alexametrics
28.1 C
Bojonegoro
Wednesday, May 25, 2022

Komisi C Sayangkan Andris Tak Bisa Ikut UNBK

BOJONEGORO, Radar Bojonegoro – Hak Andris Setiawan, 19, untuk menamatkan pendidikan SMK pupus. Tersangka dugaan pembunuhan yang mendekam di tahanan  tersebut tidak bisa mengikuti ujian nasional berbasis komputer (UNBK) jenjang SMK 16 Maret mendatang.

Versi sekolah, ia telah mengundurkan diri dan tidak termasuk dalam daftar nominasi tetap (DNT) peserta UNBK. Sedangkan, DPRD Bojonegoro menyayangkan kondisi tersebut. Bagaimanapun aspek pendidikan menjadi hak setiap orang. Sehingga, meski ditahan, Andris seharusnya bisa ikut UNBK.

‘’Tidak (ikut UNBK). Dia telah mengundurkan diri dan bukan pelajar SMKN Dander,” kata Kepala SMKN Dander Supangat kemarin (27/2).

Menurut dia, beberapa hari setelah kejadian, pihak orang tuanya mendatangi sekolah. Dan, menyatakan putranya untuk mengundurkan diri. Pihaknya pun terkesan tak bisa menghalangi. ‘’Sehingga sudah tidak masuk dalam DNT dan data pokok pendidikan (dapodik),” imbuhnya.

Baca Juga :  Sudah 45 Persen, Progres Proyek Pasar Banjarejo dan Sroyo Dipantau

Sementara itu, Anggota Komisi C DPRD Bojonegoro Hidayatus Sirot menyayangkan keputusan sekolah menerima pengunduran diri tersebut. Sebab setiap orang memiliki hak untuk menamatkan pendidikan. 

‘’Meskipun seorang tersangka pembunuhan, dia masih muda dan punya masa depan,” katanya kepada Jawa Pos Radar Bojonegoro. 

Menurut Tatus, sapaannya, kalaupun dihukum seumur hidup, Andris Setiawan bebas dari tahanan dengan usia yang masih produktif. Yakni 38 tahun. Sehingga, masih bisa melanjutkan hidup dan kembali ke lingkungan.

‘’Saya harap pihak sekolah bisa berkomunikasi dan mengupayakan agar yang bersangkutan tetap ikut UNBK,” tegas politikus Partai Garuda itu.

Karena bagaimanapun pendidikan karakter dan moral merupakan cerminan sekolah. Sehingga akan terasa kontras jika serta merta melepas tanggung jawab. Seperti yang kini menerpa Andris Setiawan.

Baca Juga :  Istri Wakil Bupati dr Endah Wahyu Utami Tutup Usia

‘’Jadi selain itu harap dinas terkait memberi atensi dan mengupayakan (tetap ikut UNBK). Meskipun itu di tahanan,” ujar politisi asal Kecamatan Kanor tersebut.

BOJONEGORO, Radar Bojonegoro – Hak Andris Setiawan, 19, untuk menamatkan pendidikan SMK pupus. Tersangka dugaan pembunuhan yang mendekam di tahanan  tersebut tidak bisa mengikuti ujian nasional berbasis komputer (UNBK) jenjang SMK 16 Maret mendatang.

Versi sekolah, ia telah mengundurkan diri dan tidak termasuk dalam daftar nominasi tetap (DNT) peserta UNBK. Sedangkan, DPRD Bojonegoro menyayangkan kondisi tersebut. Bagaimanapun aspek pendidikan menjadi hak setiap orang. Sehingga, meski ditahan, Andris seharusnya bisa ikut UNBK.

‘’Tidak (ikut UNBK). Dia telah mengundurkan diri dan bukan pelajar SMKN Dander,” kata Kepala SMKN Dander Supangat kemarin (27/2).

Menurut dia, beberapa hari setelah kejadian, pihak orang tuanya mendatangi sekolah. Dan, menyatakan putranya untuk mengundurkan diri. Pihaknya pun terkesan tak bisa menghalangi. ‘’Sehingga sudah tidak masuk dalam DNT dan data pokok pendidikan (dapodik),” imbuhnya.

Baca Juga :  Progres Pelebaran Jalan Bojonegoro - Balen Baru 9 Persen

Sementara itu, Anggota Komisi C DPRD Bojonegoro Hidayatus Sirot menyayangkan keputusan sekolah menerima pengunduran diri tersebut. Sebab setiap orang memiliki hak untuk menamatkan pendidikan. 

‘’Meskipun seorang tersangka pembunuhan, dia masih muda dan punya masa depan,” katanya kepada Jawa Pos Radar Bojonegoro. 

Menurut Tatus, sapaannya, kalaupun dihukum seumur hidup, Andris Setiawan bebas dari tahanan dengan usia yang masih produktif. Yakni 38 tahun. Sehingga, masih bisa melanjutkan hidup dan kembali ke lingkungan.

‘’Saya harap pihak sekolah bisa berkomunikasi dan mengupayakan agar yang bersangkutan tetap ikut UNBK,” tegas politikus Partai Garuda itu.

Karena bagaimanapun pendidikan karakter dan moral merupakan cerminan sekolah. Sehingga akan terasa kontras jika serta merta melepas tanggung jawab. Seperti yang kini menerpa Andris Setiawan.

Baca Juga :  Didik Mukrianto, SH, MH, Sosialisasi 4 Pilar MPR RI di Bojonegoro

‘’Jadi selain itu harap dinas terkait memberi atensi dan mengupayakan (tetap ikut UNBK). Meskipun itu di tahanan,” ujar politisi asal Kecamatan Kanor tersebut.

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/