alexametrics
29.4 C
Bojonegoro
Saturday, June 25, 2022

Parade Baliku Indah Baliku Eksotis

SMP Negeri 5 Tuban tampil menawan pada pawai budaya nusantara, kemarin (27/8). Dengan mengangkat kekayaan adat, budaya, dan mitologi masyarakat Bali. Rombongan barisan parade tersebut membuat para penonton yang berjajar sepanjang rute yang dilewati terpukau oleh penampilannya.

Kepala SMPN 5 Tuban, Dra. Anik Winarni M.Pd mengatakan, pihaknya ingin mengenalkan budaya nusantara khususnya Bali kepada masyarakat Tuban. Menurutnya, Bali merupakan salah satu ikon wisata di Indonesia yang sudah dikenal oleh dunia karena keistimewaan-keisti­mewaannya.

‘’Dalam sejarah, Bali memiliki dunia kecil  dengan kekayaan tradisi, adat, legenda dan seni yang mempunyai keistimewaan, keindahan dan eksotisme,’’ tuturnya.

Baca Juga :  Pemkab Tunjuk 5 Dinas Untuk Canangkan Zona Integritas

Dalam pawai budaya ini, keluarga besar SMPN 5 tampil dengan totalitas. Tak hanya siswa-siswinya. Staf, karyawan, dan guru pun juga turun gunung untuk memeriahkan barisan parade tersebut.

‘’Untuk kali ini semua jajaran sekolah turut andil meramaikan rombongan pawai budaya ini,’’ kata Anik.

Dia lebih lanjut menyampaikan, tidak hanya penampilan siswa-siswi dengan riasannya. Parade tersebut juga menampilkan penjor yang merupakan hiasan yang biasanya digunakan dalam hari-hari besar umat Hindu di Bali. ‘’Kita juga menampilkan hiasan-hiasan adat khas yang biasa digunakan masyarakat Bali,’’ jelasnya.

Selain penjor, dalam parade tersebut juga menampilkan ogoh-ogoh yang dijadikan ikon dalam parade SMPN 5 Tuban. Ogoh-ogoh merupakan patung karya seni khas masyarakat Pulau Dewata yang mempunyai nilai historis dalam ajaran Hindu Dharma disana.

Baca Juga :  Mendag Targetkan Pengembangan Ekonomi Kawasan Lewat AEM Special Meeting

‘’Selain penjor dan ogoh-ogoh, kami juga menampilkan tarian khas daerah sana seperti tari kecak dan tari pendet. Kami juga menampilkan rombongan yang menceritakan legenda Calon Arang,’’ sebut mantan kepala SMP BAS itu.

Pendidik senior di Tuban itu menambahkan, sekolahnya juga tidak lupa untuk mengangkat potensi wisata di Bumi Wali. Yakni, wisata Gua Putri Asih. Narasinya menggambarkan tentang sejarah dan keindahan tempat wisata gua tersebut.

‘’Kami juga mempromosikan Gua Putri Asih kepada masyarakat Tuban, supaya masyarakat tahu Bumi Wali ini kaya akan potensi wisatanya termasuk gua tersebut,’’ kata dia. (rif)

SMP Negeri 5 Tuban tampil menawan pada pawai budaya nusantara, kemarin (27/8). Dengan mengangkat kekayaan adat, budaya, dan mitologi masyarakat Bali. Rombongan barisan parade tersebut membuat para penonton yang berjajar sepanjang rute yang dilewati terpukau oleh penampilannya.

Kepala SMPN 5 Tuban, Dra. Anik Winarni M.Pd mengatakan, pihaknya ingin mengenalkan budaya nusantara khususnya Bali kepada masyarakat Tuban. Menurutnya, Bali merupakan salah satu ikon wisata di Indonesia yang sudah dikenal oleh dunia karena keistimewaan-keisti­mewaannya.

‘’Dalam sejarah, Bali memiliki dunia kecil  dengan kekayaan tradisi, adat, legenda dan seni yang mempunyai keistimewaan, keindahan dan eksotisme,’’ tuturnya.

Baca Juga :  Langsung Mainkan Empat Pemain Asing, Ini Susunan Pemain Persela

Dalam pawai budaya ini, keluarga besar SMPN 5 tampil dengan totalitas. Tak hanya siswa-siswinya. Staf, karyawan, dan guru pun juga turun gunung untuk memeriahkan barisan parade tersebut.

‘’Untuk kali ini semua jajaran sekolah turut andil meramaikan rombongan pawai budaya ini,’’ kata Anik.

Dia lebih lanjut menyampaikan, tidak hanya penampilan siswa-siswi dengan riasannya. Parade tersebut juga menampilkan penjor yang merupakan hiasan yang biasanya digunakan dalam hari-hari besar umat Hindu di Bali. ‘’Kita juga menampilkan hiasan-hiasan adat khas yang biasa digunakan masyarakat Bali,’’ jelasnya.

Selain penjor, dalam parade tersebut juga menampilkan ogoh-ogoh yang dijadikan ikon dalam parade SMPN 5 Tuban. Ogoh-ogoh merupakan patung karya seni khas masyarakat Pulau Dewata yang mempunyai nilai historis dalam ajaran Hindu Dharma disana.

Baca Juga :  Brandao dan Striker Persela lalu, Ini Bedanya

‘’Selain penjor dan ogoh-ogoh, kami juga menampilkan tarian khas daerah sana seperti tari kecak dan tari pendet. Kami juga menampilkan rombongan yang menceritakan legenda Calon Arang,’’ sebut mantan kepala SMP BAS itu.

Pendidik senior di Tuban itu menambahkan, sekolahnya juga tidak lupa untuk mengangkat potensi wisata di Bumi Wali. Yakni, wisata Gua Putri Asih. Narasinya menggambarkan tentang sejarah dan keindahan tempat wisata gua tersebut.

‘’Kami juga mempromosikan Gua Putri Asih kepada masyarakat Tuban, supaya masyarakat tahu Bumi Wali ini kaya akan potensi wisatanya termasuk gua tersebut,’’ kata dia. (rif)

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/