alexametrics
24 C
Bojonegoro
Tuesday, June 28, 2022

Anggarkan THR Rp 40 M

LAMONGAN –  Pencairan tunjangan hari raya (THR) bagi aparatur sipil negara (ASN) belum dipastikan waktunya. Namun, Badan Pengelolaan Kekayaan dan Aset Daerah (BPKAD) sudah mengalokasikan Rp 40 miliar untuk membayar bonus akhir tahun bagi pegawai negeri sipil (PNS) tersebut.

Alokasi tersebut untuk mengkover sekitar 9.500 ASN di lingkup pemkab setempat. ‘’Iya masih estimasi sementara alokasi kebutuhannya sekitar Rp 40 miliar seperti tahun lalu,” ujar Kabid Perbendaharaan BPKAD Lamongan, Laili Indayati.

Menurut dia, alokasi tersebut untuk THR saja. Sedangkan gaji ke-13 kemungkinan jumlahnya juga sama. Laili belum bisa memastikan detailnya karena menunggu petunjuk pusat.

Baca Juga :  Tiga Pemain Andalan Absen

Menurut dia, dana sudah diplot pusat melalui dana alokasi umum (DAU). Sehingga, alokasi yang besar tersebut tidak akan memengaruhi belanja daerah.  Laili menuturkan, alokasi THR dilakukan lebih awal sebagai tambahan belanja ASN. Jumlahnya sesuai gaji yang diterima bulan itu ditambah dengan tunjangan jabatan, tunjangan kinerja, dan keluarga.  Alokasi ini diplot awal tahun karena kebutuhan anggarannya besar.

Alokasi ini hanya untuk PNS aktif. Pensiunan menjadi kewenangan taspen. Menurut dia, pensiunan tidak mendapatkan tunjangan tambahan.

Terkait rencana pencairan THR yang maju, Laili belum bisa menjelaskan. Sesuai kalendernya, hari raya memang maju. Biasanya pencairan THR juga mengikuti. Kapanpun dicairkan, pihaknya sudah siap. “Ini yang sudah tercatat sesuai dengan data tahun lalu,” tuturnya.

Baca Juga :  Banjir Rendam 582 Rumah di Lamongan

LAMONGAN –  Pencairan tunjangan hari raya (THR) bagi aparatur sipil negara (ASN) belum dipastikan waktunya. Namun, Badan Pengelolaan Kekayaan dan Aset Daerah (BPKAD) sudah mengalokasikan Rp 40 miliar untuk membayar bonus akhir tahun bagi pegawai negeri sipil (PNS) tersebut.

Alokasi tersebut untuk mengkover sekitar 9.500 ASN di lingkup pemkab setempat. ‘’Iya masih estimasi sementara alokasi kebutuhannya sekitar Rp 40 miliar seperti tahun lalu,” ujar Kabid Perbendaharaan BPKAD Lamongan, Laili Indayati.

Menurut dia, alokasi tersebut untuk THR saja. Sedangkan gaji ke-13 kemungkinan jumlahnya juga sama. Laili belum bisa memastikan detailnya karena menunggu petunjuk pusat.

Baca Juga :  Muslimat Klaim Suara Jokowi 60 Persen Lebih

Menurut dia, dana sudah diplot pusat melalui dana alokasi umum (DAU). Sehingga, alokasi yang besar tersebut tidak akan memengaruhi belanja daerah.  Laili menuturkan, alokasi THR dilakukan lebih awal sebagai tambahan belanja ASN. Jumlahnya sesuai gaji yang diterima bulan itu ditambah dengan tunjangan jabatan, tunjangan kinerja, dan keluarga.  Alokasi ini diplot awal tahun karena kebutuhan anggarannya besar.

Alokasi ini hanya untuk PNS aktif. Pensiunan menjadi kewenangan taspen. Menurut dia, pensiunan tidak mendapatkan tunjangan tambahan.

Terkait rencana pencairan THR yang maju, Laili belum bisa menjelaskan. Sesuai kalendernya, hari raya memang maju. Biasanya pencairan THR juga mengikuti. Kapanpun dicairkan, pihaknya sudah siap. “Ini yang sudah tercatat sesuai dengan data tahun lalu,” tuturnya.

Baca Juga :  Afif Fahroni, TKI di Korea Selatan Nekat Pulang Demi Ikut UNBK Paket C

Artikel Terkait

Most Read

Ponpes Terus Bermunculan di Blora

Bayi Butuh Perhatian

Artikel Terbaru


/