alexametrics
27.2 C
Bojonegoro
Friday, May 27, 2022

Kali Meluber, Pemukiman Terendam

LAMONGAN, Radar Lamongan – Curah hujan cukup tinggi selama dua hari terakhir berimbas debit air sejumlah kali meningkat drastis.
‘’Hasil pantauan kami, jam 01.30 ternyata ada luberan dari Kali Mengkuli. Kejadiannya itu mulai pukul 11 malam,’’ tutur Kabid Kedaruratan dan Logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Lamongan, Muslimin, kemarin (26/11).
Luberan air di Kali Plalangan menyebabkan sejumlah ruas jalan dan pemukiman warga Desa Balun, Kecamatan Turi terendam.
 ‘’Kami sudah ke sana. Ada beberapa rumah yang tergenang, sekitar 25 rumah yang terendam,’’ ujar Muslimin.
Dia mengatakan, masyarakat sekitar meminta sak untuk meminimalisasi luberan air. ‘’Alhamdulillah, tidak berdampak pada titik yang longsor sebelumnya,’’ imbuh Muslimin.
Seperti diberitakan, curah hujan di Lamongan diklaim mencapai 87 milimeter per detik. Normalnya maksimal 50 milimeter per detik.
‘’Cuaca untuk hari ini, terjadi awal belahan selatan. Kemungkinan terjadi hujan di sore atau malam hari,’’ imbuh Muslimin.
Berdasarkan laporan yang diterimanya, debit air di Daerah Aliran Sungai (DAS) Bengawan Solo mengalami tren penurunan. Itu karena pintu air di pintu air Sembayat masih dibuka tujuh pintu.
‘’Tapi debit air masih berpotensi naik karena kiriman dari wilayah hulu. Semoga air laut tidak pasang, sehingga ketinggian air tidak naik secara drastis,’’ terang Muslimin.

Baca Juga :  Rangka Baja Jembatan Glendeng Dibuat Perusahaan Australia

LAMONGAN, Radar Lamongan – Curah hujan cukup tinggi selama dua hari terakhir berimbas debit air sejumlah kali meningkat drastis.
‘’Hasil pantauan kami, jam 01.30 ternyata ada luberan dari Kali Mengkuli. Kejadiannya itu mulai pukul 11 malam,’’ tutur Kabid Kedaruratan dan Logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Lamongan, Muslimin, kemarin (26/11).
Luberan air di Kali Plalangan menyebabkan sejumlah ruas jalan dan pemukiman warga Desa Balun, Kecamatan Turi terendam.
 ‘’Kami sudah ke sana. Ada beberapa rumah yang tergenang, sekitar 25 rumah yang terendam,’’ ujar Muslimin.
Dia mengatakan, masyarakat sekitar meminta sak untuk meminimalisasi luberan air. ‘’Alhamdulillah, tidak berdampak pada titik yang longsor sebelumnya,’’ imbuh Muslimin.
Seperti diberitakan, curah hujan di Lamongan diklaim mencapai 87 milimeter per detik. Normalnya maksimal 50 milimeter per detik.
‘’Cuaca untuk hari ini, terjadi awal belahan selatan. Kemungkinan terjadi hujan di sore atau malam hari,’’ imbuh Muslimin.
Berdasarkan laporan yang diterimanya, debit air di Daerah Aliran Sungai (DAS) Bengawan Solo mengalami tren penurunan. Itu karena pintu air di pintu air Sembayat masih dibuka tujuh pintu.
‘’Tapi debit air masih berpotensi naik karena kiriman dari wilayah hulu. Semoga air laut tidak pasang, sehingga ketinggian air tidak naik secara drastis,’’ terang Muslimin.

Baca Juga :  Enam Parpol Kekurangan Bacaleg

Artikel Terkait

Most Read

Klaim Turunkan Petugas ke Lapangan

Potensi Wisata Bukit Kapur Puncakwangi

Pesta Gol: 7 Persela v Persegres 1

Artikel Terbaru


/