alexametrics
25.2 C
Bojonegoro
Tuesday, June 28, 2022

140 Honorer K-2 Provinsi Gigit Jari

BOJONEGOEO – Honorer kategori dua (K-2) jenjang SMA/SMK harus gigit jari. Sebab, belum ada kejelasan dari Pemprov Jatim mengenai pelaksanaan seleksi pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja (PPPK).

“Saya juga menunggu itu. Sampai saat ini kok belum ada,” ujar Kepala Cabang Dinas Pendidikan (Disdik) Provinsi Jatim wilayah Bojonegoro-Tuban Adi Prayitno kemarin (27/2).

Adi menjelaskan, saat ini di Bojonegoro ada 140 honorer K-2. Mereka tidak hanya guru. Namun, juga ada yang pegawai tidak tetap (PTT). Mereka juga berharap bisa ikut seleksi PPPK seperti honorer K-2 seperti yang ada di jenjang SD dan SMP.

Baca Juga :  Peringatan Dini Gelombang Tinggi

Hingga kemarin, belum ada kejelasan mengenai pelaksanaan seleksi PPPK untuk provinsi. Padahal, jumlah honorer K-2 di pemprov jauh lebih banyak. Sebab, meliputi SMA/SMK di wilayah Jatim.

Kabid Pengadaan dan Pemberhentian Badan Kepegawaian Pendidikan dan Pelatihan (BKPP) Bojonegoro Mulyadi menuturkan, pada seleksi PPPK yang dilaksanakan Sabtu (23/2) lalu memang tidak diikuti oleh honorer K-2 di SMA/SMK. Sebab, honorer K-2 SMA/SMK sudah dilimpahkan ke pemprov. “Yang ikut kemarin yang ditangani oleh kabupaten saja,” ujar Mulyadi.

Dia menambahkan, sebenarnya seleksi PPPK beberapa waktu lalu memang diperuntukkan bagi honorer K-2. Namun, itu tergantung kesiapan pemerintah daerah masing-masing. Sebab, ada beberapa daerah yang juga tidak melaksanakan seleksi itu. Alasannya, tidak memiliki anggaran. “Itu tergantung kebijakan daerah masing-masing,” jelasnya.

Baca Juga :  Melihat Pembuatan Teh Bugenvil dan Teh Kemangi di Desa Mojodeso

Mulyadi juga belum mengetahui kapan hasil seleksi PPPK akan diumumkan. Sebab, pengumuman akan dilakukan langsung oleh Badan Kepegawaian Negara (BKN). “Bisa bulan depan atau bulan depan lagi,” jelasnya.

Namun, lanjut dia, para peserta sudah mengetahui hasil seleksi masing-masing. Sebab, sistem seleksi computer assisted test (CAT) memungkinkan peserta untuk mengetahui nilai yang diperoleh.

Sehingga, mereka sudah tahu apakah mereka memenuhi passing grade atau tidak. “Namun, kelulusan nanti diumumkan oleh pusat langsung,” tuturnya.

BOJONEGOEO – Honorer kategori dua (K-2) jenjang SMA/SMK harus gigit jari. Sebab, belum ada kejelasan dari Pemprov Jatim mengenai pelaksanaan seleksi pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja (PPPK).

“Saya juga menunggu itu. Sampai saat ini kok belum ada,” ujar Kepala Cabang Dinas Pendidikan (Disdik) Provinsi Jatim wilayah Bojonegoro-Tuban Adi Prayitno kemarin (27/2).

Adi menjelaskan, saat ini di Bojonegoro ada 140 honorer K-2. Mereka tidak hanya guru. Namun, juga ada yang pegawai tidak tetap (PTT). Mereka juga berharap bisa ikut seleksi PPPK seperti honorer K-2 seperti yang ada di jenjang SD dan SMP.

Baca Juga :  Resto Dongkrak Okupansi Hotel

Hingga kemarin, belum ada kejelasan mengenai pelaksanaan seleksi PPPK untuk provinsi. Padahal, jumlah honorer K-2 di pemprov jauh lebih banyak. Sebab, meliputi SMA/SMK di wilayah Jatim.

Kabid Pengadaan dan Pemberhentian Badan Kepegawaian Pendidikan dan Pelatihan (BKPP) Bojonegoro Mulyadi menuturkan, pada seleksi PPPK yang dilaksanakan Sabtu (23/2) lalu memang tidak diikuti oleh honorer K-2 di SMA/SMK. Sebab, honorer K-2 SMA/SMK sudah dilimpahkan ke pemprov. “Yang ikut kemarin yang ditangani oleh kabupaten saja,” ujar Mulyadi.

Dia menambahkan, sebenarnya seleksi PPPK beberapa waktu lalu memang diperuntukkan bagi honorer K-2. Namun, itu tergantung kesiapan pemerintah daerah masing-masing. Sebab, ada beberapa daerah yang juga tidak melaksanakan seleksi itu. Alasannya, tidak memiliki anggaran. “Itu tergantung kebijakan daerah masing-masing,” jelasnya.

Baca Juga :  Semua Puskesmas Diminta Siapkan Penyimpanan Vaksin

Mulyadi juga belum mengetahui kapan hasil seleksi PPPK akan diumumkan. Sebab, pengumuman akan dilakukan langsung oleh Badan Kepegawaian Negara (BKN). “Bisa bulan depan atau bulan depan lagi,” jelasnya.

Namun, lanjut dia, para peserta sudah mengetahui hasil seleksi masing-masing. Sebab, sistem seleksi computer assisted test (CAT) memungkinkan peserta untuk mengetahui nilai yang diperoleh.

Sehingga, mereka sudah tahu apakah mereka memenuhi passing grade atau tidak. “Namun, kelulusan nanti diumumkan oleh pusat langsung,” tuturnya.

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/