alexametrics
24.9 C
Bojonegoro
Sunday, May 22, 2022

Perbaikan Dinding Gedung Tujuh Lantai Pemkab Bojonegoro Dianggarkan 7M

Radar Bojonegoro – Angin kencang merusak pelapis dinding gedung tujuh lantai Pemkab Bojonegoro, 11 Desember 2019 lalu. Sejak itu, hingga saat ini belum dilakukan perbaikan karena pasca kejadian belum masuk penganggaran. Sebaliknya, perbaikan dinding gedung pemkab dilaksanakan tahun depan.

Alokasi anggaran disiapkan cukup besar, yakni mencapai Rp 7 miliar. Perbaikan itu akan dilakukan menyeluruh di semua sisi dinding gedung. Badan anggaran (banggar) DPRD akan menanyakan besaran anggaran perbaikan tersebut.

Kabid Tata Bangun Dinas Perumahan Kawasan Pemukiman dan Cipta Karya (DPKCK) Bojonegoro Beni Kurniawan mengatakan, perbaikan gedung pemkab batal dilakukan tahun ini. Sebab, tahun ini tidak ada anggaran bisa dialokasikan untuk perbaikan gedung lantai tujuh itu.

Awalnya, perbaikan akan dilakukan di perubahan-APBD tahun ini. Anggarannya digeserkan dari kegiatan lainnya. Namun, perbaikan diputuskan dilaksanakan tahun depan. ‘’Perbaikannya dipastikan tahun depan. Yang kami siapkan Rp 7 miliar,’’ jelasnya kemarin (27/10).

Baca Juga :  Meriah, Masyarakat Antusias

Perbaikan dinding rencananya akan dilakukan menyeluruh. Tidak hanya pada bagian rusak saja. Namun, Beni belum menyebutkan model perbaikan akan dilaksanakan tahun depan itu. ‘’Kami belum bisa menyebutkan. Saat ini masih persiapan untuk perencanaan,’’ tuturnya.

Dinding gedung pemkab mengalami kerusakan pada akhir tahun lalu. Kerusakan itu terjadi setelah APBD tahun ini disahkan. Sehingga, perbaikan kerusakan itu belum bisa dianggarkan di APBD tahun ini.

Sekretaris Komisi C DPRD Ahmad Supriyanto mengatakan, pihaknya akan menelaah lebih jauh anggaran perbaikan gedung itu. Jika benar, harus ada kejelasan besaran anggaran itu untuk apa saja. ‘’Nanti akan kami tanyakan di rapat anggaran,’’ ujar pria juga anggota badan anggaran (banggar) DPRD itu.

Baca Juga :  Antrean Haji Capai 27 Tahun

Menurut politikus Partai Golkar itu, ada hal lain harus diperhatikan pemkab, yakni sektor pendidikan. Tahun depan anggaran pendidikan tidak begitu besar. Sebab, bantuan operasional sekolah daerah (bosda) tidak dianggarkan di APBD.

Sedangkan, perbaikan dinding gedung itu tahun depan menelan anggaran cukup besar. Menurut dia, pembangunan fisik memang penting. Sebab, menjadi program prioritras pemkab. Namun, ada program juga tidak kalah penting, yakni pendidikan.

‘’Tahun depan bosda malah tidak dianggarkan,’’ ujar politikus asal Kecamatan Baureno. Hal itu, lanjut dia, sangat disayang kan. Sebab, anggaran untuk proyek fisik yang begitu besar, namun anggaran pendidikan minim. Hal itu harus ada kejelasan. ‘’Pendidikan itu penting sekali. Anggarannya harus 20 persen dari APBD,’’ jelasnya.

Radar Bojonegoro – Angin kencang merusak pelapis dinding gedung tujuh lantai Pemkab Bojonegoro, 11 Desember 2019 lalu. Sejak itu, hingga saat ini belum dilakukan perbaikan karena pasca kejadian belum masuk penganggaran. Sebaliknya, perbaikan dinding gedung pemkab dilaksanakan tahun depan.

Alokasi anggaran disiapkan cukup besar, yakni mencapai Rp 7 miliar. Perbaikan itu akan dilakukan menyeluruh di semua sisi dinding gedung. Badan anggaran (banggar) DPRD akan menanyakan besaran anggaran perbaikan tersebut.

Kabid Tata Bangun Dinas Perumahan Kawasan Pemukiman dan Cipta Karya (DPKCK) Bojonegoro Beni Kurniawan mengatakan, perbaikan gedung pemkab batal dilakukan tahun ini. Sebab, tahun ini tidak ada anggaran bisa dialokasikan untuk perbaikan gedung lantai tujuh itu.

Awalnya, perbaikan akan dilakukan di perubahan-APBD tahun ini. Anggarannya digeserkan dari kegiatan lainnya. Namun, perbaikan diputuskan dilaksanakan tahun depan. ‘’Perbaikannya dipastikan tahun depan. Yang kami siapkan Rp 7 miliar,’’ jelasnya kemarin (27/10).

Baca Juga :  Ketika Pameran Menjadi Media Ikhtiar bagi Seniman Lukis

Perbaikan dinding rencananya akan dilakukan menyeluruh. Tidak hanya pada bagian rusak saja. Namun, Beni belum menyebutkan model perbaikan akan dilaksanakan tahun depan itu. ‘’Kami belum bisa menyebutkan. Saat ini masih persiapan untuk perencanaan,’’ tuturnya.

Dinding gedung pemkab mengalami kerusakan pada akhir tahun lalu. Kerusakan itu terjadi setelah APBD tahun ini disahkan. Sehingga, perbaikan kerusakan itu belum bisa dianggarkan di APBD tahun ini.

Sekretaris Komisi C DPRD Ahmad Supriyanto mengatakan, pihaknya akan menelaah lebih jauh anggaran perbaikan gedung itu. Jika benar, harus ada kejelasan besaran anggaran itu untuk apa saja. ‘’Nanti akan kami tanyakan di rapat anggaran,’’ ujar pria juga anggota badan anggaran (banggar) DPRD itu.

Baca Juga :  Bripda Sylvia, Kini Sudah Terbiasa Dengan Situasi Demo

Menurut politikus Partai Golkar itu, ada hal lain harus diperhatikan pemkab, yakni sektor pendidikan. Tahun depan anggaran pendidikan tidak begitu besar. Sebab, bantuan operasional sekolah daerah (bosda) tidak dianggarkan di APBD.

Sedangkan, perbaikan dinding gedung itu tahun depan menelan anggaran cukup besar. Menurut dia, pembangunan fisik memang penting. Sebab, menjadi program prioritras pemkab. Namun, ada program juga tidak kalah penting, yakni pendidikan.

‘’Tahun depan bosda malah tidak dianggarkan,’’ ujar politikus asal Kecamatan Baureno. Hal itu, lanjut dia, sangat disayang kan. Sebab, anggaran untuk proyek fisik yang begitu besar, namun anggaran pendidikan minim. Hal itu harus ada kejelasan. ‘’Pendidikan itu penting sekali. Anggarannya harus 20 persen dari APBD,’’ jelasnya.

Artikel Terkait

Most Read

Rekrut Caleg Potensial

Sudah Tak Butuh RS Baru

Pujasera MPP Blora Diresmikan

Artikel Terbaru

Dari Dangdut ke Salawat

Mampu Berbuah Lebih Cepat

Anak Desa Harus Semangat Kuliah


/