alexametrics
23.7 C
Bojonegoro
Tuesday, May 24, 2022

Pasar Cring Wur Ajak Rukun Selepas Pilpres

BOJONEGORO – Animo masyarakat menumbuhkan pasar tradisional mulai bermunculan. Pasar digelar di perkampungan warga ini untuk menumbuhkan semangat ekonomi kerakyatan. Perekonomian di suatu perkampungan bergerak.

Seperti kemarin (27/4) warga Kelurahan Banjarejo, Kecamatan Kota, membikin Pasar Cring Wur Tanggul. Pasar tradisional ini dilaksanakan sehari atau Sabtu malam. Pasar diadakan warga RT 16 ini setidaknya menjalin kerukunan warga selepas pilpres (pemilihan presiden). Pasar Cring Wur Tanggul ini warga serempak berkumpul dan berdagang bersama.

Alfian Rahman salah satu penggagas mengatakan, acara bersama ini sengaja diadakan menyatukan kembali perbedaan usai pilpres. Nama Pasar Cring Wur Tanggul diambil dari cring artinya urunan warga. Filosofinya meskipun berbeda-beda tetap bersatu tanpa perbedaan. Sedangkan wur tanggul berasal dari Bahasa Jawa yang artinya di atas tanggul.

Baca Juga :  Agrowisata Ramai Pengunjung Rombongan, Pedagang Belimbing Senang

Gelaran pasar tradisional ini diisi 21 stan makanan dan minuman. Berjejer rapi sepanjang Gang Tanggul Tangkes Utara kelurahan setempat. Riuh pedagang dan warga terlihat bersemangat menjajakan kulineran.

Warga yang datang pun membawa beragam bungkusan hasil membeli di pasar di atas tanggul itu. Alfian mengatakan, warga dari RT 16 rerata berprofesi pedagang. Sekitar 31 UKM aktif berdagang. ‘’Ada yang memang berjualan di pasar, pedagang kaki lima, dan usaha catering. Jadi dagangan di Pasar Cring lebih banyak makanan seperti es dawah, es buah, dan jajanan pasar,’’ ucapnya.

Pengunjung yang datang pun disediakan bubur gratis. Nuansa akhir pekan terasa karena pengunjung juga terhibur adanya seni oklik dan badut.

Baca Juga :  Kopda Joko Pimpin Pindahkan Barang-Barang Milik Dasim

Luluk salah satu pengunjung asal Kecamatan Balen mengatakan, tahu informasi Pasar Cring dari mertuanya. ‘’Datang ke pasar sekalian silaturahmi. Baru ini ada kegiatan seperti ini,’’ ucap dia.

BOJONEGORO – Animo masyarakat menumbuhkan pasar tradisional mulai bermunculan. Pasar digelar di perkampungan warga ini untuk menumbuhkan semangat ekonomi kerakyatan. Perekonomian di suatu perkampungan bergerak.

Seperti kemarin (27/4) warga Kelurahan Banjarejo, Kecamatan Kota, membikin Pasar Cring Wur Tanggul. Pasar tradisional ini dilaksanakan sehari atau Sabtu malam. Pasar diadakan warga RT 16 ini setidaknya menjalin kerukunan warga selepas pilpres (pemilihan presiden). Pasar Cring Wur Tanggul ini warga serempak berkumpul dan berdagang bersama.

Alfian Rahman salah satu penggagas mengatakan, acara bersama ini sengaja diadakan menyatukan kembali perbedaan usai pilpres. Nama Pasar Cring Wur Tanggul diambil dari cring artinya urunan warga. Filosofinya meskipun berbeda-beda tetap bersatu tanpa perbedaan. Sedangkan wur tanggul berasal dari Bahasa Jawa yang artinya di atas tanggul.

Baca Juga :  Tergugah LIhat Teman Jepang Nyanyikan Tembang Jawa

Gelaran pasar tradisional ini diisi 21 stan makanan dan minuman. Berjejer rapi sepanjang Gang Tanggul Tangkes Utara kelurahan setempat. Riuh pedagang dan warga terlihat bersemangat menjajakan kulineran.

Warga yang datang pun membawa beragam bungkusan hasil membeli di pasar di atas tanggul itu. Alfian mengatakan, warga dari RT 16 rerata berprofesi pedagang. Sekitar 31 UKM aktif berdagang. ‘’Ada yang memang berjualan di pasar, pedagang kaki lima, dan usaha catering. Jadi dagangan di Pasar Cring lebih banyak makanan seperti es dawah, es buah, dan jajanan pasar,’’ ucapnya.

Pengunjung yang datang pun disediakan bubur gratis. Nuansa akhir pekan terasa karena pengunjung juga terhibur adanya seni oklik dan badut.

Baca Juga :  Kopda Joko Pimpin Pindahkan Barang-Barang Milik Dasim

Luluk salah satu pengunjung asal Kecamatan Balen mengatakan, tahu informasi Pasar Cring dari mertuanya. ‘’Datang ke pasar sekalian silaturahmi. Baru ini ada kegiatan seperti ini,’’ ucap dia.

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/