alexametrics
30.7 C
Bojonegoro
Monday, May 16, 2022

Sita Rp 25 Juta Judi Pilkades

BOJONEGORO – Satgas Anti Judi Pilkades Polres Bojonegoro membekuk tiga tersangka ditengarai taruhan pilkades. Mereka ditangkap di dua lokasi terpisah. Hasilnya, kepolisian menyita Rp 25 juta.

Kapolres Bojonegoro AKBP Ary Fadli mengatakan, tiga tersangka ditangkap dari dua tempat kejadian perkara (TKP) berbeda. Desa Hargomulyo, Kecamatan Kedewan, dengan barang bukti Rp 18 juta. Dan Desa Sumuragung, Kecamatan Baureno, kepolisian menyita Rp 7 juta uang taruhan.

Tersangka di TKP Desa Hargomulyo, yakni Parji Sulianto, 54, warga Desa Hargomulyo. Sedangkan, TKP di Desa Sumuragung tersangkanya Jamal, 65, warga Desa Sumberkarang, Kecamatan Dlangu, Kabupaten Mojokerto, dan Sunarsih, 50, warga Desa Kepuh, Kecamatan Perak, Kabupaten Jombang.

Baca Juga :  Kursi Enam Parpol Berkurang

“Penangkapan tersangka di TKP Desa Hargomulyo itu dia ikut judi taruhan pilkades Desa/Kecamatan Kedewan. Sedangkan dua tersangka di Desa Sumuragung ikut judi taruhan di desa itu,” jelasnya.

Kapolres menjelaskan penangkapan tersangka berawal informasi dikumpulkan tim Satgas Anti Judi Pilkades. Selain mengecek ke lokasi, juga mengumpulkan beberapa bukti dan percakapan beberapa orang terkait judi pilkades.

“Modus perjudian itu dengan cara uang dibawa tersangka sebagai jaminan taruhan yang dibawa dan akan diberikan kepada pemenang setelah penghitungan selesai,” terangnya.

Atas perbuatannya, tiga tersangka dijerat pasal 303 KUHP tentang Perjudian. Ancaman hukuman maksimal 10 tahun penjara.

Disinggung praktik politik uang? Kapolres memastikan, sejauh ini belum ada laporan masuk. Kapolres mengungkapkan, bahwa ada kemungkinan pelapor juga takut untuk melapor. Sebab, penerima dan pemberi politik uang bisa dijerat pidana pasal 149 KUHP.

Baca Juga :  Bukan Momentum Tanya-Tanya

“Karena pelapor tidak bisa membuktikan kan juga susah. Namun intinya penyelenggaraan pilkades ini tetap berjalan lancar, petugas terus memantau pasca pilkades,” tuturnya.

Kapolres mengimbau agar meredam euforia para pendukung cakades yang menang. Sedangkan bagi para pendukung cakades kalah juga harus bisa menerima lapang dada.

BOJONEGORO – Satgas Anti Judi Pilkades Polres Bojonegoro membekuk tiga tersangka ditengarai taruhan pilkades. Mereka ditangkap di dua lokasi terpisah. Hasilnya, kepolisian menyita Rp 25 juta.

Kapolres Bojonegoro AKBP Ary Fadli mengatakan, tiga tersangka ditangkap dari dua tempat kejadian perkara (TKP) berbeda. Desa Hargomulyo, Kecamatan Kedewan, dengan barang bukti Rp 18 juta. Dan Desa Sumuragung, Kecamatan Baureno, kepolisian menyita Rp 7 juta uang taruhan.

Tersangka di TKP Desa Hargomulyo, yakni Parji Sulianto, 54, warga Desa Hargomulyo. Sedangkan, TKP di Desa Sumuragung tersangkanya Jamal, 65, warga Desa Sumberkarang, Kecamatan Dlangu, Kabupaten Mojokerto, dan Sunarsih, 50, warga Desa Kepuh, Kecamatan Perak, Kabupaten Jombang.

Baca Juga :  Sisa Tujuh Hari, Belum Ada Kandidat Diajukan Ketua Askab PSSI Bojonegoro

“Penangkapan tersangka di TKP Desa Hargomulyo itu dia ikut judi taruhan pilkades Desa/Kecamatan Kedewan. Sedangkan dua tersangka di Desa Sumuragung ikut judi taruhan di desa itu,” jelasnya.

Kapolres menjelaskan penangkapan tersangka berawal informasi dikumpulkan tim Satgas Anti Judi Pilkades. Selain mengecek ke lokasi, juga mengumpulkan beberapa bukti dan percakapan beberapa orang terkait judi pilkades.

“Modus perjudian itu dengan cara uang dibawa tersangka sebagai jaminan taruhan yang dibawa dan akan diberikan kepada pemenang setelah penghitungan selesai,” terangnya.

Atas perbuatannya, tiga tersangka dijerat pasal 303 KUHP tentang Perjudian. Ancaman hukuman maksimal 10 tahun penjara.

Disinggung praktik politik uang? Kapolres memastikan, sejauh ini belum ada laporan masuk. Kapolres mengungkapkan, bahwa ada kemungkinan pelapor juga takut untuk melapor. Sebab, penerima dan pemberi politik uang bisa dijerat pidana pasal 149 KUHP.

Baca Juga :  Kuatkan Struktur Keanggotaan, DPD PKS Gelar Rakorda

“Karena pelapor tidak bisa membuktikan kan juga susah. Namun intinya penyelenggaraan pilkades ini tetap berjalan lancar, petugas terus memantau pasca pilkades,” tuturnya.

Kapolres mengimbau agar meredam euforia para pendukung cakades yang menang. Sedangkan bagi para pendukung cakades kalah juga harus bisa menerima lapang dada.

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/