alexametrics
28.4 C
Bojonegoro
Thursday, May 26, 2022

Harga Telur Rp 2.000 Per Butir

BOJONEGORO, Radar Bojonegoro – Permintaan telur sedang meningkat, sedangkan pasokan telur terbatas. Akibatnya, harga pun melambung. Harga normal dari peternak Rp 18 ribu hingga Rp 19 ribu per kilogram.
Sejak Jumat (24/12) lalu, harga naik menjadi sekitar Rp 28 ribu hingga Rp 29 ribu per kilogram. Sehingga harga telur di pasar Rp 30 ribu per kilogram.
Asumsinya apabila satu kilogram berisi 15 butir, jadi harganya Rp 2.000 per butir.
Condro, peternak ayam petelur di Desa Pesen, Kecamatan Kanor mengatakan, permintaan telur mulai meningkat seminggu lalu. Ada kemungkinan akibat momen Natal dan Tahun Baru (Nataru) atau banyak hajatan warga.
Selain itu, beberapa peternak ayam petelur gulung tikar akibat tingginya harga pakan beberapa bulan lalu. Dampaknya kewalahan mencukupi permintaan pasar.
“Produksi sekitar 60-100 kilogram per hari selalu ludes terjual. Apabila ada tambahan permintaan, tentunya harus menunggu esok harinya,” bebernya.
Suryo, pedagang Pasar Bojonegoro Kota membenarkan, bahwa sejak awal Desember harga telur perlahan mengalami kenaikan. Awalnya Rp 20 ribu per kilogram, lalu naik Rp 22.500 per kilogram. Selanjutnya, naik lagi menjadi Rp 25 ribu per kilogram minggu lalu. “Naik lagi Jumat kemarin, jadi Rp 30 ribu per kilogram,” ucapnya.
Jupri, salah satu peternak ayam petelur Desa Ngraho kecamatan Gayam mengaku senang dengan kenaikan telur. Sebab, beberapa bulan sebelumnya kebutuhan pakan ternak sempat mengalami kenaikan. “Kalau beli di kandang langsung kisaran Rp 28 ribu per kilogram,” tuturnya.
Jupri menerangkan, jika produksi telurnya masih digunakan untuk menyuplai kebutuhan lokal. Terutama untuk paket bantuan pangan nontunai (BPNT). Bahkan untuk memenuhi permintaan, mengambil dari peternak lain. “Iya memang kebutuhan banyak tapi produksi peternak lokal sendiri masih kurang,” tegasnya. (luk)

Baca Juga :  Capaian Target Vaksinasi Lamongan Kurang 18 Persen

BOJONEGORO, Radar Bojonegoro – Permintaan telur sedang meningkat, sedangkan pasokan telur terbatas. Akibatnya, harga pun melambung. Harga normal dari peternak Rp 18 ribu hingga Rp 19 ribu per kilogram.
Sejak Jumat (24/12) lalu, harga naik menjadi sekitar Rp 28 ribu hingga Rp 29 ribu per kilogram. Sehingga harga telur di pasar Rp 30 ribu per kilogram.
Asumsinya apabila satu kilogram berisi 15 butir, jadi harganya Rp 2.000 per butir.
Condro, peternak ayam petelur di Desa Pesen, Kecamatan Kanor mengatakan, permintaan telur mulai meningkat seminggu lalu. Ada kemungkinan akibat momen Natal dan Tahun Baru (Nataru) atau banyak hajatan warga.
Selain itu, beberapa peternak ayam petelur gulung tikar akibat tingginya harga pakan beberapa bulan lalu. Dampaknya kewalahan mencukupi permintaan pasar.
“Produksi sekitar 60-100 kilogram per hari selalu ludes terjual. Apabila ada tambahan permintaan, tentunya harus menunggu esok harinya,” bebernya.
Suryo, pedagang Pasar Bojonegoro Kota membenarkan, bahwa sejak awal Desember harga telur perlahan mengalami kenaikan. Awalnya Rp 20 ribu per kilogram, lalu naik Rp 22.500 per kilogram. Selanjutnya, naik lagi menjadi Rp 25 ribu per kilogram minggu lalu. “Naik lagi Jumat kemarin, jadi Rp 30 ribu per kilogram,” ucapnya.
Jupri, salah satu peternak ayam petelur Desa Ngraho kecamatan Gayam mengaku senang dengan kenaikan telur. Sebab, beberapa bulan sebelumnya kebutuhan pakan ternak sempat mengalami kenaikan. “Kalau beli di kandang langsung kisaran Rp 28 ribu per kilogram,” tuturnya.
Jupri menerangkan, jika produksi telurnya masih digunakan untuk menyuplai kebutuhan lokal. Terutama untuk paket bantuan pangan nontunai (BPNT). Bahkan untuk memenuhi permintaan, mengambil dari peternak lain. “Iya memang kebutuhan banyak tapi produksi peternak lokal sendiri masih kurang,” tegasnya. (luk)

Baca Juga :  BPJS-TK Optimalisasi Pusat Layanan Kecelakaan Kerja

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/