alexametrics
22.7 C
Bojonegoro
Wednesday, June 29, 2022

Target Pajak Restoran Akan Direvisi

Radar Bojonegoro – Realiasi pajak restoran dan rumah makan masih rendah. Terutama setelah pandemi Covid-19 belum berakhir. Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Bojonegoro segera melakukan revisi target realisasi pajak restoran dan rumah makan.

Sebab, masa pandemi pendapatan asli daerah (PAD) dari pajak bisnis akan banyak mengalami penurunan. Kepala Bapenda Bojonegoro Ibnu Soeyuthi mengatakan, masa pandemi Covid-19 sektor bisnis sangat terimbas. Terutama bisnis rumah makan dan hotel. Sehingga, pendapatan dari sektor itu juga tidak bisa tinggi. ‘’Target pajak dari restoran dan rumah makan tahun ini adalah Rp 9,1 miliar. Itu yang kami pasang di APBD,’’ ujarnya kemarin (27/7).

Ibnu menjelaskan, target itu diperkirakan tidak akan bisa tercapai hingga akhir tahun. Sebab, banyak pengusaha resto dan rumah makan mengajukan keringanan pajak. Pandemi Covid-19 ini pendapatan mereka juga mengalami penurunan.

Baca Juga :  Seni Budaya, Pariwisata, dan Ekraf Pemantik Daya Ungkit Ekonomi

‘’Kalau target pajaknya tetap ya berat untuk mencapainya,’’ jelas mantan kepala BPKAD itu. Data terakhir bapenda, hingga Juni lalu pendapatan dari pajak restoran baru mencapai Rp 3,1 miliar. Jumlah itu diperkirakan juga akan terus bertambah.

Namun, untuk mencapai target masih cukup berat. ‘’Jadi, targetnya akan kita turunkan. Kita sesuaikan dengan kondisi saat ini,’’ terangnya. Perubahan target pendapatan pajak itu, menurut Ibnu, akan disahkan pada APBD Perubahan nanti.

Sehingga, mekanisme perubahannya tetap harus melalui pembahasan dengan DPRD. ‘’Kita memang sudah menen tukan perubahan targetnya. Tapi masih belum diajukan ke DPRD,’’ terangnya. Di sisi lain, kinerja pajak hotel hingga Juni lalu sudah mencapai 50 persen.

Dari total target sebesar Rp 6,2 miliar sudah terealisasi sebesar Rp 3,1 miliar. Ibnu menjelaskan, tidak semua hotel di Bojonegoro terimbas pandemi Covid-19. Sebab, sejumlah hotel ada yang sudah memiliki penghuni tetap. Mereka adalah karyawan perusahaan migas.

Baca Juga :  Tumpengan Jadi Acara Pembuka Donor Darah di Tuban

‘’Rata-rata hotel memiliki penghuni tetap, huniannya sudah terisi 70 persen. Sisanya masih bebas,’’ jelasnya. Kondisi itu, tidak begitu ber imbas meskipun dalam kondisi pandemi. Meski demi kian, hotel terimbas pandemi juga tidak sedikit. Sehingga, hotel-hotel itu sampai tidak ada tamu yang menginap.

Sekretaris Komisi C DPRD Bojonegoro Ahmad Supriyanto menga takan, masa pandemi Covid-19 ini memukul semua sektor bisnis. Tidak hanya restoran dan hotel, pekerja seni juga terimbas. Sebab, saat ini sama sekali tidak ada event. Padahal, selama ini pendapatan mereka berasal dari adanya event-event. ‘’Kita semua berharap kondisi pandemi ini segera berakhir. Sehingga, sektor bisnis segera pulih,’’ jelasnya. 

Radar Bojonegoro – Realiasi pajak restoran dan rumah makan masih rendah. Terutama setelah pandemi Covid-19 belum berakhir. Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Bojonegoro segera melakukan revisi target realisasi pajak restoran dan rumah makan.

Sebab, masa pandemi pendapatan asli daerah (PAD) dari pajak bisnis akan banyak mengalami penurunan. Kepala Bapenda Bojonegoro Ibnu Soeyuthi mengatakan, masa pandemi Covid-19 sektor bisnis sangat terimbas. Terutama bisnis rumah makan dan hotel. Sehingga, pendapatan dari sektor itu juga tidak bisa tinggi. ‘’Target pajak dari restoran dan rumah makan tahun ini adalah Rp 9,1 miliar. Itu yang kami pasang di APBD,’’ ujarnya kemarin (27/7).

Ibnu menjelaskan, target itu diperkirakan tidak akan bisa tercapai hingga akhir tahun. Sebab, banyak pengusaha resto dan rumah makan mengajukan keringanan pajak. Pandemi Covid-19 ini pendapatan mereka juga mengalami penurunan.

Baca Juga :  13 Lulusan Stikes Maboro Lolos CASN

‘’Kalau target pajaknya tetap ya berat untuk mencapainya,’’ jelas mantan kepala BPKAD itu. Data terakhir bapenda, hingga Juni lalu pendapatan dari pajak restoran baru mencapai Rp 3,1 miliar. Jumlah itu diperkirakan juga akan terus bertambah.

Namun, untuk mencapai target masih cukup berat. ‘’Jadi, targetnya akan kita turunkan. Kita sesuaikan dengan kondisi saat ini,’’ terangnya. Perubahan target pendapatan pajak itu, menurut Ibnu, akan disahkan pada APBD Perubahan nanti.

Sehingga, mekanisme perubahannya tetap harus melalui pembahasan dengan DPRD. ‘’Kita memang sudah menen tukan perubahan targetnya. Tapi masih belum diajukan ke DPRD,’’ terangnya. Di sisi lain, kinerja pajak hotel hingga Juni lalu sudah mencapai 50 persen.

Dari total target sebesar Rp 6,2 miliar sudah terealisasi sebesar Rp 3,1 miliar. Ibnu menjelaskan, tidak semua hotel di Bojonegoro terimbas pandemi Covid-19. Sebab, sejumlah hotel ada yang sudah memiliki penghuni tetap. Mereka adalah karyawan perusahaan migas.

Baca Juga :  Tabungan Nasabah BRI Berkurang Secara Misterius Hingga Belasan Juta

‘’Rata-rata hotel memiliki penghuni tetap, huniannya sudah terisi 70 persen. Sisanya masih bebas,’’ jelasnya. Kondisi itu, tidak begitu ber imbas meskipun dalam kondisi pandemi. Meski demi kian, hotel terimbas pandemi juga tidak sedikit. Sehingga, hotel-hotel itu sampai tidak ada tamu yang menginap.

Sekretaris Komisi C DPRD Bojonegoro Ahmad Supriyanto menga takan, masa pandemi Covid-19 ini memukul semua sektor bisnis. Tidak hanya restoran dan hotel, pekerja seni juga terimbas. Sebab, saat ini sama sekali tidak ada event. Padahal, selama ini pendapatan mereka berasal dari adanya event-event. ‘’Kita semua berharap kondisi pandemi ini segera berakhir. Sehingga, sektor bisnis segera pulih,’’ jelasnya. 

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/