alexametrics
32.8 C
Bojonegoro
Thursday, August 18, 2022

Demi Bisa Cerai, Jual Perhiasan

- Advertisement -

LAMONGAN – Niat Lia (nama samaran) untuk menceritakan suaminya, sebut saja Jhon Macho, sudah bulat. Dia memantapkan langkah kakinya mendaftarkan perkara perceraiannya ke Pengadilan Agama (PA) Lamongan.

Namun, semangat perempuan 27 tahun itu sedikit kendur ketika tahu besaran biaya panjar perkara yang harus dibayarnya. Lia diminta membayar sekitar Rp 1,5 juta. Dia tidak tahu dari mana harus mendapat uang sebanyak itu.

‘’Hari ini saya cuma bawa Rp 500 ribu dari rumah. Saya kira hanya bayar biaya administrasi saja. Ternyata ada biaya panggilan untuk suami saya,’’ ujar Lia dengan kesal.

Baca Juga :  Bantuan Langsung Tunai Dana Desa di Lamongan hingga Desember

Dalam rincian biaya panjar perkara yang diterimanya, ada cost biaya untuk pendaftaran, proses, pemanggilan, redaksi, dan materai. Perkara perceraian yang dialami perempuan asal Kecamatan Paciran itu termasuk dalam radius tiga. Sebab, Jhon Macho saat ini tinggal di Cirebon.

- Advertisement -

‘’Kata petugas tadi, biayanya mahal karena harus kerja sama dengan PA Cirebon untuk panggilan suami saya. Seandainya dia ada di Lamongan kan gak harus keluar banyak uang saya,’’ keluh Lia.

Lia mantap ingin menggugat cerai suaminya karena merasa tidak ada kecocokan lagi. Terlebih pernikahan di antara keduanya dijodohkan orang tua. Lia menikah saat usianya 23 tahun. Usai menikah, dia bersama suaminya sempat tinggal di Cirebon, daerah asal suaminya itu. Di sana dia menjalani kehidupan sehari-hari sebagai ibu rumah tangga. Sedangkan sang suami bekerja sebagai sales marketing.

Baca Juga :  Tewas Terjepit Bodi Truk

Merasa bosan karena tidak ada aktivitas lain yang bisa dikerjakan, Lia memutuskan untuk pulang ke Paciran dua tahun lalu.

‘’Selama di Paciran sama sekali suami tidak mengabari saya. Bahkan memberi nafkah pun tidak. Status saya seperti digantung. Awalnya sama orang tua saya diminta kembali ke Cirebon, tapi buat apa ? Akhirnya saya putuskan untuk bercerai saja,’’ katanya.

Keputusan bercerai itu didukung keluarganya. Lia kini berencana untuk menjual perhiasan yang dimiliki supaya dapat membayar biaya panjar perkara perceraian tersebut.

LAMONGAN – Niat Lia (nama samaran) untuk menceritakan suaminya, sebut saja Jhon Macho, sudah bulat. Dia memantapkan langkah kakinya mendaftarkan perkara perceraiannya ke Pengadilan Agama (PA) Lamongan.

Namun, semangat perempuan 27 tahun itu sedikit kendur ketika tahu besaran biaya panjar perkara yang harus dibayarnya. Lia diminta membayar sekitar Rp 1,5 juta. Dia tidak tahu dari mana harus mendapat uang sebanyak itu.

‘’Hari ini saya cuma bawa Rp 500 ribu dari rumah. Saya kira hanya bayar biaya administrasi saja. Ternyata ada biaya panggilan untuk suami saya,’’ ujar Lia dengan kesal.

Baca Juga :  Tanam Sendiri Bebas Kimia

Dalam rincian biaya panjar perkara yang diterimanya, ada cost biaya untuk pendaftaran, proses, pemanggilan, redaksi, dan materai. Perkara perceraian yang dialami perempuan asal Kecamatan Paciran itu termasuk dalam radius tiga. Sebab, Jhon Macho saat ini tinggal di Cirebon.

- Advertisement -

‘’Kata petugas tadi, biayanya mahal karena harus kerja sama dengan PA Cirebon untuk panggilan suami saya. Seandainya dia ada di Lamongan kan gak harus keluar banyak uang saya,’’ keluh Lia.

Lia mantap ingin menggugat cerai suaminya karena merasa tidak ada kecocokan lagi. Terlebih pernikahan di antara keduanya dijodohkan orang tua. Lia menikah saat usianya 23 tahun. Usai menikah, dia bersama suaminya sempat tinggal di Cirebon, daerah asal suaminya itu. Di sana dia menjalani kehidupan sehari-hari sebagai ibu rumah tangga. Sedangkan sang suami bekerja sebagai sales marketing.

Baca Juga :  Sopir Ngantuk, Truk Tangki Tabrak Mobil-Tiga Motor

Merasa bosan karena tidak ada aktivitas lain yang bisa dikerjakan, Lia memutuskan untuk pulang ke Paciran dua tahun lalu.

‘’Selama di Paciran sama sekali suami tidak mengabari saya. Bahkan memberi nafkah pun tidak. Status saya seperti digantung. Awalnya sama orang tua saya diminta kembali ke Cirebon, tapi buat apa ? Akhirnya saya putuskan untuk bercerai saja,’’ katanya.

Keputusan bercerai itu didukung keluarganya. Lia kini berencana untuk menjual perhiasan yang dimiliki supaya dapat membayar biaya panjar perkara perceraian tersebut.

Artikel Terkait

Most Read

Pahami Resep Obat

Misteri Lembah Putri

Ikan Kerapu Dilirik Pasar Internasional

Artikel Terbaru


/