alexametrics
25.2 C
Bojonegoro
Tuesday, June 28, 2022

Tragis Empat Bulan, 12 Kejadian Bunuh Diri

DANDER – Perilaku mengakhiri hidup dengan gantung diri masih menjadi persoalan pelik di Bojonegoro. Setiap bulan, selalu terjadi aksi bunuh diri. Sejak Januari hingga sekarang, sudah 12 kejadian bunuh diri. Perlu tindakan membendung fenomena sosial tak terpuji ini. Kali terakhir, aksi bunuh diri dilakukan Paidin. Kakek berusia 78 tahun ini mengakhiri hidupnya dengan gantung diri, jumat (27/4).

Kakek warga Desa/Kecamaran Dander ini gantung diri di kandang kambing milik anaknya, Patmi, 60. Informasi dihimpun Jawa Pos Radar Bojonegoro, sekitar pukul 11.00 korban pergi ke rumah Patmi, anaknya. Awalnya, Patmi tidak curiga melihat kedatangan bapaknya. Saat itu, Patmi memasak. Dia pun membiarkan bapaknya berjalan ke belakang rumah.

Baca Juga :  29 Pasangan Siri Ingin Legalkan Pernikahan

Selang berapa lama terdengar suara gaduh dan ketika mengecek di kandang, Patmi melihat bapaknya sudah meregang nyawa. Kejadian itu pun membuat warga setempat gempar dan melaporkan kepada perangkat desa setempat lalu ke Polsek Dander. Anggota polisi datang ke lokasi kejadian untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP). Korban gantung diri dengan menggunakan tali tampar biru.

Kapolsek Dander AKP Wijianto mengatakan, korban gantung diri diduga mengalami depresi. Bahkan, sebelum kejadian korban sempat mengutarakan niatnya ingin mati dan minta dikubur di samping kuburan sang istri. “Berdasarkan pengakuan saksi, beberapa waktu lalu, korban sering berbicara sendiri. Seperti mengalami depresi,” jelasnya.

Setelah dilakukan olah TKP dan hasil pemeriksaan visum luar dari tim medis, tidak ditemukan luka bekas penganiayaan. Sehingga, jenazah pun diserahkan kepada keluarga untuk dimakamkan. Korban dinyatakan murni gantung diri karena depresi.

Baca Juga :  PPDB Offline Serap 137 Murid

DANDER – Perilaku mengakhiri hidup dengan gantung diri masih menjadi persoalan pelik di Bojonegoro. Setiap bulan, selalu terjadi aksi bunuh diri. Sejak Januari hingga sekarang, sudah 12 kejadian bunuh diri. Perlu tindakan membendung fenomena sosial tak terpuji ini. Kali terakhir, aksi bunuh diri dilakukan Paidin. Kakek berusia 78 tahun ini mengakhiri hidupnya dengan gantung diri, jumat (27/4).

Kakek warga Desa/Kecamaran Dander ini gantung diri di kandang kambing milik anaknya, Patmi, 60. Informasi dihimpun Jawa Pos Radar Bojonegoro, sekitar pukul 11.00 korban pergi ke rumah Patmi, anaknya. Awalnya, Patmi tidak curiga melihat kedatangan bapaknya. Saat itu, Patmi memasak. Dia pun membiarkan bapaknya berjalan ke belakang rumah.

Baca Juga :  386 Penderita Covid Sembuh, 50 Meninggal Didominasi Penyakit Penyerta

Selang berapa lama terdengar suara gaduh dan ketika mengecek di kandang, Patmi melihat bapaknya sudah meregang nyawa. Kejadian itu pun membuat warga setempat gempar dan melaporkan kepada perangkat desa setempat lalu ke Polsek Dander. Anggota polisi datang ke lokasi kejadian untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP). Korban gantung diri dengan menggunakan tali tampar biru.

Kapolsek Dander AKP Wijianto mengatakan, korban gantung diri diduga mengalami depresi. Bahkan, sebelum kejadian korban sempat mengutarakan niatnya ingin mati dan minta dikubur di samping kuburan sang istri. “Berdasarkan pengakuan saksi, beberapa waktu lalu, korban sering berbicara sendiri. Seperti mengalami depresi,” jelasnya.

Setelah dilakukan olah TKP dan hasil pemeriksaan visum luar dari tim medis, tidak ditemukan luka bekas penganiayaan. Sehingga, jenazah pun diserahkan kepada keluarga untuk dimakamkan. Korban dinyatakan murni gantung diri karena depresi.

Baca Juga :  Hari Kemerdekaan, Enam Bayi Lahir

Artikel Terkait

Most Read

Bersaing Jadi Peringkat Tiga TerbaikĀ 

Ada Tiga PR Lalu Lintas

Pelototi Rekam Jejak Pejabat

Artikel Terbaru


/