alexametrics
30.7 C
Bojonegoro
Monday, May 16, 2022

Raih Penghargaan SAKIP Predikat A 

SURABAYA, Radar Lamongan – Bupati Lamongan, Yuhronur Efendi, menerima penghar gaan SAKIP (Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah) 2020 dengan predikat Baik (A) dari Pemerintah Provinsi Jawa Timur di Hotel Bumi Surabaya kemarin petang (27/10).

Hanya empat kepala daerah yang menerima penghargaan bergengsi tersebut. Selain Bupati Lamongan, juga Bupati Gresik, Ngawi, dan Banyuwangi. Penghargaan tersebut diserahkan langsung Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, didampingi Deputi Reformasi Birokrasi, Akuntabilitas Aparatur, dan Pengawasan Kementerian PAN-RB, Erwan Agus Purwanto.

Erwan mengungkapkan, penerima penghargaan SAKIP 2020 sebanyak 95 kementerian/ lembaga, 97 pemerintah provinsi, 64 pemerintah kabupaten/ kota yang memperoleh predikat minimal B. Di Jawa Timur sebanyak 6 kabupaten/ kota memperoleh predikat A. Yakni Kabupaten Lamongan, B anyuwangi, Gresik, Ngawi, Situbondo, dan Kota Malang. ‘’Namun yang memperoleh tiga kali berturut-turut adalah Lamongan, Gresik, Ngawi, dan Banyuwangi,” ungkapnya.

Gubernur Khofifah Indar Parawansa pada kesempatan itu mengungkapkan, core value yang telah diluncurkan Presiden Jokowi menjadi nilai landasan baru untuk seluruh ASN. “Ada nilai baru yang oleh pemerintah pusat diintroduksi pada kami yang ada di daerah, tugas sampai kepada aparatur pemerintah tingkat desa, supaya mudah. Ini semuanya harus online. Core value ASN Ber-AKHLAK ini adalah akronim, ini yang harus dipahamkan,” ungkapnya. Nilai dasar ASN BerAKHLAK yang diluncurkan Presiden Joko Widodo ini merupakan singkatan dari Berorientasi Pelayanan, Akuntabel, Kompeten, Harmonis, Adaptif, dan Kolaboratif. ‘’Hal itu diharapkan dapat menjadi penguatan untuk memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat,’’ tandas Khofifah. Bupati Lamongan, Yuhronur Efendi, mengucapkan terima kasih dan apresiasi sebesarbesarnya atas komitmen Kerja keras, dan kerjasama dari seluruh ASN Lamongan yang telah mampu mempertahankan capaian SAKIP Lamongan.

Baca Juga :  Siagakan Avengers di Rest Area

SAKIP dengan predikat A ini selama tiga tahun berturut-turut diraih Lamongan.

Dan hanya empat kabupaten yang mendapatkan penghargaan tersebut. ‘’Alhamdulillah, Kabupaten Lamongan juga termasuk yang dianugerahi penghargaan ini. Ini menunjukkan bahwa Pemerintah Kabupaten Lamongan dalam tata kelola pemerintahan dan pelayanan publik telah menerapkan SAKIP sebagai media pertanggungjawaban kinerja dan alat pengendalian manajemen, yang diukur dari IKI (indikator kinerja individu) dan opini Badan Pemeriksa Keuangan RI dengan predikat WTP selama 5 tahun berturut-turut,” terang Pak Yes- sapaan akrab Bupati Yuhronur Efendi. Menurut Pak Yes, reformasi birokrasi mutlak akan dilakukan untuk menjawab tuntutan masyarakat terhadap pelaksanaan pelayanan publik yang responsif dan adaptif.

Langkah yang yang dilakukan, yakni dengan menyamakan cara pandang, menginternalisasi visi, misi, dan program prioritas kepada seluruh ASN, serta perubahan perilaku dan budaya kerja yang selaras dengan dimensi dynamic governance, juga mendorong core value ASN BerAKHLAK. “Semangat dynamic governance menuju kejayaan Lamongan yang berkeadilan akan terus kami gelorakan dengan pendekatan kolaborasi.

Baca Juga :  Nelayan Tunggu Kepastian Cantrang

Melalui kolaborasi stakeholder nantinya akan muncul ino- vasi-inovasi baru yang dapat mempercepat pembangunan SDM, potensi unggulan, dan pelayanan publik di Kabupaten Lamongan,” tutur Pak Yes. Penghargaan SAKIP predikat A diberikan kepada kepala daerah yang mendapat penghargaan tersebut selama tiga tahun berturut-turut. Kabupaten Lamongan meraih penghargaan tersebut pada 2018 – 2020. (feb) 

SURABAYA, Radar Lamongan – Bupati Lamongan, Yuhronur Efendi, menerima penghar gaan SAKIP (Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah) 2020 dengan predikat Baik (A) dari Pemerintah Provinsi Jawa Timur di Hotel Bumi Surabaya kemarin petang (27/10).

Hanya empat kepala daerah yang menerima penghargaan bergengsi tersebut. Selain Bupati Lamongan, juga Bupati Gresik, Ngawi, dan Banyuwangi. Penghargaan tersebut diserahkan langsung Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, didampingi Deputi Reformasi Birokrasi, Akuntabilitas Aparatur, dan Pengawasan Kementerian PAN-RB, Erwan Agus Purwanto.

Erwan mengungkapkan, penerima penghargaan SAKIP 2020 sebanyak 95 kementerian/ lembaga, 97 pemerintah provinsi, 64 pemerintah kabupaten/ kota yang memperoleh predikat minimal B. Di Jawa Timur sebanyak 6 kabupaten/ kota memperoleh predikat A. Yakni Kabupaten Lamongan, B anyuwangi, Gresik, Ngawi, Situbondo, dan Kota Malang. ‘’Namun yang memperoleh tiga kali berturut-turut adalah Lamongan, Gresik, Ngawi, dan Banyuwangi,” ungkapnya.

Gubernur Khofifah Indar Parawansa pada kesempatan itu mengungkapkan, core value yang telah diluncurkan Presiden Jokowi menjadi nilai landasan baru untuk seluruh ASN. “Ada nilai baru yang oleh pemerintah pusat diintroduksi pada kami yang ada di daerah, tugas sampai kepada aparatur pemerintah tingkat desa, supaya mudah. Ini semuanya harus online. Core value ASN Ber-AKHLAK ini adalah akronim, ini yang harus dipahamkan,” ungkapnya. Nilai dasar ASN BerAKHLAK yang diluncurkan Presiden Joko Widodo ini merupakan singkatan dari Berorientasi Pelayanan, Akuntabel, Kompeten, Harmonis, Adaptif, dan Kolaboratif. ‘’Hal itu diharapkan dapat menjadi penguatan untuk memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat,’’ tandas Khofifah. Bupati Lamongan, Yuhronur Efendi, mengucapkan terima kasih dan apresiasi sebesarbesarnya atas komitmen Kerja keras, dan kerjasama dari seluruh ASN Lamongan yang telah mampu mempertahankan capaian SAKIP Lamongan.

Baca Juga :  FASI Belum Tentukan Jumlah Atlet

SAKIP dengan predikat A ini selama tiga tahun berturut-turut diraih Lamongan.

Dan hanya empat kabupaten yang mendapatkan penghargaan tersebut. ‘’Alhamdulillah, Kabupaten Lamongan juga termasuk yang dianugerahi penghargaan ini. Ini menunjukkan bahwa Pemerintah Kabupaten Lamongan dalam tata kelola pemerintahan dan pelayanan publik telah menerapkan SAKIP sebagai media pertanggungjawaban kinerja dan alat pengendalian manajemen, yang diukur dari IKI (indikator kinerja individu) dan opini Badan Pemeriksa Keuangan RI dengan predikat WTP selama 5 tahun berturut-turut,” terang Pak Yes- sapaan akrab Bupati Yuhronur Efendi. Menurut Pak Yes, reformasi birokrasi mutlak akan dilakukan untuk menjawab tuntutan masyarakat terhadap pelaksanaan pelayanan publik yang responsif dan adaptif.

Langkah yang yang dilakukan, yakni dengan menyamakan cara pandang, menginternalisasi visi, misi, dan program prioritas kepada seluruh ASN, serta perubahan perilaku dan budaya kerja yang selaras dengan dimensi dynamic governance, juga mendorong core value ASN BerAKHLAK. “Semangat dynamic governance menuju kejayaan Lamongan yang berkeadilan akan terus kami gelorakan dengan pendekatan kolaborasi.

Baca Juga :  Lantai Dua Dianggarkan Tahun Depan

Melalui kolaborasi stakeholder nantinya akan muncul ino- vasi-inovasi baru yang dapat mempercepat pembangunan SDM, potensi unggulan, dan pelayanan publik di Kabupaten Lamongan,” tutur Pak Yes. Penghargaan SAKIP predikat A diberikan kepada kepala daerah yang mendapat penghargaan tersebut selama tiga tahun berturut-turut. Kabupaten Lamongan meraih penghargaan tersebut pada 2018 – 2020. (feb) 

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/