alexametrics
23.7 C
Bojonegoro
Wednesday, May 25, 2022

Waspadai Nyamuk Demam Berdarah Dengue

KRISNA Putri Wulandari mewaspadai keberadaan nyamuk demam berdarah dengue (DBD). Sebab, nyamuk banyak berkembang biak saat musim penghujan.
‘’Jangan sampai genangan-genangan air di wadah yang tidak terpakai malah dibiarkan. Itu bisa jadi sarang nyamuk DBD,’’ ujarnya kepada Jawa Pos Radar Lamongan, kemarin (26/11).
Dara asal Desa Pangkatrejo, Kecamatan Lamongan ini menuturkan, pemberantasan nyamuk DBD harus dilakukan secara kontinyu. Di antaranya menguras bak mandi, mengubur wadah tidak terpakai yang bisa menjadi genangan air, menaburkan bubuk abate, serta fogging. Jika langkah-langkah tersebut diterapkan dengan baik, maka angka kasus kematian akibat DBD dapat ditekan.
‘’Intinya jaga kebersihan lingkungan dan sudut-sudut rumah yang tidak terjangkau. Tempat yang kotor bisa jadi sarang nyamuk,’’ tuturnya.
Krisna mengatakan, sebagai mahasiswi semester lima Jurusan Kesehatan Masyarakat, dirinya memiliki tanggung jawab untuk mengampayekan pola hidup sehat. Gadis 20 tahun ini banyak memanfaatkan sosial media untuk sharing informasi-informasi tentang kesehatan.
‘’Sekarang banyak akun-akun kesehatan yang bisa di-follow biar tahu isu-isu kesehatan terkini apa saja, selain Covid-19. Selain itu, banyak tenaga medis yang jadi influencer untuk sharing tentang kesehatan,’’ ujarnya.

Baca Juga :  Tak Ingin Buang Kesempatan

KRISNA Putri Wulandari mewaspadai keberadaan nyamuk demam berdarah dengue (DBD). Sebab, nyamuk banyak berkembang biak saat musim penghujan.
‘’Jangan sampai genangan-genangan air di wadah yang tidak terpakai malah dibiarkan. Itu bisa jadi sarang nyamuk DBD,’’ ujarnya kepada Jawa Pos Radar Lamongan, kemarin (26/11).
Dara asal Desa Pangkatrejo, Kecamatan Lamongan ini menuturkan, pemberantasan nyamuk DBD harus dilakukan secara kontinyu. Di antaranya menguras bak mandi, mengubur wadah tidak terpakai yang bisa menjadi genangan air, menaburkan bubuk abate, serta fogging. Jika langkah-langkah tersebut diterapkan dengan baik, maka angka kasus kematian akibat DBD dapat ditekan.
‘’Intinya jaga kebersihan lingkungan dan sudut-sudut rumah yang tidak terjangkau. Tempat yang kotor bisa jadi sarang nyamuk,’’ tuturnya.
Krisna mengatakan, sebagai mahasiswi semester lima Jurusan Kesehatan Masyarakat, dirinya memiliki tanggung jawab untuk mengampayekan pola hidup sehat. Gadis 20 tahun ini banyak memanfaatkan sosial media untuk sharing informasi-informasi tentang kesehatan.
‘’Sekarang banyak akun-akun kesehatan yang bisa di-follow biar tahu isu-isu kesehatan terkini apa saja, selain Covid-19. Selain itu, banyak tenaga medis yang jadi influencer untuk sharing tentang kesehatan,’’ ujarnya.

Baca Juga :  Fahmi Sang Pendobrak

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru


/