alexametrics
22.5 C
Bojonegoro
Wednesday, June 29, 2022

Hoax, Bupati Sayangkan Broadcast Dukungan yang Mencatut Namanya

TUBAN – Bupati Fathul Huda akhirnya angkat bicara terkait broadcast atas nama dirinya yang mengimbau kepada seluruh masyarakat Tuban untuk mendukung pasangan Saifullah Yusuf-Puti Guntur Soekarno Putri.

Kepada Jawa Pos Radar Tuban usai mencoblos di TPS 8 Kelurahan Latsari, Kecamatan Tuban, orang nomor satu di Pemkab Tuban ini mengaku tidak merasa pernah membuat imbauan untuk mendukung salah satu pasangan calon gubernur dan wakil gubernur Jawa Timur.

‘’Semua orang tahu kalau itu bukan tulisan saya,’’ kata dia yang menyatakan tidak perlu menanggapi berlebihan terkait broadcast yang mencatut namanya tersebut.

Menurut bupati, tulisan yang viral melalui pesan Whatshapp itu adalah imbauan yang sebelumnya diduga atas nama Wali Kota Surabaya Tri Rismaharani. ‘’Itu (broadcast, Red) kan awalnya viral atas nama Bu Risma (walikota Surabaya, Red), kemudian diedit atas nama saya,’’ katanya.

Baca Juga :  Belum Pastikan Penambahan Dapil

Bupati menegaskan, sejak awal dirinya sudah menyampaikan bahwa sebagai kepala daerah harus bisa berbuat netral. Utamanya saat mengimbau kepada seluruh aparatur sipil negara (ASN) di lingkup Pemkab Tuban. ‘’Sejak awal sudah saya sampaikan kepada seluruh PNS di Tuban harus bisa netral. Dan, itu (imbauan netral, Red) sudah sering saya sampaikan,’’ ujarnya.

Ada rencana mengusut oknum yang mencatut namanya untuk kepentingan pilkada? Mantan ketua PCNU Tuban ini menyatakan enggan memperpanjang masalah yang membuat namanya tercemar tersebut. ‘’Yang menghujat saya saja, tidak saya usut. Untuk itu, masalah ini (broadcast yang mencatut namanya, Red) tidak usah diperpanjang,’’ tandasnya.

Sekadar diketahui, sekitar H-3 sebelum coblosan, broadcast atas nama bupati Fathul Huda yang meminta kepada seluruh masyarakat Tuban untuk memilih pasangan Saifullah Yusuf-Puti Guntur Soekarno Putri viral di sejumlah grup Whatshapp. Hal tersebut membuat masyarakat Tuban bertanya-tanya terkait netralitas bupati.

Baca Juga :  Polisi Awasi Kampanye Hitam via Medsos, Ini Kata Kapolres Bojonegoro

TUBAN – Bupati Fathul Huda akhirnya angkat bicara terkait broadcast atas nama dirinya yang mengimbau kepada seluruh masyarakat Tuban untuk mendukung pasangan Saifullah Yusuf-Puti Guntur Soekarno Putri.

Kepada Jawa Pos Radar Tuban usai mencoblos di TPS 8 Kelurahan Latsari, Kecamatan Tuban, orang nomor satu di Pemkab Tuban ini mengaku tidak merasa pernah membuat imbauan untuk mendukung salah satu pasangan calon gubernur dan wakil gubernur Jawa Timur.

‘’Semua orang tahu kalau itu bukan tulisan saya,’’ kata dia yang menyatakan tidak perlu menanggapi berlebihan terkait broadcast yang mencatut namanya tersebut.

Menurut bupati, tulisan yang viral melalui pesan Whatshapp itu adalah imbauan yang sebelumnya diduga atas nama Wali Kota Surabaya Tri Rismaharani. ‘’Itu (broadcast, Red) kan awalnya viral atas nama Bu Risma (walikota Surabaya, Red), kemudian diedit atas nama saya,’’ katanya.

Baca Juga :  Belum Pastikan Penambahan Dapil

Bupati menegaskan, sejak awal dirinya sudah menyampaikan bahwa sebagai kepala daerah harus bisa berbuat netral. Utamanya saat mengimbau kepada seluruh aparatur sipil negara (ASN) di lingkup Pemkab Tuban. ‘’Sejak awal sudah saya sampaikan kepada seluruh PNS di Tuban harus bisa netral. Dan, itu (imbauan netral, Red) sudah sering saya sampaikan,’’ ujarnya.

Ada rencana mengusut oknum yang mencatut namanya untuk kepentingan pilkada? Mantan ketua PCNU Tuban ini menyatakan enggan memperpanjang masalah yang membuat namanya tercemar tersebut. ‘’Yang menghujat saya saja, tidak saya usut. Untuk itu, masalah ini (broadcast yang mencatut namanya, Red) tidak usah diperpanjang,’’ tandasnya.

Sekadar diketahui, sekitar H-3 sebelum coblosan, broadcast atas nama bupati Fathul Huda yang meminta kepada seluruh masyarakat Tuban untuk memilih pasangan Saifullah Yusuf-Puti Guntur Soekarno Putri viral di sejumlah grup Whatshapp. Hal tersebut membuat masyarakat Tuban bertanya-tanya terkait netralitas bupati.

Baca Juga :  Tanggul Kanor Kritis, Banjir Beralih Tiga Desa di Baureno

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/