alexametrics
24.8 C
Bojonegoro
Friday, May 27, 2022

Divonis Tiga Bulan, Saddil Pikir – Pikir

KOTA – Saddil Ramdani, 20, mantan winger Persela,  divonis tiga bulan penjara pada sidang di Pengadilan Negeri (PN) Lamongan kemarin (27/5). Pemain timnas PSSI itu dinilai bersalah dalam kasus penganiayaan terhadap Anugrah Sekar Rukmi, Oktober lalu.

Putusan dari majelis hakim yang diketuai Muhammad Sainal dan didampingi M Aunur Rofiq dan Agusty Hadi Widarto itu lebih rendah dibandingkan tuntutan jaksa penuntut umum (JPU) Andhika Nugraha Triputra. Pada sidang sebelumnya, JPU menuntut Saddil dengan pidana penjara selama empat bulan.

‘’Menyatakan terdakwa Saddil Ramdani terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana penganiayaan. Perbuatan terdakwa sebagaimana diatur dan diancam pidana pasal 351 ayat satu KUHP. Serta menetapkan supaya terdakwa dibebani membayar biaya perkara sebesar Rp 5 ribu,’’ kata hakim.

Baca Juga :  Bima X Hingga Komunitas Bis, Adu Kreativitas di CFD

Dalam amar putusannya, majelis hakim memertimbangkan hal – hal yang memberatkan dan meringankan terdakwa. Hal memberatkan, terdakwa melakukan penganiayaan terhadap mantan kekasihnya hingga menimbulkan rasa luka atau sakit. Hasil visum RSUD Dr R Soegiri Lamongan menunjukkan adanya luka lecet sepanjang 0,5 – 1 sentimeter (cm) di bawah mata kanan serta luka memar pada dahi kanan atas dan kepala bagian kanan 2 – 3 cm di atas daun telinga kanan. Luka itu diduga karena benturan benda tumpul.

Hal yang meringankan, Saddil telah mengakui dan menyesal atas perbuatannya. Selain itu, ada kesepakatan damai antara terdakwa dan korban yang dibuktikan dengan surat perjanjian.

Usai mendengar putusan majelis hakim, Saddil diberi kesempatan untuk menanggapi apakah menerima, banding, atau pikir-pikir dalam tempo tujuh hari. Saddil lantas berkonsultasi dengan dua penasihat hukumnya.

Baca Juga :  Guru Jadi Petugas Upacara

‘’Terima kasih yang mulia atas putusannya. Saya dan penasihat hukum memilih untuk pikir-pikir,’’ ujar pesepak bola asal Kendari tersebut.

Selama proses persidangan bergulir sejak bulan lalu, ada empat saksi yang dihadirkan JPU. Mereka adalah Anugrah Sekar Rukmi, Mawar Suswari, Birrul Walidain, dan penyidik Polres Lamongan Budi Santoso. Sebelumnya sempat terjadi perdebatan antara Mawar, ibunda Sekar, dengan majelis hakim karena dia mengaku tidak pernah menandatangani berita acara pemeriksaan. Hingga akhirnya hakim memutuskan mengonfrontasi Mawar, penyidik kepolisian, dan kejaksaan terkait pernyataannya itu.

KOTA – Saddil Ramdani, 20, mantan winger Persela,  divonis tiga bulan penjara pada sidang di Pengadilan Negeri (PN) Lamongan kemarin (27/5). Pemain timnas PSSI itu dinilai bersalah dalam kasus penganiayaan terhadap Anugrah Sekar Rukmi, Oktober lalu.

Putusan dari majelis hakim yang diketuai Muhammad Sainal dan didampingi M Aunur Rofiq dan Agusty Hadi Widarto itu lebih rendah dibandingkan tuntutan jaksa penuntut umum (JPU) Andhika Nugraha Triputra. Pada sidang sebelumnya, JPU menuntut Saddil dengan pidana penjara selama empat bulan.

‘’Menyatakan terdakwa Saddil Ramdani terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana penganiayaan. Perbuatan terdakwa sebagaimana diatur dan diancam pidana pasal 351 ayat satu KUHP. Serta menetapkan supaya terdakwa dibebani membayar biaya perkara sebesar Rp 5 ribu,’’ kata hakim.

Baca Juga :  Sesepuh di Desa Wonocolo, Masih Simpan Stempel Lawas Bersejarah

Dalam amar putusannya, majelis hakim memertimbangkan hal – hal yang memberatkan dan meringankan terdakwa. Hal memberatkan, terdakwa melakukan penganiayaan terhadap mantan kekasihnya hingga menimbulkan rasa luka atau sakit. Hasil visum RSUD Dr R Soegiri Lamongan menunjukkan adanya luka lecet sepanjang 0,5 – 1 sentimeter (cm) di bawah mata kanan serta luka memar pada dahi kanan atas dan kepala bagian kanan 2 – 3 cm di atas daun telinga kanan. Luka itu diduga karena benturan benda tumpul.

Hal yang meringankan, Saddil telah mengakui dan menyesal atas perbuatannya. Selain itu, ada kesepakatan damai antara terdakwa dan korban yang dibuktikan dengan surat perjanjian.

Usai mendengar putusan majelis hakim, Saddil diberi kesempatan untuk menanggapi apakah menerima, banding, atau pikir-pikir dalam tempo tujuh hari. Saddil lantas berkonsultasi dengan dua penasihat hukumnya.

Baca Juga :  Satu Atlet Raih Perunggu, Empat Atlet 10 Besar

‘’Terima kasih yang mulia atas putusannya. Saya dan penasihat hukum memilih untuk pikir-pikir,’’ ujar pesepak bola asal Kendari tersebut.

Selama proses persidangan bergulir sejak bulan lalu, ada empat saksi yang dihadirkan JPU. Mereka adalah Anugrah Sekar Rukmi, Mawar Suswari, Birrul Walidain, dan penyidik Polres Lamongan Budi Santoso. Sebelumnya sempat terjadi perdebatan antara Mawar, ibunda Sekar, dengan majelis hakim karena dia mengaku tidak pernah menandatangani berita acara pemeriksaan. Hingga akhirnya hakim memutuskan mengonfrontasi Mawar, penyidik kepolisian, dan kejaksaan terkait pernyataannya itu.

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/