alexametrics
29.8 C
Bojonegoro
Sunday, August 14, 2022

Diler Akui Penjualan Motor Masih Lesu

- Advertisement -

BISNIS – Memasuki musim panen, penjualan motor belum mengalami kenaikan signifikan. Hal itu diduga karena terjadinya pergeseran kebutuhan. Sehingga, berimbas permintaan otomotif belum membaik. Padahal, diler berharap segmentasi petani bisa menaikkan penjualan.Gatot, sales counter diler mengatakan, sebelumnya segmentasi penjualan motor adalah petani. Biasanya, memasuki panen kebutuhan motor mulai tinggi bahkan inden untuk tipe terbaru.

Tapi, tahun ini pasarnya berubah. Sepertinya masyarakat mulai melirik kendaraan roda empat karena mereka juga mengeluarkan sistem down payment (DP) rendah. “Jadi segmentasi pasar perlahan mulai berubah. Pengguna kendaraan roda dua terbatas,” katanya kemarin (27/2).

Menurut Gatot, konsumen motor tidak bisa ditebak. Apalagi situasi seperti sekarang, sejumlah diler mulai gencar menerapkan DP rendah dan promosi lain. Sehingga, penjualan kendaraan otomotif mulai terlihat lesu. 

Baca Juga :  PBB Belum Tentukan Sikap

Biasanya dalam satu  penjualan masih antara 15-20 unit. Sekarang, penjualan lesu, bahkan hingga akhir bulan ini, kata dia, belum terjual 10 unit. Lala, karyawan diler lainnya mengatakan, penjualan kendaraan otomotif masih didominasi produk terbaru.

Sedangkan, merek lama penjualannya stagnan. Bahkan produk barunya tidak setinggi bulan lalu. Sehingga, penjualan bulan ini kurang prospektif. Dia memprediksi penjualan akan pulih Maret atau April, karena panen sudah merata. “Optimistis saja penjualan akan normal,” ungkapnya.

BISNIS – Memasuki musim panen, penjualan motor belum mengalami kenaikan signifikan. Hal itu diduga karena terjadinya pergeseran kebutuhan. Sehingga, berimbas permintaan otomotif belum membaik. Padahal, diler berharap segmentasi petani bisa menaikkan penjualan.Gatot, sales counter diler mengatakan, sebelumnya segmentasi penjualan motor adalah petani. Biasanya, memasuki panen kebutuhan motor mulai tinggi bahkan inden untuk tipe terbaru.

Tapi, tahun ini pasarnya berubah. Sepertinya masyarakat mulai melirik kendaraan roda empat karena mereka juga mengeluarkan sistem down payment (DP) rendah. “Jadi segmentasi pasar perlahan mulai berubah. Pengguna kendaraan roda dua terbatas,” katanya kemarin (27/2).

Menurut Gatot, konsumen motor tidak bisa ditebak. Apalagi situasi seperti sekarang, sejumlah diler mulai gencar menerapkan DP rendah dan promosi lain. Sehingga, penjualan kendaraan otomotif mulai terlihat lesu. 

Baca Juga :  Gerabah Cobek Terkatrol Kafe Kuliner

Biasanya dalam satu  penjualan masih antara 15-20 unit. Sekarang, penjualan lesu, bahkan hingga akhir bulan ini, kata dia, belum terjual 10 unit. Lala, karyawan diler lainnya mengatakan, penjualan kendaraan otomotif masih didominasi produk terbaru.

Sedangkan, merek lama penjualannya stagnan. Bahkan produk barunya tidak setinggi bulan lalu. Sehingga, penjualan bulan ini kurang prospektif. Dia memprediksi penjualan akan pulih Maret atau April, karena panen sudah merata. “Optimistis saja penjualan akan normal,” ungkapnya.

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/