, Berhadiah, dan Diskon Melimpah

’’Tidak ada maksud untuk membela pengendara bus, namun sesuai fakta di lapangan,” ujarnya. 

Saat ini, pengendara bus juga diamankan di kantor Satlantas Polres Bojonegoro guna dimintai keterangan lebih lanjut, apabila dinyatakan tidak bersalah, tentu akan dibebaskan.

BOJONEGORO – Seorang pelajar kelas XII MAN Model Bojonegoro Ahmad Anwarudin Haqiqi, 17, meregang nyawa akibat sepeda motor yang dikendarainya dihantam oleh bus jurusan Bojonegoro-Surabaya, Putra Mas. Kecelakaan tersebut terjadi di Jalan Raya jurusan Bojonegoro-Babat turut Desa Medalem Kecamatan Sumberrejo sekitar pukul 06.00 Senin (27/11). 

Berdasarkan keterangan para saksi-saksi di tempat kejadian perkara (TKP), Kanit Lakalantas Satlantas Polres Bojonegoro Ipda Mukari menerangkan, kronologi kecelakaan tersebut bermula saat kendaraan bus Putra Mas nopol S 7535 UA yang dikemudikan oleh Istamaji, 54, warga Desa Ngumpakdalem, Kecamatan Dander, berjalan dari arah barat ke timur dengan kecepatan cukup kencang. 

Ketika sampai di TKP, pada saat yang bersamaan, dari arah timur ke barat melaju sepeda motor R15 Nopol S 2017 GS yang dikendarai Ahmad Anwarudin Haqiqi mendahului kendaraan lain, Pajero, yang berjalan searah di depannya hingga melebihi as jalan.

Baca Juga :  Dibobol saat Tarawih, Polisi Ringkus Empat Pencuri 

’’Karena jarak sudah dekat dan pengendara sepeda moto R15 ceroboh saat mendahului dan kurang memperhatikan arus lalu lintas di depannya, akhirnya terjadi laka lantas,” jelasnya.

Akibat dari kejadian laka lantas tersebut, pengendara sepeda motor R15 meninggal dunia di TKP dan dievakuasi ke RSUD Bojonegoro serta kendaraan yang terlibat diamankan laka lantas. 

Mukari pun menambahkan saat di TKP tak ada saksi yang melihat secara seksama kronologi kecelakaan tersebut.

Para saksi secara sepihak berasumsi penyebab kecelakaan tersebut dikarenakan pengendara bus yang ngeblong.

’’Saksi-saksi di TKP sebagian besar menuduh pengendara bus ngeblong, namun kami pun tentu melakukan identifikasi dan olah TKP,” ujarnya. 

Setelah dilakukan identifikasi, Mukari mengungkapkan, bekas rem bus tersebut tidak menunjukkan telah melanggar dan melebihi as jalan.

Baca Juga :  Secangkir Kopi di Perbukitan

’’Tidak ada maksud untuk membela pengendara bus, namun sesuai fakta di lapangan,” ujarnya. 

Saat ini, pengendara bus juga diamankan di kantor Satlantas Polres Bojonegoro guna dimintai keterangan lebih lanjut, apabila dinyatakan tidak bersalah, tentu akan dibebaskan.

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/