alexametrics
24.9 C
Bojonegoro
Sunday, May 22, 2022

Air Cemaran Bengawan Solo Mengalir ke Laren

Radar Lamongan – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Lamongan mendapatkan laporan dan keluhan masyarakat terkait pencemaran limbah di Daerah Aliran Sungai (DAS) Bengawan Solo. ‘’Kita akan melakukan uji lab. Hasilnya nanti akan kita sampaikan ke dinas lainnya,’’ kata Kepala DLH Lamongan Anang Taufik saat dikonfirmasi via ponsel.

Dia menyayangkan pihak Perum Jasa Tirta sebagai penyedia air DAS Bengawan Solo, yang tidak melaporkan adanya pencemaran limbah kepada dinasnya. ‘’Kami belum pernah menerima (laporan dari Perum Jasa Tirta). Tapi kami langsung merespons dan menindak lanjuti (keluhan masyarakat),’’ imbuh Anang.

Warga di bantaran DAS Bengawan Solo merasa kesehatan masyarakat yang menggantungkan konsumsi air terancam. Juga petani yang mengandalkan irigasi. ‘’Semua penghidupan air dari Bengawan Solo. Jadi ini sangat mengganggu untuk warga di sini,’’ tutur salah satu petani di Desa Plangwot, Kecamatan Laren, Suminto, kepada Jawa Pos Radar Lamongan kemarin (27/9).

Baca Juga :  Kesalahan Teknis, Tiga Sekolah Gelar Ujian Susulan

Dia menjelaskan, tanaman padi yang memasuki usia dua minggu, terlihat layu dan mati. Minto sudah melakukan pemupukan lebih. Namun tanaman padinya tetap tidak normal seperti biasanya. ‘’Dampaknya seperti ini Pak. Ini kan kena air limbah, langsung tidak bisa berkembang,’’ klaim Minto sembari menunjukkan tanaman padi yang layu akibat pencemaran DAS Bengawan Solo.

Dia memerkirakan pencemaran limbah sudah masuk di Laren lebih dari seminggu. Tiga hari terakhir, pencemaran makin terlihat. ‘’Setahun sekali mesti ada air limbah, tapi ini yang lebih parah,’’ katanya sambil mengerutkan dahi.

Minto berharap pihak terkait mampu menanggulangi pencemaran limbah di DAS Bengawan Solo. Sehingga, penggunaan air di Bengawan Solo segera normal kembali. ‘’Kami memohon dari pemdes, camat, pemkab, maupun pemerintah provinsi dan pusat segera menindaklanjuti pencemaran limbah ini,’’ harap Minto.

Baca Juga :  Dansatgas Giatkan Literasi Pada Anak-Anak Usia Dini

Pengurus lembaga pemberdayaan masyarakat setempat, Adib Wijaya, membenarkan pencemaran sungai mulai terjadi seminggu. Sejak tiga hari terakhir, terlihat hitam pekat. ‘’Kami berharap dari pemerintah menindak siapa yang melakukan ini. Karena ini sudah melanggar hukum, terutama sosial masyarakat yang terdampak,’’ ucap Adib.

Dia mengatakan, dampak pencemaran limbah cukup besar terhadap pertanian. Adib mengklaim petani di Desa Plangwot ikut terdampak. ‘’Lahan luas wilayah sini sekitar 2.600 hektare. Kalau ini nanti gagal panen, ini akan mengalami kerugian yang sangat luar biasa,’’ tuturnya.

Dia menduga pencemaran limbah dari wilayah barat, yang sebelumnya terjadi di Bojonegoro. ‘’Di sini air bengawan menjadi konsumsi masyarakat melalui Hipam. Kita khawatir ada dampak penyakit dari limbah ini. Ini sumber pertama, jadi setiap hari masyarakat mengonsumsi dari air Bengawan Solo ini,’’ terang Adib.

Radar Lamongan – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Lamongan mendapatkan laporan dan keluhan masyarakat terkait pencemaran limbah di Daerah Aliran Sungai (DAS) Bengawan Solo. ‘’Kita akan melakukan uji lab. Hasilnya nanti akan kita sampaikan ke dinas lainnya,’’ kata Kepala DLH Lamongan Anang Taufik saat dikonfirmasi via ponsel.

Dia menyayangkan pihak Perum Jasa Tirta sebagai penyedia air DAS Bengawan Solo, yang tidak melaporkan adanya pencemaran limbah kepada dinasnya. ‘’Kami belum pernah menerima (laporan dari Perum Jasa Tirta). Tapi kami langsung merespons dan menindak lanjuti (keluhan masyarakat),’’ imbuh Anang.

Warga di bantaran DAS Bengawan Solo merasa kesehatan masyarakat yang menggantungkan konsumsi air terancam. Juga petani yang mengandalkan irigasi. ‘’Semua penghidupan air dari Bengawan Solo. Jadi ini sangat mengganggu untuk warga di sini,’’ tutur salah satu petani di Desa Plangwot, Kecamatan Laren, Suminto, kepada Jawa Pos Radar Lamongan kemarin (27/9).

Baca Juga :  Bupati Anna Mu’awanah Resmikan TPA Bandungrejo

Dia menjelaskan, tanaman padi yang memasuki usia dua minggu, terlihat layu dan mati. Minto sudah melakukan pemupukan lebih. Namun tanaman padinya tetap tidak normal seperti biasanya. ‘’Dampaknya seperti ini Pak. Ini kan kena air limbah, langsung tidak bisa berkembang,’’ klaim Minto sembari menunjukkan tanaman padi yang layu akibat pencemaran DAS Bengawan Solo.

Dia memerkirakan pencemaran limbah sudah masuk di Laren lebih dari seminggu. Tiga hari terakhir, pencemaran makin terlihat. ‘’Setahun sekali mesti ada air limbah, tapi ini yang lebih parah,’’ katanya sambil mengerutkan dahi.

Minto berharap pihak terkait mampu menanggulangi pencemaran limbah di DAS Bengawan Solo. Sehingga, penggunaan air di Bengawan Solo segera normal kembali. ‘’Kami memohon dari pemdes, camat, pemkab, maupun pemerintah provinsi dan pusat segera menindaklanjuti pencemaran limbah ini,’’ harap Minto.

Baca Juga :  Kesalahan Teknis, Tiga Sekolah Gelar Ujian Susulan

Pengurus lembaga pemberdayaan masyarakat setempat, Adib Wijaya, membenarkan pencemaran sungai mulai terjadi seminggu. Sejak tiga hari terakhir, terlihat hitam pekat. ‘’Kami berharap dari pemerintah menindak siapa yang melakukan ini. Karena ini sudah melanggar hukum, terutama sosial masyarakat yang terdampak,’’ ucap Adib.

Dia mengatakan, dampak pencemaran limbah cukup besar terhadap pertanian. Adib mengklaim petani di Desa Plangwot ikut terdampak. ‘’Lahan luas wilayah sini sekitar 2.600 hektare. Kalau ini nanti gagal panen, ini akan mengalami kerugian yang sangat luar biasa,’’ tuturnya.

Dia menduga pencemaran limbah dari wilayah barat, yang sebelumnya terjadi di Bojonegoro. ‘’Di sini air bengawan menjadi konsumsi masyarakat melalui Hipam. Kita khawatir ada dampak penyakit dari limbah ini. Ini sumber pertama, jadi setiap hari masyarakat mengonsumsi dari air Bengawan Solo ini,’’ terang Adib.

Artikel Terkait

Most Read

Petani Keluhkan Hama Jamur

Berusaha Tiap Tempat ada Alquran

Mental Pemain Jadi Sorotan

Artikel Terbaru

Dari Dangdut ke Salawat

Mampu Berbuah Lebih Cepat

Anak Desa Harus Semangat Kuliah


/