alexametrics
27.6 C
Bojonegoro
Tuesday, May 24, 2022

Tenun-Batik Bojonegoro Mendunia

KOTA – Perpaduan antara tenun dan batik Bojonegoro kian populer dan menjadi daya tarik tersendiri karena memiliki banyak motif. Tenun dengan batik khas Jonegoroan itu dipopulerkan Mahfudhoh Suyoto. Para perajin mendapat berkah dengan banyak mendapat pesanan. Dan, Dinas Perindustrian Bojonegoro juga tertarik mengembangkan usaha tersebut.

Salah seorang perajin, Muhamad Alim, warga Desa Kedungrejo, Kecamatan Sumberejo mengaku, menyampaikan terima kasih pada Bu Yoto atas jasanya menginisiasi perpaduan Batik Jonegoroan dan tenun. Sehingga usahanya semakin berkembang dan mendapatkan bantuan lagi dua buah alat tenun bukan mesin (ATBM). “Sangat berterima kasih karena dari inspirasinya bisa seperti ini,” kata Alim minggu (27/5).

Saat ini, dia mengaku memiliki 7 unit alat tenun. Rinciannya, 2 unit tenun kain batik dan 5 unit alat tenun sarung. Dinas Perindustrian Kabupaten Bojonegoro akhirnya juga tertarik mengembangkan usaha kerajinan tersebut. Sejak 27 Oktober 2014, Alim mengaku mulai digandeng Dinas Perindustrian untuk mengembangkan tenun khas Jonegoroan yang mengadopsi 14 motif batik khas Jonegoro itu. “Itu yang merintis Bu Yoto.

Baca Juga :  DPRD Janji Tindaklanjuti Tuntutan P-APDESI

Saat ini menjadi identitas Bojonegoro dan kerap dipakai oleh para desainer untuk merancang busananya,” kata Alim yang mengaku memiliki lima pekerja tersebut. Alim berharap tenun ini akan sama berjayanya seperti 14 motif batik Jonegoroan. Batik Jonegoro semakin dikenal. Bahkan anak-anak sekolah mengenakan seragam motif batik itu.

Ke depan, diharapkan kain tenun juga bernasib sama. Sehingga, sebagai warga Bojonegoro, dia merasa bangga atas kain tenun ini. Apalagi tidak hanya dipakai warga Bojonegoro saja, namun juga para model internasional (kelompok usia muda dan milenial) di pagelaran Adibusana Mancanegara. “Terima kasih Bu Yoto, atas rintisan usaha industri kreatif yang bernilai ekonomi tinggi ini,” pungkasnya.

Baca Juga :  Mudahkan Warga Akses Data Proyek

KOTA – Perpaduan antara tenun dan batik Bojonegoro kian populer dan menjadi daya tarik tersendiri karena memiliki banyak motif. Tenun dengan batik khas Jonegoroan itu dipopulerkan Mahfudhoh Suyoto. Para perajin mendapat berkah dengan banyak mendapat pesanan. Dan, Dinas Perindustrian Bojonegoro juga tertarik mengembangkan usaha tersebut.

Salah seorang perajin, Muhamad Alim, warga Desa Kedungrejo, Kecamatan Sumberejo mengaku, menyampaikan terima kasih pada Bu Yoto atas jasanya menginisiasi perpaduan Batik Jonegoroan dan tenun. Sehingga usahanya semakin berkembang dan mendapatkan bantuan lagi dua buah alat tenun bukan mesin (ATBM). “Sangat berterima kasih karena dari inspirasinya bisa seperti ini,” kata Alim minggu (27/5).

Saat ini, dia mengaku memiliki 7 unit alat tenun. Rinciannya, 2 unit tenun kain batik dan 5 unit alat tenun sarung. Dinas Perindustrian Kabupaten Bojonegoro akhirnya juga tertarik mengembangkan usaha kerajinan tersebut. Sejak 27 Oktober 2014, Alim mengaku mulai digandeng Dinas Perindustrian untuk mengembangkan tenun khas Jonegoroan yang mengadopsi 14 motif batik khas Jonegoro itu. “Itu yang merintis Bu Yoto.

Baca Juga :  PEPC Sinergi Proses Izin Instalasi Pengolahan Sampah

Saat ini menjadi identitas Bojonegoro dan kerap dipakai oleh para desainer untuk merancang busananya,” kata Alim yang mengaku memiliki lima pekerja tersebut. Alim berharap tenun ini akan sama berjayanya seperti 14 motif batik Jonegoroan. Batik Jonegoro semakin dikenal. Bahkan anak-anak sekolah mengenakan seragam motif batik itu.

Ke depan, diharapkan kain tenun juga bernasib sama. Sehingga, sebagai warga Bojonegoro, dia merasa bangga atas kain tenun ini. Apalagi tidak hanya dipakai warga Bojonegoro saja, namun juga para model internasional (kelompok usia muda dan milenial) di pagelaran Adibusana Mancanegara. “Terima kasih Bu Yoto, atas rintisan usaha industri kreatif yang bernilai ekonomi tinggi ini,” pungkasnya.

Baca Juga :  Angkat Cerita Masa Panen Padi di Lamongan

Artikel Terkait

Most Read

Waspadai Demam Berdarah

Dimulai dari Bangku Kuliah

Artikel Terbaru


/