alexametrics
23.6 C
Bojonegoro
Friday, May 27, 2022

Melihat Pembuatan Robot Soccer di Bojonegoro

Tangan Maulana begitu cekatan. Kabel yang centang perenang dia rangkai satu-persatu. Tidak berapa lama kemudian, dia merangkai sebuah alat yang digabung dengan kabel tersebut.

Sejurus kemudian, tanganya meraih sebuah stick play station. Stick tersebut kemudian dia gabungan dengan beberapa komponen yang dia rangkai tadi. ’’Ini adalah salah satu proses tersulitnya,’’ ungkap dia.

Tidak selesai di situ, kemudian dia memprogramnya  supaya benda tersebut bisa bergerak berdasarkan perintahnya. Bukan perintah lisan, melainkan perintah yang dijalankan dengan stick play station tersebut. 

Itulah proses singkat pembuatan robot soccer. Ya, sesuai namanya, soccer adalah robot yang bisa bermain bola.

Namun, tidak seperti yang dibayangkan, yaitu robot bisa berlari di lapangan dan berebut bola. Robot ini akan bermain bersama di lapangan khusus. Bukan di lapangan hijau layaknya pemain bola pada umumnya.

Baca Juga :  Bentuk Forum Diskusi Kebijakan

Maulana adalah siswa SMPN 2 Tuban. Dia ikut kompetisi tersebut bersama puluhan peserta lainya dari berbagai daerah di Indonesia.

Pelaksanaan kompetisi tersebut ada di Kecamatan Baureno. Persisnya di SMAN 1 Baureno Minggu (24/9) lalu. 

Dia menjelaskan, proses pembuatan robot tidaklah mudah. Perlu ketelitian dalam membuatnya. Salah dalam memasang komponen, akan membuat robot tidak bisa bergerak. ‘’Saya sendiri dalam membuatnya masih didampingi oleh guru’’ ungkapnya.

Setelah selesai perakitan, Maulana dan teman-temannya harus bersiap lagi. Yaitu, bertanding. Jadi, tidak tidak selesai pada perakitan robot dan jadi.

Namun, robot tersebut harus bisa bertanding. ’’Namanya kan robot soccer. Jadi, ya harus bisa bermain bola,’’ terangnya.

Ada 77 peserta yang ikut kompetisi perakitan dan pertandingan itu. Artinya, Maulana dan timnya harus melawan tim lainnya.

Baca Juga :  Pengukuhan Bunda PAUD Kecamatan dan PAUD AWARDS Lamongan 2021

’’Pesertanya dikelompokkan jadi dua. Kalau masuk final baru berhadapan dengan lawan yang tangguh,’’ ungkapnya.

Bola yang disediakan untuk pertandingan adalah seukuran bola golf. Lapangan yang disediakan juga cukup kecil. Sekitar 60 cm dengan lebar 20 cm. ’’Tapi, di situlah tantangannya,’’ jelasnya.

Pertandingan bola dengan menggunakan robot adalah sesuatu yang baru. Selama ini belum pernah dilakukan dalam pertandingan resmi. Padahal, pertandingan bola robot tersebut tidak kalah seru dengan pertandingan bola biasa.

Kepala SMAN 1 Baureno Muhammad Yunus mengatakan, para peserta kompetisi tersebut berasal dari berbagai daerah.

Mereka berlomba untuk merakit robot soccer yang terbaik. ’’Event ini dibuat untuk mengembangkan kreativitas dalam bidang robotik,’’ jelasnya.

Selain robot soccer, ke depan pihaknya akan membuat lagi robot untuk kegiatan lainnya. Misalnya, robot renang atau robot pengangkut sampah.

Tangan Maulana begitu cekatan. Kabel yang centang perenang dia rangkai satu-persatu. Tidak berapa lama kemudian, dia merangkai sebuah alat yang digabung dengan kabel tersebut.

Sejurus kemudian, tanganya meraih sebuah stick play station. Stick tersebut kemudian dia gabungan dengan beberapa komponen yang dia rangkai tadi. ’’Ini adalah salah satu proses tersulitnya,’’ ungkap dia.

Tidak selesai di situ, kemudian dia memprogramnya  supaya benda tersebut bisa bergerak berdasarkan perintahnya. Bukan perintah lisan, melainkan perintah yang dijalankan dengan stick play station tersebut. 

Itulah proses singkat pembuatan robot soccer. Ya, sesuai namanya, soccer adalah robot yang bisa bermain bola.

Namun, tidak seperti yang dibayangkan, yaitu robot bisa berlari di lapangan dan berebut bola. Robot ini akan bermain bersama di lapangan khusus. Bukan di lapangan hijau layaknya pemain bola pada umumnya.

Baca Juga :  Bentuk Forum Diskusi Kebijakan

Maulana adalah siswa SMPN 2 Tuban. Dia ikut kompetisi tersebut bersama puluhan peserta lainya dari berbagai daerah di Indonesia.

Pelaksanaan kompetisi tersebut ada di Kecamatan Baureno. Persisnya di SMAN 1 Baureno Minggu (24/9) lalu. 

Dia menjelaskan, proses pembuatan robot tidaklah mudah. Perlu ketelitian dalam membuatnya. Salah dalam memasang komponen, akan membuat robot tidak bisa bergerak. ‘’Saya sendiri dalam membuatnya masih didampingi oleh guru’’ ungkapnya.

Setelah selesai perakitan, Maulana dan teman-temannya harus bersiap lagi. Yaitu, bertanding. Jadi, tidak tidak selesai pada perakitan robot dan jadi.

Namun, robot tersebut harus bisa bertanding. ’’Namanya kan robot soccer. Jadi, ya harus bisa bermain bola,’’ terangnya.

Ada 77 peserta yang ikut kompetisi perakitan dan pertandingan itu. Artinya, Maulana dan timnya harus melawan tim lainnya.

Baca Juga :  Pengukuhan Bunda PAUD Kecamatan dan PAUD AWARDS Lamongan 2021

’’Pesertanya dikelompokkan jadi dua. Kalau masuk final baru berhadapan dengan lawan yang tangguh,’’ ungkapnya.

Bola yang disediakan untuk pertandingan adalah seukuran bola golf. Lapangan yang disediakan juga cukup kecil. Sekitar 60 cm dengan lebar 20 cm. ’’Tapi, di situlah tantangannya,’’ jelasnya.

Pertandingan bola dengan menggunakan robot adalah sesuatu yang baru. Selama ini belum pernah dilakukan dalam pertandingan resmi. Padahal, pertandingan bola robot tersebut tidak kalah seru dengan pertandingan bola biasa.

Kepala SMAN 1 Baureno Muhammad Yunus mengatakan, para peserta kompetisi tersebut berasal dari berbagai daerah.

Mereka berlomba untuk merakit robot soccer yang terbaik. ’’Event ini dibuat untuk mengembangkan kreativitas dalam bidang robotik,’’ jelasnya.

Selain robot soccer, ke depan pihaknya akan membuat lagi robot untuk kegiatan lainnya. Misalnya, robot renang atau robot pengangkut sampah.

Artikel Terkait

Most Read

Semen Indonesia Gelar Wayangan

Titik Krisis Air Bersih Meluas

Underpass Stasiun Tobo Butuh Perbaikan

Artikel Terbaru


/