alexametrics
24.9 C
Bojonegoro
Monday, May 23, 2022

Lagi, Perangkat Desa Jadi Tersangka

TUBAN – Perangkat desa yang terindikasi kuat mengotaki pengoperasian tambang pasar silika ilegal di Desa Latsari, Kecamatan Bancar ditetapkan tersangka. Perangkat desa tersebut, sekretaris desa setempat, Tarsono.Jeratan hukumnya pasal 359  KUHP. Sangkaannya, karena kealpaannya mengakibatkan orang lain meninggal dunia.

Tarsono terjerat pasal ini karena pekerja tambangnya bernama Suparman, 30, meninggal dunia pada Kamis (22/3). Penetapan perangkat desa setempat sebagai tersangka kasus tersebut melalui serangkaian penyelidikan dan penyidikan.

Kasatreskrim Polres Tuban AKP Iwan Hari Poerwanto mengatakan, Tarsono bertahun-tahun mengoperasikan tambang tanpa izin operasional. Itu diperberat dengan status lahan yang merupakan milik negara yang dilarang untuk dimanfaatkan untuk kepentingan pribadi.

‘’Yang bersangkutan sudah diperiksa dan kami tetapkan tersangka,’’ tegas dia..Meski ditetapkan tersangka, Tarsono belum ditahan. Pertimbangannya, penyidik masih mengumpulkan saksi ahli. 

Baca Juga :  Ingatkan Mudik tanpa Plastik

Kasus tersebut menambah panjang daftar perangkat desa yang terlibat pengelolaan tambang ilegal. Sebelumnya, Kepala Desa Jadi, Kecamatan Semanding Munir terancam menjadi tersangka karena statusnya sebagai pemilik tambang batu kumbung yang menewaskan Piter, 55, satu pekerjanya, Sabtu (17/3). 

Jika terbukti, dua perangkat desa sekaligus tokoh masyarakat tersebut dijerat kasus hukum. Di Tuban, bukan hal baru perangkat desa berperan mengotaki tambang ilegal.

Baik tambang kumbung, pasir kuarsa, pasir sungai, maupun tambang lain. Biasanya, status kepemilikan tambang ilegal tersebut baru tercium jika sudah menelan korban jiwa. 

TUBAN – Perangkat desa yang terindikasi kuat mengotaki pengoperasian tambang pasar silika ilegal di Desa Latsari, Kecamatan Bancar ditetapkan tersangka. Perangkat desa tersebut, sekretaris desa setempat, Tarsono.Jeratan hukumnya pasal 359  KUHP. Sangkaannya, karena kealpaannya mengakibatkan orang lain meninggal dunia.

Tarsono terjerat pasal ini karena pekerja tambangnya bernama Suparman, 30, meninggal dunia pada Kamis (22/3). Penetapan perangkat desa setempat sebagai tersangka kasus tersebut melalui serangkaian penyelidikan dan penyidikan.

Kasatreskrim Polres Tuban AKP Iwan Hari Poerwanto mengatakan, Tarsono bertahun-tahun mengoperasikan tambang tanpa izin operasional. Itu diperberat dengan status lahan yang merupakan milik negara yang dilarang untuk dimanfaatkan untuk kepentingan pribadi.

‘’Yang bersangkutan sudah diperiksa dan kami tetapkan tersangka,’’ tegas dia..Meski ditetapkan tersangka, Tarsono belum ditahan. Pertimbangannya, penyidik masih mengumpulkan saksi ahli. 

Baca Juga :  Jembatan Darurat Rusak, 75 Rumah Terendam Banjir

Kasus tersebut menambah panjang daftar perangkat desa yang terlibat pengelolaan tambang ilegal. Sebelumnya, Kepala Desa Jadi, Kecamatan Semanding Munir terancam menjadi tersangka karena statusnya sebagai pemilik tambang batu kumbung yang menewaskan Piter, 55, satu pekerjanya, Sabtu (17/3). 

Jika terbukti, dua perangkat desa sekaligus tokoh masyarakat tersebut dijerat kasus hukum. Di Tuban, bukan hal baru perangkat desa berperan mengotaki tambang ilegal.

Baik tambang kumbung, pasir kuarsa, pasir sungai, maupun tambang lain. Biasanya, status kepemilikan tambang ilegal tersebut baru tercium jika sudah menelan korban jiwa. 

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

Dari Dangdut ke Salawat

Mampu Berbuah Lebih Cepat

Anak Desa Harus Semangat Kuliah


/