alexametrics
23.7 C
Bojonegoro
Monday, June 27, 2022

Pepohonan di Sepanjang Jalan Gajahmada Bakal Diganti Tabebuya

Radar Bojonegoro – Penebangan pohon peneduh di sepanjang Jalan Gajahmada masih terus berlangsung. Sebanyak 262 pohon ditebang dan dicabut akarnya. Kepala Bidang (Kabid) Kabid Prasarana Sarana dan Utilitas Umum Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman, dan Cipta Karya (DPKPCK) Bojonegoro Hari Prasetyo mengatakan, saat ini masih fokus mencabut akar-akar pohon yang telah ditebang.

Berdasar jadwal pembangunan, diperkirakan September mendatang, ratusan pohon yang telah ditebang itu akan segera ditanam ulang pohon baru jenis tabebuya. Sehingga, pengerjaan drainase dan penanaman pohon baru bisa berjalan bersamaan.

Setelah drainase rampung, kontraktor tinggal merampungkan pembangunan trotoar. Hari juga menambahkan, empat titik lain juga akan dibangun trotoar baru yakni Jalan Untung Suropati, Diponegoro, Panglima Sudirman, dan RA Kartini juga akan menebang pohon-pohon nya.

Baca Juga :  Rem Blong, Truk Muatan Semen Hantam Empat Kendaraan

Namun, jumlah pohonnya tak sebanyak seperti di Jalan Gajahmada. Ia juga menegaskan, apabila pohon-pohon akarnya tidak meru sak drainase akan dipertahankan. “Semua titik yang akan dibangun trotoar itu pohon-pohonnya juga ikut ditebang, tapi setelahnya tentu akan segera ditanam pohon baru,” jelasnya.

Ia menerangkan, sebelum ditanam pohon baru, pihak kontraktor akan mema sang dulu buis beton berdiameter sekitar 20 sentimeter. Sehingga, harapannya akar pohon yang sudah besar tidak menerobos drainase. Terpisah, Ketua Komisi D DPRD Bojonegoro Abdulloh Umar mengatakan, bahwa komitmen kontraktor menanam ulang pohon baru harus diawasi ketat.

Pihak DPKPCK Bojonegoro juga perlu berkoordinasi intensif dengan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Bojonegoro bahwa setiap kegiatan seputar pohon penghijauan telah dikaji secara matang. “Kalau memang dengan dilakukan penebangan pohon itu bisa memperlancar pembangunan, tentunya diharapkan sudah melalui proses pengkajian secara matang, penanaman pohon baru juga diprioritaskan,” katanya. Sebab, setelah pohon-pohon itu ditebang tentu berdampak wilayah Jalan Gajahmada menjadi panas dan gersang. Kemudian apabila sudah masuk musim hujan dan tidak segera ditanam ulang pohon baru tentu berdampak banjir, karena resapan air berkurang.

Baca Juga :  Insentif Nakes Bakal Dicairkan Setiap Bulan, Nilainya Capai Rp 10 Juta

Radar Bojonegoro – Penebangan pohon peneduh di sepanjang Jalan Gajahmada masih terus berlangsung. Sebanyak 262 pohon ditebang dan dicabut akarnya. Kepala Bidang (Kabid) Kabid Prasarana Sarana dan Utilitas Umum Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman, dan Cipta Karya (DPKPCK) Bojonegoro Hari Prasetyo mengatakan, saat ini masih fokus mencabut akar-akar pohon yang telah ditebang.

Berdasar jadwal pembangunan, diperkirakan September mendatang, ratusan pohon yang telah ditebang itu akan segera ditanam ulang pohon baru jenis tabebuya. Sehingga, pengerjaan drainase dan penanaman pohon baru bisa berjalan bersamaan.

Setelah drainase rampung, kontraktor tinggal merampungkan pembangunan trotoar. Hari juga menambahkan, empat titik lain juga akan dibangun trotoar baru yakni Jalan Untung Suropati, Diponegoro, Panglima Sudirman, dan RA Kartini juga akan menebang pohon-pohon nya.

Baca Juga :  Bagi Gadis ini Telat Kuliah Tak Masalah

Namun, jumlah pohonnya tak sebanyak seperti di Jalan Gajahmada. Ia juga menegaskan, apabila pohon-pohon akarnya tidak meru sak drainase akan dipertahankan. “Semua titik yang akan dibangun trotoar itu pohon-pohonnya juga ikut ditebang, tapi setelahnya tentu akan segera ditanam pohon baru,” jelasnya.

Ia menerangkan, sebelum ditanam pohon baru, pihak kontraktor akan mema sang dulu buis beton berdiameter sekitar 20 sentimeter. Sehingga, harapannya akar pohon yang sudah besar tidak menerobos drainase. Terpisah, Ketua Komisi D DPRD Bojonegoro Abdulloh Umar mengatakan, bahwa komitmen kontraktor menanam ulang pohon baru harus diawasi ketat.

Pihak DPKPCK Bojonegoro juga perlu berkoordinasi intensif dengan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Bojonegoro bahwa setiap kegiatan seputar pohon penghijauan telah dikaji secara matang. “Kalau memang dengan dilakukan penebangan pohon itu bisa memperlancar pembangunan, tentunya diharapkan sudah melalui proses pengkajian secara matang, penanaman pohon baru juga diprioritaskan,” katanya. Sebab, setelah pohon-pohon itu ditebang tentu berdampak wilayah Jalan Gajahmada menjadi panas dan gersang. Kemudian apabila sudah masuk musim hujan dan tidak segera ditanam ulang pohon baru tentu berdampak banjir, karena resapan air berkurang.

Baca Juga :  Optimistis SD-SMP Masuk Kembali Mulai Oktober

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/