alexametrics
30.3 C
Bojonegoro
Sunday, June 26, 2022

Jamaah dari Bangku Cadangan Meninggal di RSAS

LAMONGAN, Radar Lamongan – Seorang jamaah haji asal Lamongan kembali dinyatakan meninggal dunia.

‘’Benar, ada satu lagi yang meninggal. Ibu Sari binti Kastum Zaini, warga kelurahan Sukomulyo, Lamongan,” ujar Plt Kasi Penyelenggara Haji dan Umroh Kemenag Lamongan, Khoirul Anam.

Menurut dia, jamaah sudah mendapatkan perawatan setelah didiagnosa pneumonia susp efusi pleura dan dirawat di ICU isolasi. Jamaah tersebut mendapatkan perawatan medis melalui dokter dan tim paramedik kloter, sektor, maupun KKIH. Namun, jamaah akhirnya dilarikan ke Rumah Sakit Arab Saudi (RSAS)  King Faisal dan akhirnya meninggal.

Menurut Anam, jamaah tersebut sudah mengikuti seluruh prosesi haji.

Baca Juga :  Study Banding ke Pemkot Semarang

Sakur, putra pertama dari jamaah tersebut, menuturkan, ibunya berangkat bersama bapak Zaini. Justru Zaini yang disarankan menggunakan kursi roda karena kondisinya sempat kurang baik.

‘’Ini keinginan beliau (ibu) kalau memang sudah dikehendaki lebih baik meninggal di sana,” kenangnya kepada almarhumah.

Menurut dia, kedua orang tuanya berangkat dari bangku cadangan. Mereka daftar pada 2013. Selain faktor usia tua, ibunya memiliki riwayat penyakit paru-paru dan sesak napas.

LAMONGAN, Radar Lamongan – Seorang jamaah haji asal Lamongan kembali dinyatakan meninggal dunia.

‘’Benar, ada satu lagi yang meninggal. Ibu Sari binti Kastum Zaini, warga kelurahan Sukomulyo, Lamongan,” ujar Plt Kasi Penyelenggara Haji dan Umroh Kemenag Lamongan, Khoirul Anam.

Menurut dia, jamaah sudah mendapatkan perawatan setelah didiagnosa pneumonia susp efusi pleura dan dirawat di ICU isolasi. Jamaah tersebut mendapatkan perawatan medis melalui dokter dan tim paramedik kloter, sektor, maupun KKIH. Namun, jamaah akhirnya dilarikan ke Rumah Sakit Arab Saudi (RSAS)  King Faisal dan akhirnya meninggal.

Menurut Anam, jamaah tersebut sudah mengikuti seluruh prosesi haji.

Baca Juga :  Mendadak Jadi Selebgram

Sakur, putra pertama dari jamaah tersebut, menuturkan, ibunya berangkat bersama bapak Zaini. Justru Zaini yang disarankan menggunakan kursi roda karena kondisinya sempat kurang baik.

‘’Ini keinginan beliau (ibu) kalau memang sudah dikehendaki lebih baik meninggal di sana,” kenangnya kepada almarhumah.

Menurut dia, kedua orang tuanya berangkat dari bangku cadangan. Mereka daftar pada 2013. Selain faktor usia tua, ibunya memiliki riwayat penyakit paru-paru dan sesak napas.

Artikel Terkait

Most Read

Keruk Enam Titik Lumpur

15 Anak Derita Demam Berdarah

Dapil Wilayah Utara Dioper

Artikel Terbaru


/