alexametrics
22.8 C
Bojonegoro
Thursday, June 30, 2022

Target Seribu Embung Tak Tercapai

BOJONEGORO – Target pembuatan seribu embung dipastikan tidak terealisasi. Meski begitu, tahun ini pembuatan embung masih terus berlangsung. Tahun ini jumlah embung yang akan dibuat Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Pengairan hanya 35 unit.

Kepala DPU Pengairan Edi Susanto menjelaskan, tahun ini jumlah embung yang akan dibuat memang tidak banyak. Namun, jumlah itu masih belum final. Sebab, pihaknya akan menambah jumlahnya jika ada permintaan. 

“Ya kita akan membangun sesuai permintaan,” kata Edi saat ditemui usai rapat di ruang Angling Dharma kemarin.

Pembuatan embung hingga 2017 lalu hanya mencapai 501 unit. Jumlah itu jauh dibanding dengan target awal, yaitu 1.000 embung. Namun, Edi mengklaim embung tersebut secara daya tampung sudah mencukupi. 

Baca Juga :  Baru Terpenuhi 79 Persen Kebutuhan Air

“Kalau jumlahnya memang tidak sampai seribu. Tapi kita kan mengacunya pada daya tampung embung itu,” ungkapnya.Menurut Edi, ada beberapa kendala pembangunan embung itu. 

Tidak adanya lahan di desa yang dijadikan embung. Sebaliknya, banyak embung yang dibangun di lahan milik Perhutani. Hal itu terjadi di wilayah Bojonegoro barat, seperti Padangan, Ngraho, Margomulyo, dan Tambakrejo. “Kami sudah berkoordinasi dengan Perhutani mengenai hal itu,” jelasnya.

Selain itu, kendala lahan. Sebab, terdapat desa yang tidak memiliki lahan untuk dibangun embung. Padahal, desa itu membutuhkan embung untuk pengairan. “Ini yang menjadi kendala utama,” ucapnya.

Awalnya, embung tersebut dibangun di lahan desa atau tanah bengkok. Namun, tidak semua desa memiliki lahan yang cukup untuk dijadikan embung. Sehingga, program seribu embung yang rencananya rampung tahun ini tidak sampai tuntas.

Baca Juga :  Tahun Ini Fokus Normalisasi Embung

Edi menambahkan, embung tersebut dibuat bukan hanya untuk pengairan pertanian. Namun, untuk tanah resapan. Sehingga, saat musim kemarau wilayah tersebut tidak mengalami kekeringan.

BOJONEGORO – Target pembuatan seribu embung dipastikan tidak terealisasi. Meski begitu, tahun ini pembuatan embung masih terus berlangsung. Tahun ini jumlah embung yang akan dibuat Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Pengairan hanya 35 unit.

Kepala DPU Pengairan Edi Susanto menjelaskan, tahun ini jumlah embung yang akan dibuat memang tidak banyak. Namun, jumlah itu masih belum final. Sebab, pihaknya akan menambah jumlahnya jika ada permintaan. 

“Ya kita akan membangun sesuai permintaan,” kata Edi saat ditemui usai rapat di ruang Angling Dharma kemarin.

Pembuatan embung hingga 2017 lalu hanya mencapai 501 unit. Jumlah itu jauh dibanding dengan target awal, yaitu 1.000 embung. Namun, Edi mengklaim embung tersebut secara daya tampung sudah mencukupi. 

Baca Juga :  Siswa Kelas Tiga SD Tewas Tenggelam di Embung

“Kalau jumlahnya memang tidak sampai seribu. Tapi kita kan mengacunya pada daya tampung embung itu,” ungkapnya.Menurut Edi, ada beberapa kendala pembangunan embung itu. 

Tidak adanya lahan di desa yang dijadikan embung. Sebaliknya, banyak embung yang dibangun di lahan milik Perhutani. Hal itu terjadi di wilayah Bojonegoro barat, seperti Padangan, Ngraho, Margomulyo, dan Tambakrejo. “Kami sudah berkoordinasi dengan Perhutani mengenai hal itu,” jelasnya.

Selain itu, kendala lahan. Sebab, terdapat desa yang tidak memiliki lahan untuk dibangun embung. Padahal, desa itu membutuhkan embung untuk pengairan. “Ini yang menjadi kendala utama,” ucapnya.

Awalnya, embung tersebut dibangun di lahan desa atau tanah bengkok. Namun, tidak semua desa memiliki lahan yang cukup untuk dijadikan embung. Sehingga, program seribu embung yang rencananya rampung tahun ini tidak sampai tuntas.

Baca Juga :  Laba PDAM Belum Bisa Jadi PAD

Edi menambahkan, embung tersebut dibuat bukan hanya untuk pengairan pertanian. Namun, untuk tanah resapan. Sehingga, saat musim kemarau wilayah tersebut tidak mengalami kekeringan.

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/