alexametrics
25.2 C
Bojonegoro
Sunday, August 14, 2022

Bupati : Pembangunan Tanggul Menjadi Tanggung Jawab Bersama

- Advertisement -

ADVERTORIAL – Korban banjir luapan Sungai Bengawan Solo mendapat perhatian dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tuban. Kemarin (27/2), bupati Fathul Huda bersama sejumlah pejabat pemkab meninjau lokasi terdampak banjir.

Pada kesempatan yang sama, Kapolda Jatim Irjen Mahchfud Arifin didampingi Kapolres Tuban AKBP Sutrisno HR juga turut hadir dalam kegiatan tersebut.

Sebagai wujud kepedulian Pemkab Tuban terhadap korban banjir, bupati juga memberikan bantuan ribuan paket sembako kepada warga terdampak banjir di Desa Ngadirejo, Kecamatan Rengel; Desa Kebomlati dan Klotok, Kecamatan Plumpang; serta Desa Ngadipuro dan sejumlah desa lain di Kecamatan Widang.

Kehadiran bupati di tengah-tengah bencana banjir itu mendapat sambutan hangat dari masyarakat. Seakan menjadi pelepas dahaga dan peringan beban disaat bencana melanda.

Baca Juga :  Mayoritas Incumbent Tumbang

Lebih dari itu, kehadiran bupati juga merupakan bentuk kepedulian seorang pemimpin kepada warganya. Utamanya, bagi mereka yang sedang dilanda musibah.

- Advertisement -

‘’Kami merasa prihatin dan turut bela sungkawa terhadap korban banjir. Semoga tidak ada lagi yang menjadi korban,’’ tutur bupati menyampaikan keprihatinannya.

Disampaikan bupati, dalam mengatasi bencana banjir yang melanda sejumlah wilayah di sepanjang bantaran sungai, Pemkab Tuban telah menyiapkan anggaran khusus. ‘’Salah satu caranya adalah menuntaskan pembangunan tanggul,’’ jelas bupati dua periode itu.

Hanya, diakui bupati, pembangunan tanggul penahan air itu masih berjalan di tempat. Salah satu penyebabnya adalah pembebasan lahan yang belum selesai.

‘’Ini (pembangunan tanggul, Red) adalah kepentingan bersama. Untuk itu, masyarakat juga harus ikut mendukung agar pembebasan lahan bisa berjalan lancar,’’ kata mantan ketua PCNU Tuban itu.

Baca Juga :  Menko Airlangga: Pengusaha Nahdliyin Memiliki Peran Sangat Strategis

Lebih lanjut bupati menyampaikan, penanganan banjir bisa optimal dalam waktu dua sampai tiga tahun ke depan. Tentunya, untuk mensukseskan target tersebut juga harus didukung komitmen bersama dari masyarakat, pemerintah desa, dan para stakeholder.

‘’Tanpa sinergitas (saling mendukung, Red), tujuan bersama ini sulit tercapai,’’ tuturnya sekaligus berharap dukungan penuh semua pihak dalam mewujudkan pembangunan tanggul. Sehingga, tidak ada lagi luapan banjir dari sungai Bengawan Solo.

ADVERTORIAL – Korban banjir luapan Sungai Bengawan Solo mendapat perhatian dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tuban. Kemarin (27/2), bupati Fathul Huda bersama sejumlah pejabat pemkab meninjau lokasi terdampak banjir.

Pada kesempatan yang sama, Kapolda Jatim Irjen Mahchfud Arifin didampingi Kapolres Tuban AKBP Sutrisno HR juga turut hadir dalam kegiatan tersebut.

Sebagai wujud kepedulian Pemkab Tuban terhadap korban banjir, bupati juga memberikan bantuan ribuan paket sembako kepada warga terdampak banjir di Desa Ngadirejo, Kecamatan Rengel; Desa Kebomlati dan Klotok, Kecamatan Plumpang; serta Desa Ngadipuro dan sejumlah desa lain di Kecamatan Widang.

Kehadiran bupati di tengah-tengah bencana banjir itu mendapat sambutan hangat dari masyarakat. Seakan menjadi pelepas dahaga dan peringan beban disaat bencana melanda.

Baca Juga :  Bertabur Prestasi Akademik dan Nonakademik

Lebih dari itu, kehadiran bupati juga merupakan bentuk kepedulian seorang pemimpin kepada warganya. Utamanya, bagi mereka yang sedang dilanda musibah.

- Advertisement -

‘’Kami merasa prihatin dan turut bela sungkawa terhadap korban banjir. Semoga tidak ada lagi yang menjadi korban,’’ tutur bupati menyampaikan keprihatinannya.

Disampaikan bupati, dalam mengatasi bencana banjir yang melanda sejumlah wilayah di sepanjang bantaran sungai, Pemkab Tuban telah menyiapkan anggaran khusus. ‘’Salah satu caranya adalah menuntaskan pembangunan tanggul,’’ jelas bupati dua periode itu.

Hanya, diakui bupati, pembangunan tanggul penahan air itu masih berjalan di tempat. Salah satu penyebabnya adalah pembebasan lahan yang belum selesai.

‘’Ini (pembangunan tanggul, Red) adalah kepentingan bersama. Untuk itu, masyarakat juga harus ikut mendukung agar pembebasan lahan bisa berjalan lancar,’’ kata mantan ketua PCNU Tuban itu.

Baca Juga :  Mayoritas Incumbent Tumbang

Lebih lanjut bupati menyampaikan, penanganan banjir bisa optimal dalam waktu dua sampai tiga tahun ke depan. Tentunya, untuk mensukseskan target tersebut juga harus didukung komitmen bersama dari masyarakat, pemerintah desa, dan para stakeholder.

‘’Tanpa sinergitas (saling mendukung, Red), tujuan bersama ini sulit tercapai,’’ tuturnya sekaligus berharap dukungan penuh semua pihak dalam mewujudkan pembangunan tanggul. Sehingga, tidak ada lagi luapan banjir dari sungai Bengawan Solo.

Artikel Terkait

Most Read

Jaga TPS, Dua Kali Rapid Test

Suporter Berulah Siap Bayar Denda

Datangkan Pelatih Pelatnas 

Artikel Terbaru


/