alexametrics
24.2 C
Bojonegoro
Thursday, May 19, 2022

Persiapkan Skema Jika Ada Vaksinasi Ulang CJH

Radar Bojonegoro – Vaksinasi telah dilakukan semua calon jamaah haji (CJH) di Bojonegoro. Namun, jika ada skema baru vaksinasi ulang sesuai ketentuan Arab Saudi, penyelenggara haji akan melakukannya. Kuota diperoleh CHJ Bojonegoro masih menunggu instruksi dari Kementerian Agama (Kemenag) pusat.

Pelaksana Tugas (Plt) Kasi Penyelenggara Haji dan Umrah Kantor Kemenag Bojonegoro Abdul Wahid menjelaskan, segala sesuatu terkait pemberangkatan haji tahun ini sudah dipersiapkan semuanya. Termasuk sudah siap jika nantinya ada skema baru tentang vaksinasi ulang. “Yang diberikan jamaah waktu vaksinasi adalah jenis Sinovac,“ katanya kemarin (27/5).

Skema vaksinasi ulang, menurut Wahid, merupakan langkah diambil jika Arab Saudi benarbenar tidak menerima CHJ dengan vaksinasi Sinovac. Namun, masih skema, surat resmi penggunaan vaksin sesuai ketentuan disetujui Arab Saudi belum ada surat resminya. “Masalah vaksin nanti kerja sama dengan dinas kesehatan. Kalau memang vaksinnya harus memakai AstraZeneca itu tidak apa apa,” ujarnya.

Baca Juga :  Musa-Rudi Mundur dari DPRD TubanĀ 

Sebelumnya, vaksin yang telah memperoleh sertifikat EUL (emergency use listing) adalah AstraZeneca, sedangkan vaksin Sinovac belum masuk dalam daftar penggunaan darurat WHO. Pemerintah pusat, menurut Wahid juga berusaha melakukan lobi-lobi ke kedutaan besar Arab Saudi untuk keberangkatan jamaah haji tahun ini.

Wahid menjelaskan, dari pihak Arab Saudi hanya membatasi 60 ribu jamaah haji seluruh dunia, dengan pembagian 15 ribu khusus jamaah dari Arab Saudi. Dan 45 ribu sisanya dibagi untuk negara negara di dunia. “Arab Saudi belum berani membuka dalam jumlah besar, biasanya sebelum pandemi Arab Saudi membuka sekitar 3 jutaan,” ujarnya. (luk)

Radar Bojonegoro – Vaksinasi telah dilakukan semua calon jamaah haji (CJH) di Bojonegoro. Namun, jika ada skema baru vaksinasi ulang sesuai ketentuan Arab Saudi, penyelenggara haji akan melakukannya. Kuota diperoleh CHJ Bojonegoro masih menunggu instruksi dari Kementerian Agama (Kemenag) pusat.

Pelaksana Tugas (Plt) Kasi Penyelenggara Haji dan Umrah Kantor Kemenag Bojonegoro Abdul Wahid menjelaskan, segala sesuatu terkait pemberangkatan haji tahun ini sudah dipersiapkan semuanya. Termasuk sudah siap jika nantinya ada skema baru tentang vaksinasi ulang. “Yang diberikan jamaah waktu vaksinasi adalah jenis Sinovac,“ katanya kemarin (27/5).

Skema vaksinasi ulang, menurut Wahid, merupakan langkah diambil jika Arab Saudi benarbenar tidak menerima CHJ dengan vaksinasi Sinovac. Namun, masih skema, surat resmi penggunaan vaksin sesuai ketentuan disetujui Arab Saudi belum ada surat resminya. “Masalah vaksin nanti kerja sama dengan dinas kesehatan. Kalau memang vaksinnya harus memakai AstraZeneca itu tidak apa apa,” ujarnya.

Baca Juga :  Jalan Pangsud Dicor, Lalin Dialihkan

Sebelumnya, vaksin yang telah memperoleh sertifikat EUL (emergency use listing) adalah AstraZeneca, sedangkan vaksin Sinovac belum masuk dalam daftar penggunaan darurat WHO. Pemerintah pusat, menurut Wahid juga berusaha melakukan lobi-lobi ke kedutaan besar Arab Saudi untuk keberangkatan jamaah haji tahun ini.

Wahid menjelaskan, dari pihak Arab Saudi hanya membatasi 60 ribu jamaah haji seluruh dunia, dengan pembagian 15 ribu khusus jamaah dari Arab Saudi. Dan 45 ribu sisanya dibagi untuk negara negara di dunia. “Arab Saudi belum berani membuka dalam jumlah besar, biasanya sebelum pandemi Arab Saudi membuka sekitar 3 jutaan,” ujarnya. (luk)

Artikel Terkait

Most Read

Rotasi Lini Pertahanan

Ditaksir Rugikan Negara Rp 184 Juta

Seleksi Alam, Masih Bongkar Pasang

Artikel Terbaru


/