alexametrics
24 C
Bojonegoro
Tuesday, June 28, 2022

KKP Tetap Mengurangi Payang/Cantrang 

PACIRAN – Setelah sempat libur melaut sekitar dua bulan akibat cuaca buruk, nelayan Lamongan mulai bekerja lagi. Dan hasil tangkapnya melimpah selama tiga hari terakhir. Namun harga jual ikan terjun bebas. ‘’Hasil miyang (melaut,Red) selama tiga hari terakhir melimpah, seiring kedatangan nelayan payang dan cantrang yang telah diperbolehkan melaut,’’ kata sekretaris rukun nelayan (RN) Blimbing Paciran, Fairys Firdaus selasa (27/2).

Namun sayang, ungkap dia, harga ikan mengalami penurunan cukup drastis. Penurunannya tidak seperti biasa. Biasanya hanya turun di kisaran ratusan rupiah. Namun kini turun hingga ribuan rupiah, sehingga nelayan mengeluh. ‘’Memang sesuai hukum ekonomi. Saat barang melimpah, harga akan turun. Namun penurunan harga ikan saat ini tidak seperti biasa,’’ ujarnya.

Dia menyontohkan, ikan Swangi (golok) yang berukuran besar semula satu kilogram Rp 30 ribu, kini menjadi Rp 24 ribu, yang berukuran tanggung dari Rp 16 ribu menjadi Rp 11 ribu. Kemudian ikan Kuniran (kuningan) besar menjadi Rp 28 ribu dari semula Rp 35 ribu, dan ukuran tanggung dari Rp 13 ribu menjadi Rp 8,5 ribu. Sedangkan ikan Togek, semula Rp 27 ribu, kini hanya Rp 23 ribu. Meski begitu ada yang harganya tetap yakni ikan cumi seharga Rp 45 ribu per kg. ‘’Meski mengeluh dengan turunnya harga itu, namun nelayan tetap bersyukur karena payang/cantrang tetap diperbolehkan,’’ tukasnya.

Baca Juga :  PPKM Darurat di Lamongan Belum Terima Juknis

Sementara itu pemerintah tetap berupaya mengurangi alat tangkap paying/cantrang. Antara lain dengan memberi bantuan alat tangkap jaring dan bubu dari Kementrian Kelautan dan Perikanan (KKP) yang akan disalurkan Agustus mendatang. 

Kepala Bidang Tangkap Dinas Perikanan Lamongan Hendro Setiabudi mengatakan, terkait pemberian bantuan alat tangkap itu, telah dilakukan proses verifikasi nelayan penerima bantuan sejak awal bulan ini. Sedangkan untuk kuota penerima belum ditetapkan karena masih diusulkan lagi ke pusat. Tapi, Lamongan dipastikan mendapat jatah karena sudah ditetapkan oleh provinsi. “Bantuannya dari KKP, tapi provinsi yang melakukan verifikasi,” ujarnya. 

Selain itu, tambah dia, minggu ini nelayan di Desa Banjarwati, Kranji, Brondong, dan Blimbing mendapatkan bantuan global position system (GPS) dari lembaga penerbangan dan antariksa nasional (LAPAN). Bantuan GPS tersebut fungsinya sebagai penunjuk arah jalan dan penentu letak posisi ikan. “Sehingga proses melaut lebih mudah dan tidak merusak,” imbuhnya.

Baca Juga :  Ide Bisnis Rengginang Singkong Jadi Pemenang Indihome Santripreneur

PACIRAN – Setelah sempat libur melaut sekitar dua bulan akibat cuaca buruk, nelayan Lamongan mulai bekerja lagi. Dan hasil tangkapnya melimpah selama tiga hari terakhir. Namun harga jual ikan terjun bebas. ‘’Hasil miyang (melaut,Red) selama tiga hari terakhir melimpah, seiring kedatangan nelayan payang dan cantrang yang telah diperbolehkan melaut,’’ kata sekretaris rukun nelayan (RN) Blimbing Paciran, Fairys Firdaus selasa (27/2).

Namun sayang, ungkap dia, harga ikan mengalami penurunan cukup drastis. Penurunannya tidak seperti biasa. Biasanya hanya turun di kisaran ratusan rupiah. Namun kini turun hingga ribuan rupiah, sehingga nelayan mengeluh. ‘’Memang sesuai hukum ekonomi. Saat barang melimpah, harga akan turun. Namun penurunan harga ikan saat ini tidak seperti biasa,’’ ujarnya.

Dia menyontohkan, ikan Swangi (golok) yang berukuran besar semula satu kilogram Rp 30 ribu, kini menjadi Rp 24 ribu, yang berukuran tanggung dari Rp 16 ribu menjadi Rp 11 ribu. Kemudian ikan Kuniran (kuningan) besar menjadi Rp 28 ribu dari semula Rp 35 ribu, dan ukuran tanggung dari Rp 13 ribu menjadi Rp 8,5 ribu. Sedangkan ikan Togek, semula Rp 27 ribu, kini hanya Rp 23 ribu. Meski begitu ada yang harganya tetap yakni ikan cumi seharga Rp 45 ribu per kg. ‘’Meski mengeluh dengan turunnya harga itu, namun nelayan tetap bersyukur karena payang/cantrang tetap diperbolehkan,’’ tukasnya.

Baca Juga :  Adaptasi Alat Pendeteksi Ikan

Sementara itu pemerintah tetap berupaya mengurangi alat tangkap paying/cantrang. Antara lain dengan memberi bantuan alat tangkap jaring dan bubu dari Kementrian Kelautan dan Perikanan (KKP) yang akan disalurkan Agustus mendatang. 

Kepala Bidang Tangkap Dinas Perikanan Lamongan Hendro Setiabudi mengatakan, terkait pemberian bantuan alat tangkap itu, telah dilakukan proses verifikasi nelayan penerima bantuan sejak awal bulan ini. Sedangkan untuk kuota penerima belum ditetapkan karena masih diusulkan lagi ke pusat. Tapi, Lamongan dipastikan mendapat jatah karena sudah ditetapkan oleh provinsi. “Bantuannya dari KKP, tapi provinsi yang melakukan verifikasi,” ujarnya. 

Selain itu, tambah dia, minggu ini nelayan di Desa Banjarwati, Kranji, Brondong, dan Blimbing mendapatkan bantuan global position system (GPS) dari lembaga penerbangan dan antariksa nasional (LAPAN). Bantuan GPS tersebut fungsinya sebagai penunjuk arah jalan dan penentu letak posisi ikan. “Sehingga proses melaut lebih mudah dan tidak merusak,” imbuhnya.

Baca Juga :  Nelayan Lamongan Waspadai Potensi Rob

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/