alexametrics
24 C
Bojonegoro
Tuesday, June 28, 2022

LGC 2018 Akan Di-Launching, Kampung Kumuh Ketinggalan Zaman

LAMONGAN – Lamongan Green and Clean (LGC) siap digelar lagi. Kompetisi lingkungan antarrukun tetangga (RT) itu semakin menjadi kebutuhan warga Lamongan. Sebab, lingkungan kumuh sudah tidak zaman lagi di era milenial saat ini. Sebaliknya, kampung yang hijau, bersih, asri, dan bebas sampah menjadi tuntutan zaman.

Berkaitan dengan itu, Minggu (29/4) LGC 2018 akan di-launching Bupati Lamongan, Fadeli di Alun – Alun Kota Lamongan. ‘’Insya Allah Minggu lusa (besok, Red) LGC 2018 akan di-launching Pak Bupati (Bupati Lamongan, Fadeli),’’ kata Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Lamongan, Fahrudin Ali Fikri, jumat (27/4).

Menurut dia, gerakan LGC membuat lingkungan Lamongan menjadi bersih, hijau, tertata dan minim sampah. Sehingga perkampungan di Lamongan semakin nyaman untuk tempat tinggal. Tidak hanya di wilayah perkotaan, namun hingga pelosok pedesaan. Bahkan mampu menghantarkan Lamongan meraih Piala Adipura setiap tahun. Berkat LGC pula, Lamongan menjadi kiblat studi banding lingkungan dari daerah-daerah lain. ‘’Karena itu sudah tidak zaman lagi kampung kumuh di Lamongan. Sehingga kampung-kampung di Lamongan bersaing mengikuti LGC,’’ ujarnya.

Baca Juga :  Sempat Tidak Dapat Dukungan dari Sekolah

Panitia LGC 2018, Hamim Thohari mengungkapkan, ada tujuh tahapan pelaksanaan LGC 2018. Yakni diawali dengan launching. Kemudian dilanjutkan sosialisasi/workshop. Selanjutnya, bedah lingkungan dan pendaftaran.

Tahap berikutnya, penilaian tahap 1 untuk wilayah pedesaan maupun perkotaan. Dilanjutkan penilaian tahap 2 wilayah pedesaan dan perkotaan. Tahap keenam verifikasi, dan ditutup dengan puncak kegiatan berupa awarding penentuan para RT terbaik. ‘’Pada LGC tahun ini ada inovasi baru berupa sistem membayar iuran BPJS dengan sampah,’’ kata pria yang juga Kasi Perubahan Iklim dan Pemeliharaan Lingkungan itu.

LAMONGAN – Lamongan Green and Clean (LGC) siap digelar lagi. Kompetisi lingkungan antarrukun tetangga (RT) itu semakin menjadi kebutuhan warga Lamongan. Sebab, lingkungan kumuh sudah tidak zaman lagi di era milenial saat ini. Sebaliknya, kampung yang hijau, bersih, asri, dan bebas sampah menjadi tuntutan zaman.

Berkaitan dengan itu, Minggu (29/4) LGC 2018 akan di-launching Bupati Lamongan, Fadeli di Alun – Alun Kota Lamongan. ‘’Insya Allah Minggu lusa (besok, Red) LGC 2018 akan di-launching Pak Bupati (Bupati Lamongan, Fadeli),’’ kata Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Lamongan, Fahrudin Ali Fikri, jumat (27/4).

Menurut dia, gerakan LGC membuat lingkungan Lamongan menjadi bersih, hijau, tertata dan minim sampah. Sehingga perkampungan di Lamongan semakin nyaman untuk tempat tinggal. Tidak hanya di wilayah perkotaan, namun hingga pelosok pedesaan. Bahkan mampu menghantarkan Lamongan meraih Piala Adipura setiap tahun. Berkat LGC pula, Lamongan menjadi kiblat studi banding lingkungan dari daerah-daerah lain. ‘’Karena itu sudah tidak zaman lagi kampung kumuh di Lamongan. Sehingga kampung-kampung di Lamongan bersaing mengikuti LGC,’’ ujarnya.

Baca Juga :  Dorong PAN Selesaikan Administrasi

Panitia LGC 2018, Hamim Thohari mengungkapkan, ada tujuh tahapan pelaksanaan LGC 2018. Yakni diawali dengan launching. Kemudian dilanjutkan sosialisasi/workshop. Selanjutnya, bedah lingkungan dan pendaftaran.

Tahap berikutnya, penilaian tahap 1 untuk wilayah pedesaan maupun perkotaan. Dilanjutkan penilaian tahap 2 wilayah pedesaan dan perkotaan. Tahap keenam verifikasi, dan ditutup dengan puncak kegiatan berupa awarding penentuan para RT terbaik. ‘’Pada LGC tahun ini ada inovasi baru berupa sistem membayar iuran BPJS dengan sampah,’’ kata pria yang juga Kasi Perubahan Iklim dan Pemeliharaan Lingkungan itu.

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/