alexametrics
23.7 C
Bojonegoro
Wednesday, May 25, 2022

Paslon Minim Tawarkan Isu Lingkungan

BOJONEGORO – Isu lingkungan masih belum tersentuh pada program pasangan calon bupati (cabup) dan calon wakil bupati (cawabup) Bojonegoro. Rerata para kandidat lebih banyak mengusung tentang pembangunan dan kesejahteraan masyarakat. 

Menurut Ketua Bidang Jaringan dan Pendidikan Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi) Jawa Timur Wahyu Eka Setiawan, pasangan calon (paslon) belum menempatkan lingkungan sebagai variabel independen. Tetapi lebih didudukkan sebagai variabel dependen. Artinya, persoalan lingkungan masih sedikit dibahas dalam program para kandidat. 

Wahyu mencontohkan, seharusnya paslon bisa melihat persoalan ekonomi dan sosial itu setara. Bukan dalam satu komponen yang terintegrasi. “Lingkungan hidup memiliki relasi kuat mendukung keberlangsungan kehidupan manusia. Tidak hanya dimaknai paradigma developmentalism dan eksploitatif. Tapi, lebih kepada mencoba menciptakan kondisi seimbang di antara keduanya dengan berbasis paradigma sosial-ekologis,” terang dia. 

Baca Juga :  APK Cagub Difasilitasi KPUK

Lulusan Universitas Airlangga Surabaya itu melanjutkan, setidaknya jarang sekali paslon membicarakan persoalan krisis dan masalah rakyat dan lingkungan. Terutama, terkait dampak buruk industri ekstraktif dan wilayah kelola rakyat berbasis lokalitas. 

Menurut Wahyu, seharusnya paslon turut menghentikan progres kerusakan lingkungan dan ruang produksi masyarakat akibat ekspansi tambang. Beberapa catatan industri di Bojonegoro, yakni tentang minyak dan gas. 

Selain itu, juga ada tambang galian. Selain industri harusnya menjadi catatan, yakni terkait lingkungan Sungai Bengawan Solo. Sebab, di sungai ini masih ada penambangan pasir. “Bagaimana para calon bisa benar-benar alam dan lingkungan alam,” tandasnya.

BOJONEGORO – Isu lingkungan masih belum tersentuh pada program pasangan calon bupati (cabup) dan calon wakil bupati (cawabup) Bojonegoro. Rerata para kandidat lebih banyak mengusung tentang pembangunan dan kesejahteraan masyarakat. 

Menurut Ketua Bidang Jaringan dan Pendidikan Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi) Jawa Timur Wahyu Eka Setiawan, pasangan calon (paslon) belum menempatkan lingkungan sebagai variabel independen. Tetapi lebih didudukkan sebagai variabel dependen. Artinya, persoalan lingkungan masih sedikit dibahas dalam program para kandidat. 

Wahyu mencontohkan, seharusnya paslon bisa melihat persoalan ekonomi dan sosial itu setara. Bukan dalam satu komponen yang terintegrasi. “Lingkungan hidup memiliki relasi kuat mendukung keberlangsungan kehidupan manusia. Tidak hanya dimaknai paradigma developmentalism dan eksploitatif. Tapi, lebih kepada mencoba menciptakan kondisi seimbang di antara keduanya dengan berbasis paradigma sosial-ekologis,” terang dia. 

Baca Juga :  Berkas BAP Pengeroyokan Kedungadem Dilimpahkan

Lulusan Universitas Airlangga Surabaya itu melanjutkan, setidaknya jarang sekali paslon membicarakan persoalan krisis dan masalah rakyat dan lingkungan. Terutama, terkait dampak buruk industri ekstraktif dan wilayah kelola rakyat berbasis lokalitas. 

Menurut Wahyu, seharusnya paslon turut menghentikan progres kerusakan lingkungan dan ruang produksi masyarakat akibat ekspansi tambang. Beberapa catatan industri di Bojonegoro, yakni tentang minyak dan gas. 

Selain itu, juga ada tambang galian. Selain industri harusnya menjadi catatan, yakni terkait lingkungan Sungai Bengawan Solo. Sebab, di sungai ini masih ada penambangan pasir. “Bagaimana para calon bisa benar-benar alam dan lingkungan alam,” tandasnya.

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/