alexametrics
31.2 C
Bojonegoro
Monday, May 23, 2022

Rehab SD Mundur, Masih Tunggu Lelang

Radar Lamongan – Rehab gedung SD dipastikan mundur. Menurut Kabid SD Dinas Pendidikan (Disdik) Lamongan Sukur, rehab gedung saat ini masih proses lelang.

Dia berharap bulan ini lelang rampung. Sehingga, pengerjaan bisa dimulai semester kedua. Sukur mengatakan, 32 lembaga bakal rehab ruang kelas, 3 lembaga rehab toilet, dan 3 lembaga lagi rehab ruang perpustakaan.

‘’Untuk rehab ini semuanya menggunakan dana pusat, karena daerah ada penyesuaian anggaran,’’ jelasnya. Bantuan ini hanya untuk rehab, bukan membangun ruang kelas baru (RKB). Nilai lelangnya di atas Rp 200 juta.

‘’Kalau nilai lelang tidak bisa dijadikan patokan karena belum ada penawaran, sehingga nilainya masih tinggi,’’ tambahnya. Sukur menuturkan, rehab ditangani langsung pihak sekolah. Dana dari pusat ditransfer ke rekening masing-masing SD. Disdik hanya dilibatkan dalam perencanaan.

Baca Juga :  Konsisten Terapkan Pancasila, NKRI Solid

Dokumen pelengkap, pengawasan, dan pencairan dana. Menurut dia, teknis pekerjaan langsung oleh rekanan pemenang lelang dan pertanggungjawaban langsung ke pusat.

Mulai tahun ini, pembangunan dilakukan lelang, bukan swakelola sesuai aturan pusat. Sukur mengatakan, jatah pembangunan tetap disebar ke seluruh kecamatan. Termasuk Kecamatan Lamongan yang salah satunya rehab SDN 1 Made.

Sementara rehab ringan, lanjut dia, bisa dilakukan sekolah. Sukur mencontohkan perbaikan plafon, pengecatan, dan menambal genting yang dapat dilaksanakan swakelola menggunakan dana BOS.

Radar Lamongan – Rehab gedung SD dipastikan mundur. Menurut Kabid SD Dinas Pendidikan (Disdik) Lamongan Sukur, rehab gedung saat ini masih proses lelang.

Dia berharap bulan ini lelang rampung. Sehingga, pengerjaan bisa dimulai semester kedua. Sukur mengatakan, 32 lembaga bakal rehab ruang kelas, 3 lembaga rehab toilet, dan 3 lembaga lagi rehab ruang perpustakaan.

‘’Untuk rehab ini semuanya menggunakan dana pusat, karena daerah ada penyesuaian anggaran,’’ jelasnya. Bantuan ini hanya untuk rehab, bukan membangun ruang kelas baru (RKB). Nilai lelangnya di atas Rp 200 juta.

‘’Kalau nilai lelang tidak bisa dijadikan patokan karena belum ada penawaran, sehingga nilainya masih tinggi,’’ tambahnya. Sukur menuturkan, rehab ditangani langsung pihak sekolah. Dana dari pusat ditransfer ke rekening masing-masing SD. Disdik hanya dilibatkan dalam perencanaan.

Baca Juga :  Nelayan Tunggu Kepastian Cantrang

Dokumen pelengkap, pengawasan, dan pencairan dana. Menurut dia, teknis pekerjaan langsung oleh rekanan pemenang lelang dan pertanggungjawaban langsung ke pusat.

Mulai tahun ini, pembangunan dilakukan lelang, bukan swakelola sesuai aturan pusat. Sukur mengatakan, jatah pembangunan tetap disebar ke seluruh kecamatan. Termasuk Kecamatan Lamongan yang salah satunya rehab SDN 1 Made.

Sementara rehab ringan, lanjut dia, bisa dilakukan sekolah. Sukur mencontohkan perbaikan plafon, pengecatan, dan menambal genting yang dapat dilaksanakan swakelola menggunakan dana BOS.

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/