alexametrics
24.7 C
Bojonegoro
Wednesday, May 25, 2022

Eks TKI Banyak, Perlu Keahlian Wirausaha

BOJONEGORO – Banyaknya warga sebagai eks tenaga kerja Indonesia (TKI) perlu dikembangkan. Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja (Disperinaker) Bojonegoro mengusulkan ke pemerintah pusat membuat desa migran produktif (desmigratif). Sebab, penting bagi eks TKI memiliki keahlian di bidang wirausaha. Kasi Informasi Pasar Kerja dan Penempatan Tenaga Kerja Disperinaker Sugi Hartono mengatakan, usulan tersebut melihat kondisi jumlah eks TKI cukup banyak dan perlu diberdayakan.

Sasarannya di wilayah Desa Ngrejeng, Kecamatan Purwosari, dan Desa Growok, Kecamatan Dander. “Jumlah eks TKI di Desa Ngrejeng sekitar 600 orang. Sedangkan di Desa Growok sekitar 350 orang,” jelasnya. Dia menambahkan di Desa Ngrejeng para eks TKI sudah membuat koperasi sendiri. Sehingga, perlu terus dikembangkan. Kabid Pengembangan dan Penempatan Tenaga Kerja Disperinaker Joko Santoso menambahkan, nantinya ada petugas desmigratif bisa mendampingi para calon maupun eks TKI. Sekaligus mampu meminimalisasi calo-calo TKI yang mungkin beredar di desa-desa.

Baca Juga :  Tolak Permohonan Paspor TKI Nonprosedural

“Selain itu, desmigratif juga menjadi pusat layanan migrasi, kegiatan usaha produktif, kegiatan menangani anak-anak TKI, dan sebagainya,” terangnya. Meski begitu, Joko memprediksi minat masyarakat menjadi TKI mengalami penurunan tahun ini. Besar kemungkinan karena perubahan perilaku masyarakat sekaligus diresmikannya UU Nomor 18 Tahun 2017 tentang Perlindungan Pekerja Migran. Dalam UU tersebut, mengharuskan sertifi kat kompetensi calon TKI. Pada 2016 lalu, jumlah TKI 600 orang. Turun pada 2017 menjadi 588 orang. Sedangkan triwulan tahun ini juga terlihat penurunannya, karena baru 20 orang yang mendaftar. “Biasanya tiga bulan itu ada 40 orang yang daftar, ini baru 20-an orang daftar,” ujarnya. 

BOJONEGORO – Banyaknya warga sebagai eks tenaga kerja Indonesia (TKI) perlu dikembangkan. Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja (Disperinaker) Bojonegoro mengusulkan ke pemerintah pusat membuat desa migran produktif (desmigratif). Sebab, penting bagi eks TKI memiliki keahlian di bidang wirausaha. Kasi Informasi Pasar Kerja dan Penempatan Tenaga Kerja Disperinaker Sugi Hartono mengatakan, usulan tersebut melihat kondisi jumlah eks TKI cukup banyak dan perlu diberdayakan.

Sasarannya di wilayah Desa Ngrejeng, Kecamatan Purwosari, dan Desa Growok, Kecamatan Dander. “Jumlah eks TKI di Desa Ngrejeng sekitar 600 orang. Sedangkan di Desa Growok sekitar 350 orang,” jelasnya. Dia menambahkan di Desa Ngrejeng para eks TKI sudah membuat koperasi sendiri. Sehingga, perlu terus dikembangkan. Kabid Pengembangan dan Penempatan Tenaga Kerja Disperinaker Joko Santoso menambahkan, nantinya ada petugas desmigratif bisa mendampingi para calon maupun eks TKI. Sekaligus mampu meminimalisasi calo-calo TKI yang mungkin beredar di desa-desa.

Baca Juga :  Berkas Marfuah Tak Kunjung Lengkap

“Selain itu, desmigratif juga menjadi pusat layanan migrasi, kegiatan usaha produktif, kegiatan menangani anak-anak TKI, dan sebagainya,” terangnya. Meski begitu, Joko memprediksi minat masyarakat menjadi TKI mengalami penurunan tahun ini. Besar kemungkinan karena perubahan perilaku masyarakat sekaligus diresmikannya UU Nomor 18 Tahun 2017 tentang Perlindungan Pekerja Migran. Dalam UU tersebut, mengharuskan sertifi kat kompetensi calon TKI. Pada 2016 lalu, jumlah TKI 600 orang. Turun pada 2017 menjadi 588 orang. Sedangkan triwulan tahun ini juga terlihat penurunannya, karena baru 20 orang yang mendaftar. “Biasanya tiga bulan itu ada 40 orang yang daftar, ini baru 20-an orang daftar,” ujarnya. 

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/