alexametrics
25.5 C
Bojonegoro
Monday, May 23, 2022

Mengembalikan Keluarga sebagai Pendidikan Utama

TP PKK Lamongan menunjukkan kiprah yang nyata. Beberapa program kerjanya sangat menyentuh pengembangan keluarga menjadi lebih baik dan mendukung program-program pemerintah daerah. Seperti program 1821. Yakni, program mematikan televisi dan handphone pada pukul 18.00 hingga 21.00 agar orang tua bisa lebih berinteraksi dengan anak-anaknya untuk belajar. Beberapa penghargaan tingkap bakorwil hingga provinsi juga berhasil diraih.

Sukses itu tak lepas dari kepemimpinan Ketua Umumnya, Makhdumah Fadeli. Sebagai seorang ibu sekaligus istri kepala daerah, Makhdumah Fadeli paham betul arti keluarga bagi kesuksesan dan pembentukan karakter kepribadian anak. Karena itu, dia sejak dini menanamkan pendidikan moral dan agama di lingkungan keluarganya.

Masifnya pengaruh media teknologi informasi, semakin menebalkan komitmen istri Bupati Fadeli ini untuk mengkampanyekan pentingnya keluarga sebagai lembaga pendidikan utama bagi anak. Seperti kebiasaan yang sudah lama diterapkan dalam keluarganya. Selalu dibiasakan untuk mengaji bersama, salat berjamaah, dan menemani ketika anak cucu belajar. Komunikasi orang tua dan anak juga terus dibina. Sehingga keluarga benar-benar menjadi rumah bagi anak.

Baca Juga :  Mantan Bendahara KPUK Terjerat Kasus Dana Hibah Pilkada 2015

Dia berharap, pola asuh seperti ini bisa diteladani oleh keluarga di Lamongan. Karena itu, selaku Bunda Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) di Lamongan, dia kerap mensosialisasikan Gerakan 1821 kepada keluarga.

Gerakan 1821 adalah inisiasi dari Bupati Fadeli untuk mematikan gawai dan televisi di pukul 18.00 hingga 21.00. Di jam-jam tersebut, orang tua diharapkan bisa bermain, belajar, dan bicara (ngobrol) dengan anaknya.

“Keluarga adalah lembaga pendidikan pertama dan utama dalam membentuk jati diri generasi penerus bangsa. Pewarisan nilai-nilai budaya dan agama melalui keluarga, akan menjadi penentu kepribadian anak di masa dewasanya kelak,” ujar Makhdumah Fadeli.

Dalam banyak kesempatan, dia mewanti-wanti orang tua untuk tetap memberi ruang bagi tumbuhnya pendidikan di keluarga, sesibuk apapun. “Selalu luangkan waktu untuk keluarga. Sesibuk apapun aktivitas ayah dan bunda di luar rumah,” pesan dia.

Seperti halnya yang telah dia terapkan selama ini. Di tengah segala kesibukan Makhdumah Fadeli mendampingi Bupati Lamongan. Padahal saat ini dia menduduki sejumlah posisi penting.  Mulai dari sebagai Ketua Persatuan Wredatama Republik Indonesia (PWRI), Ketua Tim Penggerak PKK, Ketua Persatuan Wanita Olahraga Seluruh Indonesia (Perwosi), Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda), Ketua Forum Peningkatan Konsumsi Ikan (Forikan) dan Ketua Yayasan Kanker Indonesia (YKI).

Baca Juga :  Manajemen Akan Evaluasi Kegagalan Persibo

Makhdumah Fadeli saat ini juga masih aktif sebagai Ketua Kelompok Kerja Kepala Sekolah (KKKS), Ketua Gabungan Organisasi Wanita (GOW), Ketua Yayasan Lembaga Gerakan Nasional Orang Tua Asuh (YLGN-OTA), Pembina  Dharma Wanita Persatuan dan Pembina Gabungan Organisasi Penyelenggara Taman Kanak – Kanak Indonesia (GOPTKI).

Makhdumah Fadeli tidak sekedar numpang nama dalam berbagai organisasi tersebut. Seperti ketika dalam kapasitasnya sebagai KTU TPPKK. Dia telah mencanangkan Gerakan Pendidikan Keluarga pada 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK). Dia menerjemahkan amanah di berbagai organisasi tersebut sebagai saluran untuk beribadah.

“Dengan terus melakukan kebaikan, memberi arti bagi lingkungan sekitar, insya Allah kehidupan kita akan berkualitas dan diliputi kebarokahan, “ tutur Makhdumah Fadeli.

TP PKK Lamongan menunjukkan kiprah yang nyata. Beberapa program kerjanya sangat menyentuh pengembangan keluarga menjadi lebih baik dan mendukung program-program pemerintah daerah. Seperti program 1821. Yakni, program mematikan televisi dan handphone pada pukul 18.00 hingga 21.00 agar orang tua bisa lebih berinteraksi dengan anak-anaknya untuk belajar. Beberapa penghargaan tingkap bakorwil hingga provinsi juga berhasil diraih.

Sukses itu tak lepas dari kepemimpinan Ketua Umumnya, Makhdumah Fadeli. Sebagai seorang ibu sekaligus istri kepala daerah, Makhdumah Fadeli paham betul arti keluarga bagi kesuksesan dan pembentukan karakter kepribadian anak. Karena itu, dia sejak dini menanamkan pendidikan moral dan agama di lingkungan keluarganya.

Masifnya pengaruh media teknologi informasi, semakin menebalkan komitmen istri Bupati Fadeli ini untuk mengkampanyekan pentingnya keluarga sebagai lembaga pendidikan utama bagi anak. Seperti kebiasaan yang sudah lama diterapkan dalam keluarganya. Selalu dibiasakan untuk mengaji bersama, salat berjamaah, dan menemani ketika anak cucu belajar. Komunikasi orang tua dan anak juga terus dibina. Sehingga keluarga benar-benar menjadi rumah bagi anak.

Baca Juga :  Kang Yoto dan Pak Mul Siap Hadiri Sidang

Dia berharap, pola asuh seperti ini bisa diteladani oleh keluarga di Lamongan. Karena itu, selaku Bunda Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) di Lamongan, dia kerap mensosialisasikan Gerakan 1821 kepada keluarga.

Gerakan 1821 adalah inisiasi dari Bupati Fadeli untuk mematikan gawai dan televisi di pukul 18.00 hingga 21.00. Di jam-jam tersebut, orang tua diharapkan bisa bermain, belajar, dan bicara (ngobrol) dengan anaknya.

“Keluarga adalah lembaga pendidikan pertama dan utama dalam membentuk jati diri generasi penerus bangsa. Pewarisan nilai-nilai budaya dan agama melalui keluarga, akan menjadi penentu kepribadian anak di masa dewasanya kelak,” ujar Makhdumah Fadeli.

Dalam banyak kesempatan, dia mewanti-wanti orang tua untuk tetap memberi ruang bagi tumbuhnya pendidikan di keluarga, sesibuk apapun. “Selalu luangkan waktu untuk keluarga. Sesibuk apapun aktivitas ayah dan bunda di luar rumah,” pesan dia.

Seperti halnya yang telah dia terapkan selama ini. Di tengah segala kesibukan Makhdumah Fadeli mendampingi Bupati Lamongan. Padahal saat ini dia menduduki sejumlah posisi penting.  Mulai dari sebagai Ketua Persatuan Wredatama Republik Indonesia (PWRI), Ketua Tim Penggerak PKK, Ketua Persatuan Wanita Olahraga Seluruh Indonesia (Perwosi), Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda), Ketua Forum Peningkatan Konsumsi Ikan (Forikan) dan Ketua Yayasan Kanker Indonesia (YKI).

Baca Juga :  ASN Lamongan dilarang Menggunakan Mobil Dinas Untuk Mudik

Makhdumah Fadeli saat ini juga masih aktif sebagai Ketua Kelompok Kerja Kepala Sekolah (KKKS), Ketua Gabungan Organisasi Wanita (GOW), Ketua Yayasan Lembaga Gerakan Nasional Orang Tua Asuh (YLGN-OTA), Pembina  Dharma Wanita Persatuan dan Pembina Gabungan Organisasi Penyelenggara Taman Kanak – Kanak Indonesia (GOPTKI).

Makhdumah Fadeli tidak sekedar numpang nama dalam berbagai organisasi tersebut. Seperti ketika dalam kapasitasnya sebagai KTU TPPKK. Dia telah mencanangkan Gerakan Pendidikan Keluarga pada 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK). Dia menerjemahkan amanah di berbagai organisasi tersebut sebagai saluran untuk beribadah.

“Dengan terus melakukan kebaikan, memberi arti bagi lingkungan sekitar, insya Allah kehidupan kita akan berkualitas dan diliputi kebarokahan, “ tutur Makhdumah Fadeli.

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/