alexametrics
23.6 C
Bojonegoro
Thursday, May 26, 2022

Menulis itu Tidak Perlu Dijadikan Beban

Ummu Khairiyah banyak menyusun buku monograf  sesuai bidang yang dikuasainya. Dia memasang target setahun menulis minimal dua buku.

UMMU Khairiyah sibuk menyiapkan launching buku terbarunya, To be fun teacher. Buku itu dirilis bulan depan. 

Itu bakal menjadi buku monograf ke-4 baginya. Sebelumnya, Ummu telah menerbitkan buku media pembelajaran edukatif, media pembelajaran tematik, dan perencanaan pembelajaran. 

Semua buku yang terbit itu disertai metode pemecahan masalah, dukungan data, dan penelitian yang lengkap. “Sebenarnya bukunya mirip karya tulis ilmiah atau jurnal tapi bahasanya lebih sederhana dikemas dalam bentuk buku yang mudah dipahami dan bisa dijadikan referensi,” terang dosen PGMI itu. 

Sejak menjadi mahasiswi, Ummu bersinggungan dengan dunia literasi. Dia harus terbiasa menulis artikel ilmiah dan buku. Untuk menyusun sebuah buku, dia membutuhkan waktu berbulan-bulan karena membutuhkan penelitian. 

Baca Juga :  Launching Skuad Persela Hadapi Kompetisi Liga 1 2021

Buku media pembelajaran edukatif misalnya. Bahan bacaan itu disusun dari hasil penelitiannya yang dibiayai Kemenristek Dikti. 

‘’Tiga karya sudah rilis, satu lagi insya Allah bulan depan,” tutur dosen kelahiran Lamongan, 9 November 1990 itu. 

Selain aktif menulis buku dan artikel ilmiah, Ummu juga didapuk menjadi editor salah satu jurnal ilmiah yang  terakreditasi. Dia beberapa kali diminta bantuan dan berkolaborasi menjadi editor buku karya mahasiswa PGMI Unisla yang membuat buku MatemAsik. Sesuai judulnya, menggambarkan sistem pembelajaran matematika yang asyik. 

Menurut lulusan S2 pendidikan sains ini, setiap orang memiliki alasan untuk memiliki karya dan itu akan diingat sampai kapanpun. Dia berkomitmen untuk terus menulis dan memasang target minimal satu tahun dua buku. Baginya, tidak semua orang bermanfaat untuk lingkungannya. Namun, dengan menghasilkan karya, minimal bisa memiliki sesuatu yang bisa dinikmati pembaca dan menjadi amal jariyah nantinya. 

Baca Juga :  Caleg Putra Daerah Dikepung

“Menulis kan tidak perlu dijadikan beban, kalau kita enjoy pasti bisa diterima sama pembaca,” terang asesor BAN PAUD dan PNF Provinsi Jatim tersebut. 

Selain menjadi dosen, Ummu memiliki kesibukan sebagai pelatih ahli sekolah penggerak. Kesibukan lainnya, dia memiliki anak balita yang membutuhkan perhatian lebih. Karena itu, menulis menjadi tantangan tersendiri baginya. 

Suatu saat, Ummu memiliki keinginan menulis pengalaman pribadinya tentang ilmu parenting di tengah kesibukannya menjadi ibu rumah tangga dan wanita karir. 

Selain itu, dia mulai mengajak mahasiswanya untuk menulis supaya gerakan literasi anak muda semakin berkembang.

Ummu Khairiyah banyak menyusun buku monograf  sesuai bidang yang dikuasainya. Dia memasang target setahun menulis minimal dua buku.

UMMU Khairiyah sibuk menyiapkan launching buku terbarunya, To be fun teacher. Buku itu dirilis bulan depan. 

Itu bakal menjadi buku monograf ke-4 baginya. Sebelumnya, Ummu telah menerbitkan buku media pembelajaran edukatif, media pembelajaran tematik, dan perencanaan pembelajaran. 

Semua buku yang terbit itu disertai metode pemecahan masalah, dukungan data, dan penelitian yang lengkap. “Sebenarnya bukunya mirip karya tulis ilmiah atau jurnal tapi bahasanya lebih sederhana dikemas dalam bentuk buku yang mudah dipahami dan bisa dijadikan referensi,” terang dosen PGMI itu. 

Sejak menjadi mahasiswi, Ummu bersinggungan dengan dunia literasi. Dia harus terbiasa menulis artikel ilmiah dan buku. Untuk menyusun sebuah buku, dia membutuhkan waktu berbulan-bulan karena membutuhkan penelitian. 

Baca Juga :  Hilang, Orang Tua Sempat Mengira Adel Bersama Polisi

Buku media pembelajaran edukatif misalnya. Bahan bacaan itu disusun dari hasil penelitiannya yang dibiayai Kemenristek Dikti. 

‘’Tiga karya sudah rilis, satu lagi insya Allah bulan depan,” tutur dosen kelahiran Lamongan, 9 November 1990 itu. 

Selain aktif menulis buku dan artikel ilmiah, Ummu juga didapuk menjadi editor salah satu jurnal ilmiah yang  terakreditasi. Dia beberapa kali diminta bantuan dan berkolaborasi menjadi editor buku karya mahasiswa PGMI Unisla yang membuat buku MatemAsik. Sesuai judulnya, menggambarkan sistem pembelajaran matematika yang asyik. 

Menurut lulusan S2 pendidikan sains ini, setiap orang memiliki alasan untuk memiliki karya dan itu akan diingat sampai kapanpun. Dia berkomitmen untuk terus menulis dan memasang target minimal satu tahun dua buku. Baginya, tidak semua orang bermanfaat untuk lingkungannya. Namun, dengan menghasilkan karya, minimal bisa memiliki sesuatu yang bisa dinikmati pembaca dan menjadi amal jariyah nantinya. 

Baca Juga :  Pembangunan Puskesmas Karangkembang Selesaikan 85 Persen

“Menulis kan tidak perlu dijadikan beban, kalau kita enjoy pasti bisa diterima sama pembaca,” terang asesor BAN PAUD dan PNF Provinsi Jatim tersebut. 

Selain menjadi dosen, Ummu memiliki kesibukan sebagai pelatih ahli sekolah penggerak. Kesibukan lainnya, dia memiliki anak balita yang membutuhkan perhatian lebih. Karena itu, menulis menjadi tantangan tersendiri baginya. 

Suatu saat, Ummu memiliki keinginan menulis pengalaman pribadinya tentang ilmu parenting di tengah kesibukannya menjadi ibu rumah tangga dan wanita karir. 

Selain itu, dia mulai mengajak mahasiswanya untuk menulis supaya gerakan literasi anak muda semakin berkembang.

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/