alexametrics
26.6 C
Bojonegoro
Wednesday, May 25, 2022

Minim Laga, Pendapatan Stadion Masih Rendah

BOJONEGORO – Minimnya pertandingan sepak bola digelar di Stadion Letjen H. Soedirman (SLS) berpengaruh terhadap pendapatan. Sebab, setoran pendapatan dari stadion kebanggaan masyarakat Bojonegoro itu, masih rendah.

Sesuai data realisasi setoran pendapatan di Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Bojonegoro, dari target Rp 105 juta baru menyetorkan Rp 12,8 juta. Atau sekitar 12 persen. Padahal, saat ini sudah memasuki satu semester tahun anggaran.

“Untuk setoran dari stadion baru sekitar 12 persen,” kata Kepala Bapenda Bojonegoro Herry Sudjarwo.

Menurut dia, untuk pengelolaan stadion itu sama dengan Gedung Serbaguna. Yaitu dinas perumahan, kawasan dan permukiman (DPKP) cipta karya. Namun, untuk target yang telah ditetapkan, lebih tinggi gedung serbaguna.

Baca Juga :  Turunkan Enam Atlet di Kejurprov Kediri

Gedung berada di Jalan KH. Mansur Bojonegoro itu tahun ini ditarget Rp 135 juta. Padahal, untuk luasan bangunan antara stadion dengan Gedung Serbaguna, jauh lebih luas stadion.

Selian itu, stadion seharusya tahun ini targetnya dinaikkan, karena Bojonegoro menjadi tuan rumah pekan olahraga provinsi (porprov). Karena dari event tersebut, stadion akan menjadi venue pertandingan.

Sehingga, dari penempatan tersebut, pengelola stadion akan mendapatkan pemasukan. Dan bisa menyumbang pendapatan asli daerah (PAD). “Dibanding Gedung Serbaguna, stadion ditarget lebih kecil,” imbuhnya.

Sementara itu, Kepala DPKP dan Cipta Karya Welly Fitrama belum bisa dikonfirmasi terkait setoran pendapatan stadion tersebut. Saat dihubungi ponselnya terdengar nada sambung namun tak diangkat.

Baca Juga :  Ridaul Aulia Putri Siswi Pinggiran Lihai Menjalankan Robot

BOJONEGORO – Minimnya pertandingan sepak bola digelar di Stadion Letjen H. Soedirman (SLS) berpengaruh terhadap pendapatan. Sebab, setoran pendapatan dari stadion kebanggaan masyarakat Bojonegoro itu, masih rendah.

Sesuai data realisasi setoran pendapatan di Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Bojonegoro, dari target Rp 105 juta baru menyetorkan Rp 12,8 juta. Atau sekitar 12 persen. Padahal, saat ini sudah memasuki satu semester tahun anggaran.

“Untuk setoran dari stadion baru sekitar 12 persen,” kata Kepala Bapenda Bojonegoro Herry Sudjarwo.

Menurut dia, untuk pengelolaan stadion itu sama dengan Gedung Serbaguna. Yaitu dinas perumahan, kawasan dan permukiman (DPKP) cipta karya. Namun, untuk target yang telah ditetapkan, lebih tinggi gedung serbaguna.

Baca Juga :  250 Perahu Nelayan Bersolek

Gedung berada di Jalan KH. Mansur Bojonegoro itu tahun ini ditarget Rp 135 juta. Padahal, untuk luasan bangunan antara stadion dengan Gedung Serbaguna, jauh lebih luas stadion.

Selian itu, stadion seharusya tahun ini targetnya dinaikkan, karena Bojonegoro menjadi tuan rumah pekan olahraga provinsi (porprov). Karena dari event tersebut, stadion akan menjadi venue pertandingan.

Sehingga, dari penempatan tersebut, pengelola stadion akan mendapatkan pemasukan. Dan bisa menyumbang pendapatan asli daerah (PAD). “Dibanding Gedung Serbaguna, stadion ditarget lebih kecil,” imbuhnya.

Sementara itu, Kepala DPKP dan Cipta Karya Welly Fitrama belum bisa dikonfirmasi terkait setoran pendapatan stadion tersebut. Saat dihubungi ponselnya terdengar nada sambung namun tak diangkat.

Baca Juga :  Diduga Terima Uang di Sumberrejo

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/