alexametrics
27.4 C
Bojonegoro
Friday, July 1, 2022

Pegawai Terpapar Covid, Lima Hari Pengadilan Agama Tunda Persidangan

Radar Bojonegoro – Kantor Pengadilan Agama (PA) Bojonegoro bakal menerapkan pembatasan pelayanan mulai 1-5 Februari. Terdapat enam pega wainya terindikasi terpapar Covid-19. Sehingga memutuskan menunda jadwal sidang hingga pendaftaran perkara.

Panitera PA Bojonegoro Sholikin Jamik mengatakan, sebelumnya ada tiga pegawai PA terkonfirmasi positif Covid-19. Selanjutnya Selasa (26/1) seluruh pegawai menjalani pemeriksaan rapid antigen. Hasilnya ada tiga pegawai positif.

‘’Lima pegawai positif dari hasil rapid antigen dan satu swab test. Semuanya sekarang sudah isolasi mandiri atas izin tim gugus tugas Covid-19,” katanya kemarin (27/1). Menurut dia, kondisi itu, pihaknya sejak kemarin dan hingga besok sudah mulai menerapkan pem batasan pelayanan skala kecil. Sementara pembatasan pelayanan sesungguhnya baru akan dimulai 1-5 Februari nanti. ‘’Bukan lockdown. Tapi, pembatasan pelayanan,” ujar dia.

Baca Juga :  Geledah Sel Tahanan, Temukan Sajam

Menurut Sholikin, rentang waktu pembatasan pelayanan tersebut, PA akan merumahkan pegawainya 75 persen. Yang masuk kantor hanya 25 persen. Masih memberikan pelayanan.

‘’Contohnya pengambilan salinan putusan serta pengambilan akta cerai, tapi itupun terbatas,” tandasnya.

Sementara pelayanan pendaf taran perkara, mediasi, hingga persidangan secara tatap muka ditutup. Hanya melayani pendaftaran perkara itupun secara online. ‘’Intinya mulai 1 sampai 5 Februari ketiga layanan itu tutup,” imbuh dia.

Sholikin memastikan, tidak bisa melakukan pembatasan sejak kemarin, karena persoalan di PA tidak semudah dan bisa setiba-tiba dihentikan. Sebelum menunda perkara harus memenuhi kebenaran formil dan materil. Sehingga, pihaknya sudah menjadwalkan sidang untuk Rabu kemarin hingga Jumat besok.

Baca Juga :  Sejumlah Inovasi Untuk Masyarakat dari Mahfudhoh Suyoto

‘’Dan ketika kami akan memulai pembatasan (1-5 Februari), nanti sudah ada kebenaran formil dan materil. Sehingga orang akan menjalani sidang 1 Februari otomatis ditunda 8 Februari. Dan orang sidang 2 Februari ke tanggal 9 Februari dan seterusnya,” jelasnya.

Radar Bojonegoro – Kantor Pengadilan Agama (PA) Bojonegoro bakal menerapkan pembatasan pelayanan mulai 1-5 Februari. Terdapat enam pega wainya terindikasi terpapar Covid-19. Sehingga memutuskan menunda jadwal sidang hingga pendaftaran perkara.

Panitera PA Bojonegoro Sholikin Jamik mengatakan, sebelumnya ada tiga pegawai PA terkonfirmasi positif Covid-19. Selanjutnya Selasa (26/1) seluruh pegawai menjalani pemeriksaan rapid antigen. Hasilnya ada tiga pegawai positif.

‘’Lima pegawai positif dari hasil rapid antigen dan satu swab test. Semuanya sekarang sudah isolasi mandiri atas izin tim gugus tugas Covid-19,” katanya kemarin (27/1). Menurut dia, kondisi itu, pihaknya sejak kemarin dan hingga besok sudah mulai menerapkan pem batasan pelayanan skala kecil. Sementara pembatasan pelayanan sesungguhnya baru akan dimulai 1-5 Februari nanti. ‘’Bukan lockdown. Tapi, pembatasan pelayanan,” ujar dia.

Baca Juga :  Warga Bantaran Sungai Khawatir Longsor 

Menurut Sholikin, rentang waktu pembatasan pelayanan tersebut, PA akan merumahkan pegawainya 75 persen. Yang masuk kantor hanya 25 persen. Masih memberikan pelayanan.

‘’Contohnya pengambilan salinan putusan serta pengambilan akta cerai, tapi itupun terbatas,” tandasnya.

Sementara pelayanan pendaf taran perkara, mediasi, hingga persidangan secara tatap muka ditutup. Hanya melayani pendaftaran perkara itupun secara online. ‘’Intinya mulai 1 sampai 5 Februari ketiga layanan itu tutup,” imbuh dia.

Sholikin memastikan, tidak bisa melakukan pembatasan sejak kemarin, karena persoalan di PA tidak semudah dan bisa setiba-tiba dihentikan. Sebelum menunda perkara harus memenuhi kebenaran formil dan materil. Sehingga, pihaknya sudah menjadwalkan sidang untuk Rabu kemarin hingga Jumat besok.

Baca Juga :  Kades Sumberjo Trucuk Dituntut 5 Tahun

‘’Dan ketika kami akan memulai pembatasan (1-5 Februari), nanti sudah ada kebenaran formil dan materil. Sehingga orang akan menjalani sidang 1 Februari otomatis ditunda 8 Februari. Dan orang sidang 2 Februari ke tanggal 9 Februari dan seterusnya,” jelasnya.

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/