alexametrics
29.7 C
Bojonegoro
Sunday, May 22, 2022

Polres Selidiki Bantuan Keuangan Khusus Empat Desa

NGIMBANG,  Radar Lamongan – Bantuan keuangan khusus (BKK) tahun lalu pada empat desa di Kecamatan Ngimbang diduga bermasalah. Dugaan itu diadukan ke Polres Lamongan.
Kasatreskrim Polres Lamongan, AKP Yoan Septi, mengatakan, aduan dugaan penyelewengan BKK yang masuk ke pihaknya berasal dari Desa Durikedungjero, Mendogo, Kedungmentawar, dan Kakatpenjalin.
Berdasarkan data yang masuk, lanjut dia, satu desa mendapatkan bantuan sekitar Rp 300 juta. Laporan pengaduannya, proyek di desa fiktif, tak ada pengerjaan.
Yoan menuturkan, setelah anggotanya melakukan pengecekan, ternyata semua proyek sudah dikerjakan. ‘’Sudah dikerjakan semua, untuk lokasi yang mendapatkan bantuan tersebut,’’ klaimnya.
Kasatreskrim menjelaskan, anggaran bantuan digunakan pembangunan jalan, rabat beton, aspal, dan balai desa. Khusus pembangunan balai desa, saat ini masih berlangsung. Menurut Yoan, balai desa itu mendapatkan dua kali bantuan.
‘’Anggota sudah melakukan pengecekan. Hingga kini tahap penyelidikan berlangsung,’’ tuturnya.
Yoan menambahkan, pihak pengadu dan yang diadukan sudah dimintai keterangan. Ke depan, pihaknya bekerja sama dengan dinas terkait untuk menghitung anggaran yang digunakan.
‘’ Untuk anggaran, setiap desa tak bisa menyebutkan dengan detail. Kurang lebih rata – rata Rp 300 juta,’’ bebernya.

Baca Juga :  Hindari Berkunjung ke Kafe Baru Buka

NGIMBANG,  Radar Lamongan – Bantuan keuangan khusus (BKK) tahun lalu pada empat desa di Kecamatan Ngimbang diduga bermasalah. Dugaan itu diadukan ke Polres Lamongan.
Kasatreskrim Polres Lamongan, AKP Yoan Septi, mengatakan, aduan dugaan penyelewengan BKK yang masuk ke pihaknya berasal dari Desa Durikedungjero, Mendogo, Kedungmentawar, dan Kakatpenjalin.
Berdasarkan data yang masuk, lanjut dia, satu desa mendapatkan bantuan sekitar Rp 300 juta. Laporan pengaduannya, proyek di desa fiktif, tak ada pengerjaan.
Yoan menuturkan, setelah anggotanya melakukan pengecekan, ternyata semua proyek sudah dikerjakan. ‘’Sudah dikerjakan semua, untuk lokasi yang mendapatkan bantuan tersebut,’’ klaimnya.
Kasatreskrim menjelaskan, anggaran bantuan digunakan pembangunan jalan, rabat beton, aspal, dan balai desa. Khusus pembangunan balai desa, saat ini masih berlangsung. Menurut Yoan, balai desa itu mendapatkan dua kali bantuan.
‘’Anggota sudah melakukan pengecekan. Hingga kini tahap penyelidikan berlangsung,’’ tuturnya.
Yoan menambahkan, pihak pengadu dan yang diadukan sudah dimintai keterangan. Ke depan, pihaknya bekerja sama dengan dinas terkait untuk menghitung anggaran yang digunakan.
‘’ Untuk anggaran, setiap desa tak bisa menyebutkan dengan detail. Kurang lebih rata – rata Rp 300 juta,’’ bebernya.

Baca Juga :  Menelusuri Gua di Perbatasan Bojonegoro-Nganjuk

Artikel Terkait

Most Read

Ingin Cepat Cerai, Bawa Celurit

Jordi Coret 12 Pemain

Menpora Ajak Mimipi Raih Juara Dunia

Kenaikan Gaji PNS Belum Jelas

Artikel Terbaru

Dari Dangdut ke Salawat

Mampu Berbuah Lebih Cepat

Anak Desa Harus Semangat Kuliah


/