alexametrics
23.7 C
Bojonegoro
Wednesday, May 25, 2022

Tepergok Curi Helm, Nenek Menangis 

BOJONEGORO – Seorang perempuan paro baya diamankan oleh Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Bojonegoro kemarin (27/8). Perempuan tanpa tanda identitas tersebut tertangkap tangan sedang mencuri helm di parkiran Pemkab Bojonegoro.

’’Dia tertangkap petugas mengambil helm di salah satu motor yang terparkir,’’ ungkap Didik, petugas satpol PP.

Kejadian tersebut terjadi pagi sekitar pukul 08.00. Saat itu, di Jalan Mastumapel sedang ada acara jalan sehat. Sehingga, parkiran pemkab penuh dengan motor. Sebelum perempuan tua tersebut tertangkap, satpol PP mendapatkan laporan dari masyarakat akan adanya sepatu roda yang hilang. Dari situ, petugas satpol PP langsung mengintensifkan pengawasan. Tidak lama kemudian, tepergok perempuan tua itu mengambil helm di parkiran depan kantor DPKAD pemkab. ’’Petugas langsung mengamankannya beserta helm yang dicuri,’’ jelasnya.

Baca Juga :  Terbiasa Melihat Mesin Besar

Petugas tidak mendapatkan identitas perempuan tua itu. Sebab, perempuan tua itu tidak membawa identitas apa pun. ’’Ngakunya orang Parengan, Tuban,’’ jelasnya.

Kepala para wartawan nenek tersebut mengaku khilaf. Dia mencuri helm karena terpaksa. Sebab, dia belum makan. ’’Saya khilaf. Saya ingin beli makan tapi tidak punya uang,’’ katanya, sembari menangis.

Nenek tersebut mengaku berasal dari Desa Bangilan, Kecamatan Parengan, Tuban. Namun, kesehariannya dia menggelandang di Bojonegoro. Dia mengaku sering tidur di masjid-masjid saat malam hari. ’’Saya sudah tidak punya keluarga. Suami sudah meninggal. Anak tidak punya,’’ ungkapnya.

Petugas kemudian memberinya makanan. Namun, nenek tua itu tidak mau makan. ’’Saya tidak nafsu. Ini dibelikan masih utuh. Saya menyesal,’’ katanya.

Baca Juga :  Kebersamaan Satgas TMMD dan Warga Goreng Material Hotmix

Kasatpol PP Bojonegoro Ahmad Gunawan mengatakan, pihaknya belum memutuskan masalah tindakan selanjutnya kepada nenek tersebut. Namun, pihaknya akan segera membahasanya. ’’Apakah akan dilanjutkan secara hukum atau diselesaikan secera kekeluargaan, saat ini saya masih ada di luar kota,’’ jelasnya.

BOJONEGORO – Seorang perempuan paro baya diamankan oleh Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Bojonegoro kemarin (27/8). Perempuan tanpa tanda identitas tersebut tertangkap tangan sedang mencuri helm di parkiran Pemkab Bojonegoro.

’’Dia tertangkap petugas mengambil helm di salah satu motor yang terparkir,’’ ungkap Didik, petugas satpol PP.

Kejadian tersebut terjadi pagi sekitar pukul 08.00. Saat itu, di Jalan Mastumapel sedang ada acara jalan sehat. Sehingga, parkiran pemkab penuh dengan motor. Sebelum perempuan tua tersebut tertangkap, satpol PP mendapatkan laporan dari masyarakat akan adanya sepatu roda yang hilang. Dari situ, petugas satpol PP langsung mengintensifkan pengawasan. Tidak lama kemudian, tepergok perempuan tua itu mengambil helm di parkiran depan kantor DPKAD pemkab. ’’Petugas langsung mengamankannya beserta helm yang dicuri,’’ jelasnya.

Baca Juga :  Beli Motor Online, Tertipu Rp 8 Juta

Petugas tidak mendapatkan identitas perempuan tua itu. Sebab, perempuan tua itu tidak membawa identitas apa pun. ’’Ngakunya orang Parengan, Tuban,’’ jelasnya.

Kepala para wartawan nenek tersebut mengaku khilaf. Dia mencuri helm karena terpaksa. Sebab, dia belum makan. ’’Saya khilaf. Saya ingin beli makan tapi tidak punya uang,’’ katanya, sembari menangis.

Nenek tersebut mengaku berasal dari Desa Bangilan, Kecamatan Parengan, Tuban. Namun, kesehariannya dia menggelandang di Bojonegoro. Dia mengaku sering tidur di masjid-masjid saat malam hari. ’’Saya sudah tidak punya keluarga. Suami sudah meninggal. Anak tidak punya,’’ ungkapnya.

Petugas kemudian memberinya makanan. Namun, nenek tua itu tidak mau makan. ’’Saya tidak nafsu. Ini dibelikan masih utuh. Saya menyesal,’’ katanya.

Baca Juga :  Karyawan Keluhkan PHK Sepihak PT SPS Bless Con

Kasatpol PP Bojonegoro Ahmad Gunawan mengatakan, pihaknya belum memutuskan masalah tindakan selanjutnya kepada nenek tersebut. Namun, pihaknya akan segera membahasanya. ’’Apakah akan dilanjutkan secara hukum atau diselesaikan secera kekeluargaan, saat ini saya masih ada di luar kota,’’ jelasnya.

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/