alexametrics
24 C
Bojonegoro
Wednesday, May 25, 2022

10 Desa Terbaik Implementasi Keterbukaan Informasi Publik 2021

Radar Bojonegoro – Identitas Bojonegoro sebagai kabupaten meneguhkan keterbukaan publik hingga tingkat desa kembali berlanjut tahun ini. Desa Kedungsumber, Kecamatan Temayang, Bojonegoro, meraih predikat sebagai salah satu 10 desa terbaik se Indonesia dalam Apresiasi Implementasi Keterbukaan Informasi Publik digelar Komisi Informasi pusat. 

Penganugerahan ini diberikan oleh Wakil Presiden (Wapres) Prof Makhruf Amin. Bupati Bojonegoro Anna Mu’awanah mendampingi Kepala Desa Kedungsumber Kardi menghadiri penganugerahan berlangsung di Jakarta dan secara virtual. Dari Jawa Timur, hanya Desa Kedungsumber berhasil menembus penganugerahan ini. Mampu bersaing dari 74.961 desa di Indonesia. Apresiasi penganugerahan ini seiring peringatan Hari Hak untuk Tahu Sedunia (28/9).

‘’Selamat atas 10 Kepala Desa yang terpilih dan berhasil menata dalam keterbukaan informasi publik di desanya,’’ kata Wakil Presiden Ma’ruf Amin dalam sambutannya melalui konferensi video.

Baca Juga :  Polres Bojonegoro, Forpimda, dan Masyarakat Deklarasi Tolak Kerusuhan

Wapres berharap apresiasi ini dapat memberikan motivasi kepada desa-desa lain agar senantiasi menjunjung keterbukaan publik.  ‘’Keberehasilan ini menginspirasi desa lainnya dalam partisipasi masyarakat menuju teciptanya tata kelola pemerintahan desa yang lebih baik,’’ jelasnya.

Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi Abdul Halim Iskandar mengungkapkan, perlu kolaborasi antarpihak serta partisipasi warga untuk mewujudkan keterbukaan pemerintahan desa. Tata kelola pemerintahan yang baik tentu berdasar transparansi. 

Karena itu, pihaknya mengapresiasi program SDGs Desa dalam penanganan masalah desa. ‘’Data mikro semua masalah dapat dipilah dan ditangani. Ketika masuk level mikro, ada 74.961 desa di Indonesia tentu tinggal mengawal keterlanjutan program itu. Kemendes menggunakan SDGs Desa untuk pencapaian pembangunan keterlanjutan,’’ ujarnya. 

Direktur Bakti Kementerian Komunikasi dan Informasi (Kominfo) Fadhilah Mathar mengapresiasi aparatur desa dalam keterbukaan informasi publik. ‘’Desa simpul penting keterbukaan informasi publik,’’ ujarnya. 

Baca Juga :  Cakupan Vaksinasi Masih Rendah

Ketua Komisi Informasi Pusat Gede Narayana mengatakan apresiasi 10 desa ini dengan nilai tertinggi dalam informasi publik. Bentuk komitmen keterbukaan informasi sampai seluruh lapisan masyarakat. ‘’Kami berterima kasih atas sinergitas,’’ jelasnya. 

Sementara itu, 10 desa meraih penghargaan atas keterbukaan informasi publik terbaik di 2021 meliuti Desa Sendang Wonogiri Jawa Tengah; Desa Punggul Badung, Bali; Desa Blang Kolak I Aceh Tengah; Desa Cibiru Wetan Bandung; dan Desa Kumbang Lombok Timur Nusa Tenggara Barat.

Selanjutnya Desa Kabuna Belu Nusa Tenggara Timur; Desa Pohea Sanana Maluku Utara; Desa Karangsari Kulonprogo Jogjakarta; Desa Kedungsumber, Bojonegoro Jawa Timur); serta Desa Teluk Kapuas Kubu Raya Kalimantan Barat.

Radar Bojonegoro – Identitas Bojonegoro sebagai kabupaten meneguhkan keterbukaan publik hingga tingkat desa kembali berlanjut tahun ini. Desa Kedungsumber, Kecamatan Temayang, Bojonegoro, meraih predikat sebagai salah satu 10 desa terbaik se Indonesia dalam Apresiasi Implementasi Keterbukaan Informasi Publik digelar Komisi Informasi pusat. 

Penganugerahan ini diberikan oleh Wakil Presiden (Wapres) Prof Makhruf Amin. Bupati Bojonegoro Anna Mu’awanah mendampingi Kepala Desa Kedungsumber Kardi menghadiri penganugerahan berlangsung di Jakarta dan secara virtual. Dari Jawa Timur, hanya Desa Kedungsumber berhasil menembus penganugerahan ini. Mampu bersaing dari 74.961 desa di Indonesia. Apresiasi penganugerahan ini seiring peringatan Hari Hak untuk Tahu Sedunia (28/9).

‘’Selamat atas 10 Kepala Desa yang terpilih dan berhasil menata dalam keterbukaan informasi publik di desanya,’’ kata Wakil Presiden Ma’ruf Amin dalam sambutannya melalui konferensi video.

Baca Juga :  Jelang Pembangunan Ring Road Awas Makelar Tanah Beredar

Wapres berharap apresiasi ini dapat memberikan motivasi kepada desa-desa lain agar senantiasi menjunjung keterbukaan publik.  ‘’Keberehasilan ini menginspirasi desa lainnya dalam partisipasi masyarakat menuju teciptanya tata kelola pemerintahan desa yang lebih baik,’’ jelasnya.

Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi Abdul Halim Iskandar mengungkapkan, perlu kolaborasi antarpihak serta partisipasi warga untuk mewujudkan keterbukaan pemerintahan desa. Tata kelola pemerintahan yang baik tentu berdasar transparansi. 

Karena itu, pihaknya mengapresiasi program SDGs Desa dalam penanganan masalah desa. ‘’Data mikro semua masalah dapat dipilah dan ditangani. Ketika masuk level mikro, ada 74.961 desa di Indonesia tentu tinggal mengawal keterlanjutan program itu. Kemendes menggunakan SDGs Desa untuk pencapaian pembangunan keterlanjutan,’’ ujarnya. 

Direktur Bakti Kementerian Komunikasi dan Informasi (Kominfo) Fadhilah Mathar mengapresiasi aparatur desa dalam keterbukaan informasi publik. ‘’Desa simpul penting keterbukaan informasi publik,’’ ujarnya. 

Baca Juga :  Serukan Komite Ketenagakerjaan

Ketua Komisi Informasi Pusat Gede Narayana mengatakan apresiasi 10 desa ini dengan nilai tertinggi dalam informasi publik. Bentuk komitmen keterbukaan informasi sampai seluruh lapisan masyarakat. ‘’Kami berterima kasih atas sinergitas,’’ jelasnya. 

Sementara itu, 10 desa meraih penghargaan atas keterbukaan informasi publik terbaik di 2021 meliuti Desa Sendang Wonogiri Jawa Tengah; Desa Punggul Badung, Bali; Desa Blang Kolak I Aceh Tengah; Desa Cibiru Wetan Bandung; dan Desa Kumbang Lombok Timur Nusa Tenggara Barat.

Selanjutnya Desa Kabuna Belu Nusa Tenggara Timur; Desa Pohea Sanana Maluku Utara; Desa Karangsari Kulonprogo Jogjakarta; Desa Kedungsumber, Bojonegoro Jawa Timur); serta Desa Teluk Kapuas Kubu Raya Kalimantan Barat.

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/