alexametrics
24.4 C
Bojonegoro
Saturday, May 21, 2022

Tugu Cane Jadi Pengingat Spirit Pendahulu

LAMONGAN, Radar Lamongan – Kabupaten Lamongan menjadi wilayah yang ramai perdagangan, termasuk dikunjungi pedagang asing, sejak abad ke-XI. Hal itu berdasarkan data-data yang dikumpulkan para peneliti dan pegiat sejarah dengan merujuk peninggalan arkeologi seperti Prasasti Cane.

Bupati Lamongan Yuhronur Efendi menjelaskan, Desa Cane, yang sekarang dikenal Desa Candisari, Kecamatan Sambeng, seribu tahun lalu mendapatkan predikat Sima Swatantra (daerah bebas pajak). Simbolnya, Garudamukha sebagai lencana resmi kerajaan yang dituangkan dalam sebuah batu gurit atau prasasti batu berbentuk tugu lancip di bagian atasnya

Anugerah dari Raja Airlangga itu diberikan untuk menghargai perjuangan dan dedikasi para penduduk Cane karena kesetiaannya dalam membantu perjuangan raja menghadapi serangan musuhnya. Bahkan penduduk rela menjadi benteng kekuatan di wilayah barat.

Baca Juga :  Persela Lamongan Cari Alternatif Pengganti Demerson

Peristiwa penetapan Desa Cane itu menjadi kilas balik kejayaan Lamongan yang sudah dimulai dari 1.000 tahun lalu. “Kita buatkan pengingat dengan adanya tugu ini untuk mencontoh spirit pendahulu menuju kejayaan,” jelasnya. Bupati mengatakan, Prasasti Cane berisi tentang status perdikan desa serta ketentuan pajak atas orang asing yang berdagang di wilayah tersebut.

Dari prasasti itu disebutkan ada beberapa negara yang masuk dalam pengaturan pajaknya. Antara lain bangsa Arya (India), Sinhala (Thailand), Campa (Vietnam), Khamir (Kamboja), dan Keling (India). Lamongan sebagai salah satu muara perdagangan asing waktu itu, bisa dicontoh. Sehingga, sama-sama ada keinginan untuk perekonomian Lamongan yang lebih baik lagi.

LAMONGAN, Radar Lamongan – Kabupaten Lamongan menjadi wilayah yang ramai perdagangan, termasuk dikunjungi pedagang asing, sejak abad ke-XI. Hal itu berdasarkan data-data yang dikumpulkan para peneliti dan pegiat sejarah dengan merujuk peninggalan arkeologi seperti Prasasti Cane.

Bupati Lamongan Yuhronur Efendi menjelaskan, Desa Cane, yang sekarang dikenal Desa Candisari, Kecamatan Sambeng, seribu tahun lalu mendapatkan predikat Sima Swatantra (daerah bebas pajak). Simbolnya, Garudamukha sebagai lencana resmi kerajaan yang dituangkan dalam sebuah batu gurit atau prasasti batu berbentuk tugu lancip di bagian atasnya

Anugerah dari Raja Airlangga itu diberikan untuk menghargai perjuangan dan dedikasi para penduduk Cane karena kesetiaannya dalam membantu perjuangan raja menghadapi serangan musuhnya. Bahkan penduduk rela menjadi benteng kekuatan di wilayah barat.

Baca Juga :  Tergerus Air, Jalan Ambles

Peristiwa penetapan Desa Cane itu menjadi kilas balik kejayaan Lamongan yang sudah dimulai dari 1.000 tahun lalu. “Kita buatkan pengingat dengan adanya tugu ini untuk mencontoh spirit pendahulu menuju kejayaan,” jelasnya. Bupati mengatakan, Prasasti Cane berisi tentang status perdikan desa serta ketentuan pajak atas orang asing yang berdagang di wilayah tersebut.

Dari prasasti itu disebutkan ada beberapa negara yang masuk dalam pengaturan pajaknya. Antara lain bangsa Arya (India), Sinhala (Thailand), Campa (Vietnam), Khamir (Kamboja), dan Keling (India). Lamongan sebagai salah satu muara perdagangan asing waktu itu, bisa dicontoh. Sehingga, sama-sama ada keinginan untuk perekonomian Lamongan yang lebih baik lagi.

Artikel Terkait

Most Read

Laga Krusial

LJK Tryout PBT Mulai Dikoreksi

Vaksinasi Sasaran GTK Belum Tuntas

Masih Tersisa Dua Kuota Pemain Senior

Artikel Terbaru


/