alexametrics
29.2 C
Bojonegoro
Monday, June 27, 2022

Pencairan DAK Pendidikan Molor, Ini Kata Kepala Dispendik Bojonegoro

BOJONEGORO – Pencairan dana alokasi khusus (DAK) pendidikan, hingga kini masih belum dipastikan. Padahal, tahun ini sudah berlangsung selama dua bulan. Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Bojonegoro Hanafi mengatakan, pencairan DAK tersebut saat ini masih proses verifikasi. Sehingga, belum bisa dipastikan kapan dana tersebut bisa sampai ke tangan siswa.

”Proses verifikasi baru dilakukan minggu lalu. Mungkin minggu depan sudah bisa diketahui hasilnya,” ungkap Hanafi kemarin.Dia menjelaskan, siswa penerima dana tersebut harus diverifikasi.

Itu dilakukan untuk mengetahui siswa mana yang masih menerima dan yang tidak. Sebab, ada siswa yang sudah lulus tapi masih terdata. ”Jadi, diperlukan proses verifikasi untuk mengetahui berapa jumlah siswa yang akan menerima,” jelasnya.

Tahun ini, pemkab mengalokasikan dana senilai Rp 101 miliar untuk DAK pendidikan. Dana tersebut diterimakan kepada semua siswa SMA sederajat. Baik yang sekolah di swasta maupun di sekolah negeri.

Besaran yang diterimakan masih sama seperti tahun lalu. Yaitu, sesuai dengan status perekonomian orang tua. Siswa yang masuk kategori miskin masih menerima dana senilai Rp 2 juta.

Sedangkan siswa yang masuk kategori ekonomi menengah dan mampu menerima mulai Rp 1,3 juta hingga Rp 1,7 juta per siswa. Dana itu diterimakan setahun sekali. 

Baca Juga :  40 BUMDes Tak Beroperasi

Hanafi menjelaskan, pihaknya mengusahakan dana tersebut bisa cair sebelum April. Sebab, April mendatang siswa kelas XII sudah melaksanakan ujian nasional (unas). Setelah itu, siswa sudah lulus.

Jika siswa sudah lulus, maka dana tersebut tidak bisa dicairkan. ”Karena itu kami berusaha agar dana cair sebelum pelaksanaan unas,” jelasnya.

DAK pendidikan dicairkan melalui pemerintah desa. Siswa yang menerima juga didata melalui pemdes. Sebab, dana tersebut hanya khusus diberikan pada warga Bojonegoro. Warga luar daerah yang bersekolah di Bojonegoro tidak diberikan dana tersebut. 

Dana tersebut diberikan kepada semua warga Bojonegoro yang berpendidikan SMA sederajat. Baik yang bersekolah di Bojonegoro maupun di luar Bojonegoro. Pencairan dana tersebut dilakukan melalui BPR Bojonegoro. 

Kepala Dinas Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (DPKAD) Ibnu Soeyuthi mengatakan, pihaknya saat ini tengah menyiapkan 50 persen dari total DAK Pendidikan tahun ini. Dana tersebut siap dicairkan jika desa sudah mengajukan pencairan.

”Dana yang sudah kami siapkan adalah Rp 53 miliar lebih,” ujarnya.Dana tersebut dipersiapkan khusus untuk siswa kelas XII (SMA sederajat)  yang segera lulus. Dikhawatirkan, mereka keburu lulus sebelum DAK Pendidikan cair.

Sehingga, alokasi dana untuk mereka didahulukan. ”Kelas XII  menerima enam bulan saja. Kalau kelas X dan XI menerima satu tahun penuh,” ungkap dia.

Baca Juga :  Biografi Kartu Lebaran

Pengajuan pencairan dana tersebut dilakukan desa ke kecamatan. Camat kemudian mengajukan ke DPMPD lalu diajukan ke DPKAD. Setelah itu, DPKAD akan mentransfer dana tersebut ke rekening desa.

Desa kemudian mengirim dana tersebut BPR. BPR kemudian memasukkannya ke rekening masing-masing siswa.Ibnu menjelaskan, dana tersebut dimasukkan rekening siswa agar tidak cepat habis.

Sebab, untuk mencairkan dana tersebut juga harus dengan persetujuan atau rekomendasi sekolah. Tanpa itu, dana tidak bisa dicairkan. ”Dengan cara itu dana akan digunakan sebagaimana mestinya.

Kalau diberika cash malah bisa digunakan untuk kepentingan yang tidak ada kaitananya dengan sekolah,” ungkap dia.Dana tersebut cair berbeda-beda setiap siswanya.

Sesuai dengan status perekonomian orangtua. Warga miskin menerima senilai Rp 2,1 juta dan warga umum biasa menerima Rp 2 juta. Warga miskin adalah mereka yang menerima PKH atau raskin Bulog.

Sedangkan warga umum biasa adalah bukan anak PNS atau TNI/Polri. Sebab, anak PNS diberikan dana yang berbeda-beda. Anak PNS golongan 1 dan II diberikan dana senilai Rp 1 juta. Sementara golongan III dan IV menerima Rp 500 ribu.

BOJONEGORO – Pencairan dana alokasi khusus (DAK) pendidikan, hingga kini masih belum dipastikan. Padahal, tahun ini sudah berlangsung selama dua bulan. Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Bojonegoro Hanafi mengatakan, pencairan DAK tersebut saat ini masih proses verifikasi. Sehingga, belum bisa dipastikan kapan dana tersebut bisa sampai ke tangan siswa.

”Proses verifikasi baru dilakukan minggu lalu. Mungkin minggu depan sudah bisa diketahui hasilnya,” ungkap Hanafi kemarin.Dia menjelaskan, siswa penerima dana tersebut harus diverifikasi.

Itu dilakukan untuk mengetahui siswa mana yang masih menerima dan yang tidak. Sebab, ada siswa yang sudah lulus tapi masih terdata. ”Jadi, diperlukan proses verifikasi untuk mengetahui berapa jumlah siswa yang akan menerima,” jelasnya.

Tahun ini, pemkab mengalokasikan dana senilai Rp 101 miliar untuk DAK pendidikan. Dana tersebut diterimakan kepada semua siswa SMA sederajat. Baik yang sekolah di swasta maupun di sekolah negeri.

Besaran yang diterimakan masih sama seperti tahun lalu. Yaitu, sesuai dengan status perekonomian orang tua. Siswa yang masuk kategori miskin masih menerima dana senilai Rp 2 juta.

Sedangkan siswa yang masuk kategori ekonomi menengah dan mampu menerima mulai Rp 1,3 juta hingga Rp 1,7 juta per siswa. Dana itu diterimakan setahun sekali. 

Baca Juga :  Target Pendapatan Parkir Diturunkan Rp 1 M

Hanafi menjelaskan, pihaknya mengusahakan dana tersebut bisa cair sebelum April. Sebab, April mendatang siswa kelas XII sudah melaksanakan ujian nasional (unas). Setelah itu, siswa sudah lulus.

Jika siswa sudah lulus, maka dana tersebut tidak bisa dicairkan. ”Karena itu kami berusaha agar dana cair sebelum pelaksanaan unas,” jelasnya.

DAK pendidikan dicairkan melalui pemerintah desa. Siswa yang menerima juga didata melalui pemdes. Sebab, dana tersebut hanya khusus diberikan pada warga Bojonegoro. Warga luar daerah yang bersekolah di Bojonegoro tidak diberikan dana tersebut. 

Dana tersebut diberikan kepada semua warga Bojonegoro yang berpendidikan SMA sederajat. Baik yang bersekolah di Bojonegoro maupun di luar Bojonegoro. Pencairan dana tersebut dilakukan melalui BPR Bojonegoro. 

Kepala Dinas Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (DPKAD) Ibnu Soeyuthi mengatakan, pihaknya saat ini tengah menyiapkan 50 persen dari total DAK Pendidikan tahun ini. Dana tersebut siap dicairkan jika desa sudah mengajukan pencairan.

”Dana yang sudah kami siapkan adalah Rp 53 miliar lebih,” ujarnya.Dana tersebut dipersiapkan khusus untuk siswa kelas XII (SMA sederajat)  yang segera lulus. Dikhawatirkan, mereka keburu lulus sebelum DAK Pendidikan cair.

Sehingga, alokasi dana untuk mereka didahulukan. ”Kelas XII  menerima enam bulan saja. Kalau kelas X dan XI menerima satu tahun penuh,” ungkap dia.

Baca Juga :  Zakat Sebagai Basis Perwujudan Keadilan Sosial

Pengajuan pencairan dana tersebut dilakukan desa ke kecamatan. Camat kemudian mengajukan ke DPMPD lalu diajukan ke DPKAD. Setelah itu, DPKAD akan mentransfer dana tersebut ke rekening desa.

Desa kemudian mengirim dana tersebut BPR. BPR kemudian memasukkannya ke rekening masing-masing siswa.Ibnu menjelaskan, dana tersebut dimasukkan rekening siswa agar tidak cepat habis.

Sebab, untuk mencairkan dana tersebut juga harus dengan persetujuan atau rekomendasi sekolah. Tanpa itu, dana tidak bisa dicairkan. ”Dengan cara itu dana akan digunakan sebagaimana mestinya.

Kalau diberika cash malah bisa digunakan untuk kepentingan yang tidak ada kaitananya dengan sekolah,” ungkap dia.Dana tersebut cair berbeda-beda setiap siswanya.

Sesuai dengan status perekonomian orangtua. Warga miskin menerima senilai Rp 2,1 juta dan warga umum biasa menerima Rp 2 juta. Warga miskin adalah mereka yang menerima PKH atau raskin Bulog.

Sedangkan warga umum biasa adalah bukan anak PNS atau TNI/Polri. Sebab, anak PNS diberikan dana yang berbeda-beda. Anak PNS golongan 1 dan II diberikan dana senilai Rp 1 juta. Sementara golongan III dan IV menerima Rp 500 ribu.

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/