alexametrics
25.5 C
Bojonegoro
Sunday, July 3, 2022

Ujian Paket C Diduga Disusupi Joki

TUBAN – Pelaksanaan ujian Paket C pada hari pertama Jumat (27/4) diwarnai adanya dugaan keterlibatan seorang joki. Informasi yang diterima Jawa Pos Radar Tuban, dugaan keterlibatan oknum peran pengganti peserta untuk mengerjakan soal ujian kesetaraan SMA itu berlangsung di lokasi ujian SMK Abdi Negara. 

Berdasar keterangan sumber Jawa Pos Radar Tuban, diduga ada dua peserta ujian yang disebut-sebut sebagai joki tersebut. Sumber tersebut mengatakan, terbongkarnya oknum yang diduga sebagai pemeran joki ini berawal dari kecurigan para peserta yang merasa asing dengan wajah kedua oknum yang diduga sebagai joki itu. Sebab, keduanya selama ini tidak pernah mengikuti bimbingan belajar pada Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM). ‘’Dari situ banyak yang curiga bahwa yang bersangkutan bukan peserta asli,’’ kata sumber tersebut.

Baca Juga :  Lamongan Turun ke PPKM Level 3, Wisata Masih Belum Boleh Dibuka

Setelah diinterogasi dan terbukti bukan sebagai peserta yang sebenarnya, oleh penilik keduanya langsung di keluarkan dari ruangan. ‘’Setelah itu, kelanjutan (prosesnya, Red) bagaimana, saya kurang tahu karena langsung diamankan,’’ ujarnya.

Kepala Bidang (Kabid) Pendidikan Non Formal dan Informal Dinas Pendidikan (Disdik) Tuban, Sumarno saat dikonfirmasi mengaku belum mendapat laporan adanya kejadian yang mencoreng dunia pendidikan di Tuban tersebut. ‘’Sampai saat ini saya belum mendapat laporan. Dan, saya malah baru tahu (dari pertanyaan Jawa Pos Radar Tuban, Red),’’ kata Marno ketika dikonfirmasi via ponselnya kemarin sore.

Untuk memastikan kebenaran dari adanya informasi dugaan oknum joki tersebut, pihaknya bakal meminta keterangan dari penilik atau pengawas ujian di lokasi berlangsungnya insiden perjokian tersebut. ‘’Nanti saya cari tahu dulu,’’ ujarnya.

Baca Juga :  Pakai Joki, Dua Peserta Ujian Paket C Dicoret

Berselang sekitar satu jam dari konfirmasi sebelumnya, saat dihubungi kembali Jawa Pos Radar Tuban, Marno masih belum bisa memastikan. ‘’Saya telepon belum diangkat,’’ katanya, sehingga belum bisa memastikan adanya informasi dugaan perjokian tersebut.

Sekadar diketahui, ujian paket kesetaraan SMA itu bakal berlangsung selama tiga hari. Dimulai hari pertama kemarin dan berakhir pada Minggu (29/4) besok. 

TUBAN – Pelaksanaan ujian Paket C pada hari pertama Jumat (27/4) diwarnai adanya dugaan keterlibatan seorang joki. Informasi yang diterima Jawa Pos Radar Tuban, dugaan keterlibatan oknum peran pengganti peserta untuk mengerjakan soal ujian kesetaraan SMA itu berlangsung di lokasi ujian SMK Abdi Negara. 

Berdasar keterangan sumber Jawa Pos Radar Tuban, diduga ada dua peserta ujian yang disebut-sebut sebagai joki tersebut. Sumber tersebut mengatakan, terbongkarnya oknum yang diduga sebagai pemeran joki ini berawal dari kecurigan para peserta yang merasa asing dengan wajah kedua oknum yang diduga sebagai joki itu. Sebab, keduanya selama ini tidak pernah mengikuti bimbingan belajar pada Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM). ‘’Dari situ banyak yang curiga bahwa yang bersangkutan bukan peserta asli,’’ kata sumber tersebut.

Baca Juga :  Pakai Joki, Dua Peserta Ujian Paket C Dicoret

Setelah diinterogasi dan terbukti bukan sebagai peserta yang sebenarnya, oleh penilik keduanya langsung di keluarkan dari ruangan. ‘’Setelah itu, kelanjutan (prosesnya, Red) bagaimana, saya kurang tahu karena langsung diamankan,’’ ujarnya.

Kepala Bidang (Kabid) Pendidikan Non Formal dan Informal Dinas Pendidikan (Disdik) Tuban, Sumarno saat dikonfirmasi mengaku belum mendapat laporan adanya kejadian yang mencoreng dunia pendidikan di Tuban tersebut. ‘’Sampai saat ini saya belum mendapat laporan. Dan, saya malah baru tahu (dari pertanyaan Jawa Pos Radar Tuban, Red),’’ kata Marno ketika dikonfirmasi via ponselnya kemarin sore.

Untuk memastikan kebenaran dari adanya informasi dugaan oknum joki tersebut, pihaknya bakal meminta keterangan dari penilik atau pengawas ujian di lokasi berlangsungnya insiden perjokian tersebut. ‘’Nanti saya cari tahu dulu,’’ ujarnya.

Baca Juga :  Perpusda Jadi Alternatif Liburan

Berselang sekitar satu jam dari konfirmasi sebelumnya, saat dihubungi kembali Jawa Pos Radar Tuban, Marno masih belum bisa memastikan. ‘’Saya telepon belum diangkat,’’ katanya, sehingga belum bisa memastikan adanya informasi dugaan perjokian tersebut.

Sekadar diketahui, ujian paket kesetaraan SMA itu bakal berlangsung selama tiga hari. Dimulai hari pertama kemarin dan berakhir pada Minggu (29/4) besok. 

Artikel Terkait

Most Read

Warga Protes Trotoar Rusak

Penarikan Parkir Jadi Polemik

Ujian Perdana Arsitek Anyar

Artikel Terbaru

Makin Sombong, Makin Bernilai

Kehilangan Akun Line


/