alexametrics
25.2 C
Bojonegoro
Tuesday, June 28, 2022

Lapas Kekurangan Surat Suara

LAMONGAN – Sebagian besar formulir A5 (pindah domisili) digunakan di Lapas Kelas IIB Lamongan. Ketua KPUK Lamongan, Imam Ghozali, menjelaskan, 108 napi menggunakan formulir A5 agar bisa mencoblos di TPS yang disediakan. Jumlah formulis A5 di lapas lebih banyak dibandingkan sejumlah rumah sakit.

‘’Sebanyak 108 napi menggunakan surat A5 untuk melakukan pencoblosan seperti data kemarin,’’ katanya. Namun, tidak semua pemilih memenuhi syarat di lapas dapat menyalurkan aspirasinya. Sebab, TPS di lapas kekurangan surat suara. Apalagi, jumlah pemilih terus bertambah menyusul terbitnya suket. Total ada 518 napi yang berhak memilih pada pilgub.

Menurut Kepala Lapas Kelas IIB Lamongan, Ignatius Gunardi, awalnya lapas mendapatkan jatah 312 surat suara. Jumlah itu masih kurang dibandingkan kebutuhan. Surat suara tambahan kemudian dikirimkan. Namun, jumlahnya hanya 67 surat suara dari TP terdekat. ‘’Jadi total keseluruhan, napi yang bisa memilih (mencoblos surat suara) sebanyak 379 orang. Yang belum memilih karena tidak mendapatkan surat suara sebanyak 139 napi dari total yang bisa memilih sebanyak 518 napi,’’ jelasnya.

Baca Juga :  Jembatan Ngaglik 2 Bergoyang Tunggu Proses Cincin

Meski kekurangan surat suara, dia mengklaim pemilihan tidak ada keributan dan kendala. ‘’Besok dilakukan sosialisasi lagi ke depannya agar napi bisa menyalurkan hak suaranya masing – masing. Masih aman – aman saja, doakan ke depannya tidak ada hal yang tidak diinginkan,’’ pintanya.

Setelah dilakukan perhitungan, 10 suara dinyatakan tidak sah. Penyebabnya, coblosannya ada dua lubang dalam satu gambar, atau dua gambar diberikan dua lubang.

‘’Sampai sat ini perhitungan sudah selesai. Dimenangkan nomor urut 2 saat perhitungan suara. Disaksikan banyak orang serta pengawas pemilu,’’ ujarnya.

Sementara itu, Kasubag Humas RSUD Dr Soegiri Lamongan, Budi Wignyo Siswoyo, mengatakan, 53 pemilih menggunakan formulir A5. Saat pelaksanaan, hanya 32 pemilih yang memanfaatkan formulir tersebut. ‘’Yang tidak melakukan pemilihan (di RSUD), ada yang sudah sembuh, pulang serta dilakukan perawatan lagi di Surabaya,’’ ujarnya.

Baca Juga :  Tahu dari Televisi, Tempuh 45 Km untuk Belajar

Sebagian petugas memilih mendatangi kamar pasien untuk mengingatkan adanya coblosan. ‘’Saya juga lebih setuju melakukan pemilihan di ruangan masing – masing pasien. Karena mereka masih berbaring menjalani perawatan,’’ katanya.

LAMONGAN – Sebagian besar formulir A5 (pindah domisili) digunakan di Lapas Kelas IIB Lamongan. Ketua KPUK Lamongan, Imam Ghozali, menjelaskan, 108 napi menggunakan formulir A5 agar bisa mencoblos di TPS yang disediakan. Jumlah formulis A5 di lapas lebih banyak dibandingkan sejumlah rumah sakit.

‘’Sebanyak 108 napi menggunakan surat A5 untuk melakukan pencoblosan seperti data kemarin,’’ katanya. Namun, tidak semua pemilih memenuhi syarat di lapas dapat menyalurkan aspirasinya. Sebab, TPS di lapas kekurangan surat suara. Apalagi, jumlah pemilih terus bertambah menyusul terbitnya suket. Total ada 518 napi yang berhak memilih pada pilgub.

Menurut Kepala Lapas Kelas IIB Lamongan, Ignatius Gunardi, awalnya lapas mendapatkan jatah 312 surat suara. Jumlah itu masih kurang dibandingkan kebutuhan. Surat suara tambahan kemudian dikirimkan. Namun, jumlahnya hanya 67 surat suara dari TP terdekat. ‘’Jadi total keseluruhan, napi yang bisa memilih (mencoblos surat suara) sebanyak 379 orang. Yang belum memilih karena tidak mendapatkan surat suara sebanyak 139 napi dari total yang bisa memilih sebanyak 518 napi,’’ jelasnya.

Baca Juga :  Produksi Jagung Tuban Tertinggi se-Jatim

Meski kekurangan surat suara, dia mengklaim pemilihan tidak ada keributan dan kendala. ‘’Besok dilakukan sosialisasi lagi ke depannya agar napi bisa menyalurkan hak suaranya masing – masing. Masih aman – aman saja, doakan ke depannya tidak ada hal yang tidak diinginkan,’’ pintanya.

Setelah dilakukan perhitungan, 10 suara dinyatakan tidak sah. Penyebabnya, coblosannya ada dua lubang dalam satu gambar, atau dua gambar diberikan dua lubang.

‘’Sampai sat ini perhitungan sudah selesai. Dimenangkan nomor urut 2 saat perhitungan suara. Disaksikan banyak orang serta pengawas pemilu,’’ ujarnya.

Sementara itu, Kasubag Humas RSUD Dr Soegiri Lamongan, Budi Wignyo Siswoyo, mengatakan, 53 pemilih menggunakan formulir A5. Saat pelaksanaan, hanya 32 pemilih yang memanfaatkan formulir tersebut. ‘’Yang tidak melakukan pemilihan (di RSUD), ada yang sudah sembuh, pulang serta dilakukan perawatan lagi di Surabaya,’’ ujarnya.

Baca Juga :  Gencar Pasarkan Mainan Robocar

Sebagian petugas memilih mendatangi kamar pasien untuk mengingatkan adanya coblosan. ‘’Saya juga lebih setuju melakukan pemilihan di ruangan masing – masing pasien. Karena mereka masih berbaring menjalani perawatan,’’ katanya.

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/