alexametrics
26.6 C
Bojonegoro
Wednesday, May 25, 2022

Asal Pasang Behel Bisa Celaka

LAMONGAN, Radar  Lamongan – Jasa pemasangan behel untuk memercantik diri bermunculan. Namanya behel fashion.
Drg Agustina Setyaning, dokter gigi di RS Muhammadiyah Lamongan, mengatakan, beberapa kali dirinya menangani pasien yang sudah telanjur pasang behel bukan di dokter gigi.
‘’Tapi hasilnya jauh sekali. Setelah kita lihat, kawat yang dipasang tidak sesuai. Gigi bukannya tumbuh bagus, yang ada malah gusi terkena infeksi. Kita bisa curiga dari pemasangannya saja sudah tidak sesuai,’’ ungkapnya.
Dia menuturkan, behel sebenarnya adalah perawatan untuk merapikan gigi yang berdesakan atau renggang. Jika tidak dirapikan, maka efeknya akan timbul kerusakan pada gigi. Sebagian pasien juga melakukan pemasangan behel untuk keperluan seleksi Polri dan TNI. Karena ada syarat kesehatan khusus yang harus dipenuhi.
‘’Jadi dirapikan supaya lebih bagus dari segi estetik dan dari segi kesehatan juga tercapai,’’ tuturnya.
Dokter yang akrab disapa Tina ini menyayangkan keputusan kaum milenial yang memasang behel hanya untuk menunjang penampilannya.
Menurut Tina, sebagai konsumen, sebelum memutuskan untuk memasang behel hendaknya memikirkan ulang tujuannya. Apakah untuk kesehatan atau estetika.
‘’Biasanya kok hasilnya nggak sesuai keinginan? Tidak rapi-rapi? Rerata keluhan ini terjadi pada pasien yang memiliki gigi berdesakan atau tonggos. Kalau sudah terjadi kasus seperti ini, kita kembalikan lagi keputusannya kepada pasien. Kita pasang ulang atau bagaimana,’’ jelas perempuan berusia 50 tahun ini.
Tina mengatakan, sebagai dokter gigi, pihaknya hanya bisa memberi edukasi supaya masyarakat bisa membedakan hasil pengerjaannya.
‘’Memang di dokter biayanya agak mahal, tapi tujuannya lain. Estetik bukan hanya sekedar alat, tapi hasilnya ke depan seperti apa,’’ ujarnya.
Saat ini, alat-alat behel dijual bebas di pasaran dengan harga yang murah. Tina mewanti-wanti sebelum memutuskan untuk membeli dan menggunakannya sendiri, harus tahu terlebih dulu efek yang ditimbulkan nanti.
‘’Kalau mau pakai behel untuk gaya-gayaan tidak apa-apa. Tapi nanti akan timbul masalah ke depan. Celah-celah gigi yang dimasukin kawat bisa jadi tempat retensi makanan dan menimbulkan luka,’’ ujarnya.

Baca Juga :  Meski Ada yang Keberatan, Tahapan Tetap Jalan

LAMONGAN, Radar  Lamongan – Jasa pemasangan behel untuk memercantik diri bermunculan. Namanya behel fashion.
Drg Agustina Setyaning, dokter gigi di RS Muhammadiyah Lamongan, mengatakan, beberapa kali dirinya menangani pasien yang sudah telanjur pasang behel bukan di dokter gigi.
‘’Tapi hasilnya jauh sekali. Setelah kita lihat, kawat yang dipasang tidak sesuai. Gigi bukannya tumbuh bagus, yang ada malah gusi terkena infeksi. Kita bisa curiga dari pemasangannya saja sudah tidak sesuai,’’ ungkapnya.
Dia menuturkan, behel sebenarnya adalah perawatan untuk merapikan gigi yang berdesakan atau renggang. Jika tidak dirapikan, maka efeknya akan timbul kerusakan pada gigi. Sebagian pasien juga melakukan pemasangan behel untuk keperluan seleksi Polri dan TNI. Karena ada syarat kesehatan khusus yang harus dipenuhi.
‘’Jadi dirapikan supaya lebih bagus dari segi estetik dan dari segi kesehatan juga tercapai,’’ tuturnya.
Dokter yang akrab disapa Tina ini menyayangkan keputusan kaum milenial yang memasang behel hanya untuk menunjang penampilannya.
Menurut Tina, sebagai konsumen, sebelum memutuskan untuk memasang behel hendaknya memikirkan ulang tujuannya. Apakah untuk kesehatan atau estetika.
‘’Biasanya kok hasilnya nggak sesuai keinginan? Tidak rapi-rapi? Rerata keluhan ini terjadi pada pasien yang memiliki gigi berdesakan atau tonggos. Kalau sudah terjadi kasus seperti ini, kita kembalikan lagi keputusannya kepada pasien. Kita pasang ulang atau bagaimana,’’ jelas perempuan berusia 50 tahun ini.
Tina mengatakan, sebagai dokter gigi, pihaknya hanya bisa memberi edukasi supaya masyarakat bisa membedakan hasil pengerjaannya.
‘’Memang di dokter biayanya agak mahal, tapi tujuannya lain. Estetik bukan hanya sekedar alat, tapi hasilnya ke depan seperti apa,’’ ujarnya.
Saat ini, alat-alat behel dijual bebas di pasaran dengan harga yang murah. Tina mewanti-wanti sebelum memutuskan untuk membeli dan menggunakannya sendiri, harus tahu terlebih dulu efek yang ditimbulkan nanti.
‘’Kalau mau pakai behel untuk gaya-gayaan tidak apa-apa. Tapi nanti akan timbul masalah ke depan. Celah-celah gigi yang dimasukin kawat bisa jadi tempat retensi makanan dan menimbulkan luka,’’ ujarnya.

Baca Juga :  Fraksi Sampaikan Pandangan Umum

Artikel Terkait

Most Read

Naik Speedboat Menikmati Waduk Greneng

Ingin Ikuti Jejak Sang Kakak

Jangan Konsumsi Berlebihan

Artikel Terbaru


/