alexametrics
32.7 C
Bojonegoro
Monday, August 8, 2022

Masih Ada 2.500 Hektare di Kawasan Industri Lamongan

Radar Lamongan – Lahan untuk kawasan industri di wilayah pantura mencapai 3.000 hektare. Dari luas lahan tersebut, baru 500 hektare yang sudah dikuasai dan dikelola perusahaan.

‘’Di pantura masih sangat terbuka lahan industrinya karena baru terpakai 500 hektare. Belum ada perusahaan pengelola yang masuk,’’ kata Kepala Dinas Penanaman Modal dan PTSP (PM-PTSP) Agus Cahyono. Menurut dia, sejak awal pihaknya menggunakan strategi zoning, memetakan potensi investasi untuk membidik para investor.

Agus menjelaskan, 2.500 hektare lahan yang tersedia saat ini masih bisa dimanfaatkan puluhan perusahaan. Dia mencontohkan kawasan industri di Surabaya Industrial Estate Rungkut (SIER), Sidoarjo Industrial Estate Berbek (SIEB), serta Pasuruan Industrial Estate Rembang (PIER).

Baca Juga :  Minim! Ajukan Tambahan Pupuk Bersubsidi untuk Petani

Menurut Agus, wilayah pantura sejak awal diproyeksikan menjadi kawasan industri kategori berat, maritim, dan perikanan. Perusahaan yang sudah ‘’menguasai’’ 500 hektare lahan itu belum memiliki kelengkapan site plan. Sehingga, belum bisa beroperasi dan diresmikan.

‘’Belum ada kelengkapan site plan-nya. Kami masih menunggu realisasinya,’’ ujarnya. Adanya pandemi Covid-19 serta kebijakan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) dinilai tidak akan mempengaruhi program investasi di Kabupaten Lamongan.

Agus berpendapat, situasi dan kondisi ekonomi yang belum stabil seperti saat ini seharusnya dimanfaatkan para investor untuk menanamkan modalnya. ‘’Sehingga jika perekonomiannya sudah membaik, usahanya tinggal on track berjalan,’’ katanya.

Radar Lamongan – Lahan untuk kawasan industri di wilayah pantura mencapai 3.000 hektare. Dari luas lahan tersebut, baru 500 hektare yang sudah dikuasai dan dikelola perusahaan.

‘’Di pantura masih sangat terbuka lahan industrinya karena baru terpakai 500 hektare. Belum ada perusahaan pengelola yang masuk,’’ kata Kepala Dinas Penanaman Modal dan PTSP (PM-PTSP) Agus Cahyono. Menurut dia, sejak awal pihaknya menggunakan strategi zoning, memetakan potensi investasi untuk membidik para investor.

Agus menjelaskan, 2.500 hektare lahan yang tersedia saat ini masih bisa dimanfaatkan puluhan perusahaan. Dia mencontohkan kawasan industri di Surabaya Industrial Estate Rungkut (SIER), Sidoarjo Industrial Estate Berbek (SIEB), serta Pasuruan Industrial Estate Rembang (PIER).

Baca Juga :  Aliansi Mahasiswa Lamongan Terus Suarakan Tolak Raperda RTRW

Menurut Agus, wilayah pantura sejak awal diproyeksikan menjadi kawasan industri kategori berat, maritim, dan perikanan. Perusahaan yang sudah ‘’menguasai’’ 500 hektare lahan itu belum memiliki kelengkapan site plan. Sehingga, belum bisa beroperasi dan diresmikan.

‘’Belum ada kelengkapan site plan-nya. Kami masih menunggu realisasinya,’’ ujarnya. Adanya pandemi Covid-19 serta kebijakan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) dinilai tidak akan mempengaruhi program investasi di Kabupaten Lamongan.

Agus berpendapat, situasi dan kondisi ekonomi yang belum stabil seperti saat ini seharusnya dimanfaatkan para investor untuk menanamkan modalnya. ‘’Sehingga jika perekonomiannya sudah membaik, usahanya tinggal on track berjalan,’’ katanya.

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/