alexametrics
32.6 C
Bojonegoro
Monday, August 8, 2022

Terungkap Palsu, Laporan Kehilangan Mobil

TUBAN, Radar Tuban – Modus baru penggelapan mobil dipraktikkan Ali Muta’al, 45, warga Jalan Delima 5, Kelurahan Perbon, Kecamatan Tuban. Pemilik sebuah rental mobil itu nyaris sukses menggelapkan sebuah mobil Honda BRV. Modus operandinya, dia menyembunyikan mobil yang baru dibeli secara kredit sekitar dua bulan lalu.  Untuk mengelabuhi leasing atau perusahaan pembiyaan, dia membuat laporan palsu kepada penyidik Satreskrim Polres Tuban. Laporannya, mobil tersebut dicuri.

Kapolres Tuban AKBP Nanang Haryono didampingi Kasatreskrim Polres Tuban AKP Mustijat Priyambodo kepada Jawa Pos Radar Tuban menjelaskan, Ali melaporkan kehilangan mobil ke Satreskrim Polres Tuban pada Agustus lalu. ‘’Belakangan diketahui, Ali sengaja membuat laporan palsu agar bisa memiliki mobil tanpa harus melanjutkan pembayaran angsuran kepada leasing’’ jelas Nanang.

Baca Juga :  Dibangun Dekat Proyek Jembatan Trucuk

Aksi nekat Ali sebenarnya nyaris mulus. Surat laporan kehilangan dari penyidik sudah dikantongi dan tengah proses pengajuan asuransi. Namun, dalam penyelidikan, petugas satreskrim mengendus kejanggalan laporan pelaku. Setelah dikembangkan, polisi berhasil mengamankan barang bukti Honda BRV bernopol palsu S 1779 XY. ‘’Setelah dilakukan penyelidikan, didapati mobil tersebut disembunyikan pelapor di luar kota dengan kondisi terpasang nopol palsu,’’ ujar dia. Perwira kelahiran Kedungadem, Bojonegoro ini mengatakan, pemilik rental mobil tersebut nekat membuat laporan palsu dengan tujuan mendapatkan uang asuransi untuk membeli mobil baru. Sebelum diamankan petugas, Honda BRV yang dilaporkan dicuri tersebut sempat dilarikan ke Jombang dan Lamongan oleh teman pelaku. Kedok laporan palsu tersebut terungkap setelah anggota Satreskrim Polres Tuban mengamankan mobil tersebut ketika berkeliaran di  Tuban.

Baca Juga :  Sampah Popok ­Merusak  Bengawan

Pihak leasing yang merasa ditipu melaporkan pelaku dengan jeratan pasal 242 jo 220 KUHP tentang laporan atau keterangan palsu. ‘’Ali yang awalnya berstatus pelapor, sekarang jadi tersangka karena terbukti merekayasa kejadian dan membuat laporan palsu,’’ tegas mantan kasubdit III Ditreskrimum Polda Jateng itu.

TUBAN, Radar Tuban – Modus baru penggelapan mobil dipraktikkan Ali Muta’al, 45, warga Jalan Delima 5, Kelurahan Perbon, Kecamatan Tuban. Pemilik sebuah rental mobil itu nyaris sukses menggelapkan sebuah mobil Honda BRV. Modus operandinya, dia menyembunyikan mobil yang baru dibeli secara kredit sekitar dua bulan lalu.  Untuk mengelabuhi leasing atau perusahaan pembiyaan, dia membuat laporan palsu kepada penyidik Satreskrim Polres Tuban. Laporannya, mobil tersebut dicuri.

Kapolres Tuban AKBP Nanang Haryono didampingi Kasatreskrim Polres Tuban AKP Mustijat Priyambodo kepada Jawa Pos Radar Tuban menjelaskan, Ali melaporkan kehilangan mobil ke Satreskrim Polres Tuban pada Agustus lalu. ‘’Belakangan diketahui, Ali sengaja membuat laporan palsu agar bisa memiliki mobil tanpa harus melanjutkan pembayaran angsuran kepada leasing’’ jelas Nanang.

Baca Juga :  Sampah Popok ­Merusak  Bengawan

Aksi nekat Ali sebenarnya nyaris mulus. Surat laporan kehilangan dari penyidik sudah dikantongi dan tengah proses pengajuan asuransi. Namun, dalam penyelidikan, petugas satreskrim mengendus kejanggalan laporan pelaku. Setelah dikembangkan, polisi berhasil mengamankan barang bukti Honda BRV bernopol palsu S 1779 XY. ‘’Setelah dilakukan penyelidikan, didapati mobil tersebut disembunyikan pelapor di luar kota dengan kondisi terpasang nopol palsu,’’ ujar dia. Perwira kelahiran Kedungadem, Bojonegoro ini mengatakan, pemilik rental mobil tersebut nekat membuat laporan palsu dengan tujuan mendapatkan uang asuransi untuk membeli mobil baru. Sebelum diamankan petugas, Honda BRV yang dilaporkan dicuri tersebut sempat dilarikan ke Jombang dan Lamongan oleh teman pelaku. Kedok laporan palsu tersebut terungkap setelah anggota Satreskrim Polres Tuban mengamankan mobil tersebut ketika berkeliaran di  Tuban.

Baca Juga :  Dibangun Dekat Proyek Jembatan Trucuk

Pihak leasing yang merasa ditipu melaporkan pelaku dengan jeratan pasal 242 jo 220 KUHP tentang laporan atau keterangan palsu. ‘’Ali yang awalnya berstatus pelapor, sekarang jadi tersangka karena terbukti merekayasa kejadian dan membuat laporan palsu,’’ tegas mantan kasubdit III Ditreskrimum Polda Jateng itu.

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/