alexametrics
31.9 C
Bojonegoro
Sunday, August 14, 2022

Didominasi Pembelian Furnitur Kamar

- Advertisement -

BISNIS – Permintaan furnitur kamar lebih mendominasi dibanding lainnya. Karena konsumen mebel saat ini segmentasinya belum merata. Konsumen muda rata-rata masih mempercayakan produk furnitur berbahan stainless dibanding kayu.Syaifuddin, pengusaha mebel mengungkapkan, permintaan mebel banyak dilakukan kalangan orang tua. Biasanya mereka lebih mengutamakan bahan dan kualitas dibanding model. Sehingga masih mempercayakan pada produk kayu.

Berbeda untuk segmen konsumen anak muda masih jarang. Sebab, mereka lebih memilih produk furnitur dengan bahan dasar lain.Syaifuddin mengatakan, penjualan furnitur lokal tidak bisa diandalkan kontribusinya. Apalagi kalau petani belum panen, dan juga belum waktunya panen. Sehingga, penjual harus bisa memanfaatkan peluang dengan menyasar penjualan online.

“Bagaimanapun harus berkembang supaya tidak ketinggalan,” ujarnya.Penjualan lebih tinggi konvensional, tapi  karena mengikuti arus zaman. Saat ini penjualan konvensional masih normal, antara 4 sampai 5 item per bulan. Saat ini, para pelaku usaha juga melakukan penjualan secara online.

Baca Juga :  Perbaikan Fondasi Mengambang

Agung, salah satu konsumen mengatakan, beberapa furnitur ruangan butuh sentuhan klasik berbahan kayu. Misalnya lemari atau tempat tidur. Sedangkan kursi dan lainnya lebih nyaman menggunakan busa. “Lebih murah dan perawatannya tidak mahal,” ungkapnya.

BISNIS – Permintaan furnitur kamar lebih mendominasi dibanding lainnya. Karena konsumen mebel saat ini segmentasinya belum merata. Konsumen muda rata-rata masih mempercayakan produk furnitur berbahan stainless dibanding kayu.Syaifuddin, pengusaha mebel mengungkapkan, permintaan mebel banyak dilakukan kalangan orang tua. Biasanya mereka lebih mengutamakan bahan dan kualitas dibanding model. Sehingga masih mempercayakan pada produk kayu.

Berbeda untuk segmen konsumen anak muda masih jarang. Sebab, mereka lebih memilih produk furnitur dengan bahan dasar lain.Syaifuddin mengatakan, penjualan furnitur lokal tidak bisa diandalkan kontribusinya. Apalagi kalau petani belum panen, dan juga belum waktunya panen. Sehingga, penjual harus bisa memanfaatkan peluang dengan menyasar penjualan online.

“Bagaimanapun harus berkembang supaya tidak ketinggalan,” ujarnya.Penjualan lebih tinggi konvensional, tapi  karena mengikuti arus zaman. Saat ini penjualan konvensional masih normal, antara 4 sampai 5 item per bulan. Saat ini, para pelaku usaha juga melakukan penjualan secara online.

Baca Juga :  Kawasan Industri Bojonegoro Bakal Ditempatkan di 16 Kecamatan

Agung, salah satu konsumen mengatakan, beberapa furnitur ruangan butuh sentuhan klasik berbahan kayu. Misalnya lemari atau tempat tidur. Sedangkan kursi dan lainnya lebih nyaman menggunakan busa. “Lebih murah dan perawatannya tidak mahal,” ungkapnya.

Artikel Terkait

Most Read

Silpa Tembus Rp 1,3 Triliun

Amankan Dua Pengedar Carnopen

Adi Widodo Resmi Mendaftar

Artikel Terbaru


/