alexametrics
27.8 C
Bojonegoro
Sunday, June 26, 2022

Cegah Banjir Musiman, Kapolda Sarankan Sudetan

BABAT – Kapolda Jawa Timur, Irjen  Pol Machfud Arifin, ikut bersuara terkait banjir musiman akibat luapan Bengawan Solo. Menurut dia, harus dipikirkan bagaimana caranya agar tak ada banjir musiman seperti sekarang ini.‘’Pemerintah harus memikirkan adanya sudetan air Bengawan Solo agar tidak meluap,’’ katanya saat meninjau korban bencana banjir luapan air Bengawan Solo di Desa Banaran, Kecamatan Babat kemarin (27/2) siang.

Untuk membangun sudetan, lanjut dia, dibutuhkan peran pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan masyarakat sekitar. ‘’Seharusnya pemerintah pusat memikirkan Lamongan. Seharusnya sudetan bengawan masuk ke wilayah Gresik, masuk ke laut,’’ imbuhnya.

Jika tidak dipikirkan caranya, maka kemungkinan besar saat hujan warga di sekitar bantaran sungai terpanjang di Pulau Jawa ini terkena dampaknya. Kapolda sangat bersyukur di Lamongan tidak ada korban jiwa saat banjir.

Baca Juga :  Ragam Inovasi Cetak Prestasi

‘’Yang ada cuman wilayah Tuban, dua orang meninggal dunia karena terpeleset hingga tak bisa berenang,’’ tuturnya.Dia meminta para orang tua memantau terus anaknya. Jangan sampai anak dibiarkan bermain air. Apalagi, anaknya tidak bisa berenang.

Sementara itu, Siti Fatimah, salah satu warga Desa Banaran menyatakan, rumah miliknya sempat terendam banjir sekitar 1 meter. Dia terpaksa mengungsi ke rumah kerabat terdekat. Sebelum meinggalkan rumah, beberapa perabotan penting diamankan ke rumah tetangganya yang tidak kebanjiran.

‘’Rumah terendam banjir sekitar 3 hari lamanya,’’ ujarnya.Karena air mulai menyusut, dirinya bersama beberapa warga melakukan pembersihan rumah. ‘’Seperti ini sudah hampir setiap tahun ada rumah yang terkena banjir air Bengawan Solo,’’ imbuh ibu dua anak tersebut.

Baca Juga :  Tunda ke Bali

Muslimin, kasi Tanggap Darurat BPBD Lamongan, mengatakan, ketinggian air Bengawan Solo mengalami penurunan. Jika semula wilayah Lamongan siaga merah, maka kini siaga kuning. Dia memerkirakan satu atau dua hari ini ketinggian air terus menurun. Alasannya, air dari hulu menurun.

‘’Yang perlu diantisipasi, wilayah utara Sekaran, Maduran, dan lainnya. Karena rawan sekali sleding atau longsor di pinggir bengawan,’’ katanya.Berdasarkan data BPBD, ketinggian air di papan duga wilayah Babat 7,66 pheilscall.

Sedangkan papan duga di Kecamatan Laren menunjukkan angka 5,34 pheilscall dan papan duga Karanggeneng ketinggian airnya 4,26 pheilscall.   

BABAT – Kapolda Jawa Timur, Irjen  Pol Machfud Arifin, ikut bersuara terkait banjir musiman akibat luapan Bengawan Solo. Menurut dia, harus dipikirkan bagaimana caranya agar tak ada banjir musiman seperti sekarang ini.‘’Pemerintah harus memikirkan adanya sudetan air Bengawan Solo agar tidak meluap,’’ katanya saat meninjau korban bencana banjir luapan air Bengawan Solo di Desa Banaran, Kecamatan Babat kemarin (27/2) siang.

Untuk membangun sudetan, lanjut dia, dibutuhkan peran pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan masyarakat sekitar. ‘’Seharusnya pemerintah pusat memikirkan Lamongan. Seharusnya sudetan bengawan masuk ke wilayah Gresik, masuk ke laut,’’ imbuhnya.

Jika tidak dipikirkan caranya, maka kemungkinan besar saat hujan warga di sekitar bantaran sungai terpanjang di Pulau Jawa ini terkena dampaknya. Kapolda sangat bersyukur di Lamongan tidak ada korban jiwa saat banjir.

Baca Juga :  Kuatkan Struktur Keanggotaan, DPD PKS Gelar Rakorda

‘’Yang ada cuman wilayah Tuban, dua orang meninggal dunia karena terpeleset hingga tak bisa berenang,’’ tuturnya.Dia meminta para orang tua memantau terus anaknya. Jangan sampai anak dibiarkan bermain air. Apalagi, anaknya tidak bisa berenang.

Sementara itu, Siti Fatimah, salah satu warga Desa Banaran menyatakan, rumah miliknya sempat terendam banjir sekitar 1 meter. Dia terpaksa mengungsi ke rumah kerabat terdekat. Sebelum meinggalkan rumah, beberapa perabotan penting diamankan ke rumah tetangganya yang tidak kebanjiran.

‘’Rumah terendam banjir sekitar 3 hari lamanya,’’ ujarnya.Karena air mulai menyusut, dirinya bersama beberapa warga melakukan pembersihan rumah. ‘’Seperti ini sudah hampir setiap tahun ada rumah yang terkena banjir air Bengawan Solo,’’ imbuh ibu dua anak tersebut.

Baca Juga :  Pembentukan Panitia Pilkades Molor

Muslimin, kasi Tanggap Darurat BPBD Lamongan, mengatakan, ketinggian air Bengawan Solo mengalami penurunan. Jika semula wilayah Lamongan siaga merah, maka kini siaga kuning. Dia memerkirakan satu atau dua hari ini ketinggian air terus menurun. Alasannya, air dari hulu menurun.

‘’Yang perlu diantisipasi, wilayah utara Sekaran, Maduran, dan lainnya. Karena rawan sekali sleding atau longsor di pinggir bengawan,’’ katanya.Berdasarkan data BPBD, ketinggian air di papan duga wilayah Babat 7,66 pheilscall.

Sedangkan papan duga di Kecamatan Laren menunjukkan angka 5,34 pheilscall dan papan duga Karanggeneng ketinggian airnya 4,26 pheilscall.   

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/